My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 10


__ADS_3

Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, tak terasa kini 3 tahun telah berlalu dengan cepat. Lewis lulus di usianya yang akan menginjak 22 tahun. “Ayo tersenyum!” teriak Brian pada Lewis yang sedang mengenakan toga di dampingi oleh kedua orangtuanya dan tentu saja Caitlin yang sudah bertumbuh menjadi gadis cantik berusia 17 tahun. Setelah hari kelulusan ini, mereka masih akan tinggal di Florida selama 1 tahun sampai Caitlin lulus dari high school dan meneruskan pendidikannya di kampus terbaik di Chicago.


Semuanya tersenyum dengan ceria kearah kamera, Caitlin yang berada disamping Lewis langsung menjaga jarak kembali setelah acara foto selesai. Yup, kalian bisa menebak bukan jika hubungan Lewis dan Caitlin tak bisa membaik semudah yang dipikirkan Lewis, setiap kali Lewis ingin mendekati Caitlin ia selalu menjaga jarak dan berbicara seperlunya pada Lewis, sedangkan pada Austin dan Selena, Caitlin sudah mulai terbiasa dengan perhatian kecil yang diberikan kedua orangtua angkatnya, mereka benar-benar tulus dan memberikan apapun yang terbaik bagi Caitlin. Hampir setiap 6 bulan sekali Selena datang dan mengajak Caitlin seharian berbelanja apapun yang diinginkan Caitlin, rasa canggung sepertinya tidak berlaku jika berada di dekat Selena yang selalu penuh dengan kasih sayang, ia seakan menemukan sosok Maria di dalam diri Selena, caranya menenangkan Caitlin dan usapan halus di kepalanya sama rasanya dengan apa yang lakukan Maria sedari dulu.



“Brian terima kasih,” ucap Selena saat mengambil kamera miliknya dan melihat hasil foto lengkap keluarga kecilnya. “Oh ya, ayo kita bersiap mengunjungi makam Maria terlebih dahulu, setelah itu kita akan makan siang, kali ini Daddy kita tercinta sudah memesan makan siang di Hotel Lux.”



Brian yang mendengar itu membuka mulutnya tak percaya, dia mendekati Selena dan menunjukkan antusiasnya. “Benarkah? Waw, aku sangat ingin ke sana!”

__ADS_1



Lily, ibu Brian hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan sambil memberikan tatapan tajam sebagai tanda peringatan agar ia tidak bersikap seperti itu. “Benarkah? Kalau begitu ini adalah hari keberuntungan mu,” kekeh Selena pelan dan merangkul tubuh Brian yang lumayan tinggi.



Senyum Caitlin mengembang dengar perlahan, ia senang dengan suasana hangat yang diciptakan oleh Selena, satu lagi yang membuat Caitlin sangat menyayangi Selena, ia tidak pernah lupa untuk mengunjungi makam Mariam setiap berkunjung ke Florida. “Mau aku bawakan?” Caitlin menoleh kearah samping dan mendapatkan Lewis yang tengah mengulurkan tangannya seolah ingin mengambil botol minum yang ada ditangan Caitlin.



__ADS_1


Lewis hanya bisa tersenyum kecut melihat uluran tangannya yang sia-sia, entah harus menggunakan cara apa agar bisa mendekati Caitlin dan menghilangkan dinding pemisah diantara mereka. Ia sadar kesalahan yang sudah diperbuatnya sangatlah besar, jika ia menjadi Caitlin pun tidak akan mungkin Lewis membukakan pintu maaf pada pembunuh ibunya sendiri. Sebuah tepukan ringan dibahunya membuat Lewis menoleh dan mendapatkan Daddynya yang sedang menatap Lewis dengan teduh. “Kau harus terus berusaha, cepat atau lambat Caitlin pasti akan menganggapmu sebagai keluarganya, kau hanya perlu bersikap hangat seperti Mommy dan Caitlin pun tidak akan canggung menganggap mu sebagai kakaknya.”



“Baik Dad, aku akan berusaha lagi.”



Austin menganggukkan kepalanya. “Ah, ya, Daddy sudah menandatangi kontrak kerjasama dengan Mr. Kim, untuk satu tahun ini sembari menunggu Caitlin lulus kau bisa mulai bekerja di kantor miliknya dulu, besok kau temui dia dan bicarakan kapan kau mulai siap bekerja,” ucap Austin.


__ADS_1


“Ya Dad,” jawab Lewis dengan pasti, pandangannya kembali tertuju pada Caitlin yang sedang berbincang dengan Brian, mungkin memang dirinya saja yang terlalu kaku dalam mendekati Caitlin sehingga jarak diantara mereka seakan begitu jauh.


__ADS_2