My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 26


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Caitlin langsung masuk ke dalam kamar, ia mengurungkan dirinya di sana di temani laptop yang sedang menampilkan wajah Clara. “Jadi, bagaimana? Kau sudah memegang tangan Taylor?” tanyanya sambil meminum jus yang ada ditangannya.


Caitlin yang sedang berada di atas ranjang langsung mengubah posisinya menjadi telungkup, ia dengan cepat menganggukkan kepalanya pada Clara. “Tadi, dia menggenggam tanganku dan aku merasakan jantungku berdebar dengan kencang!” Menceritakan hal itu membuat Caitlin menjadi teringat kembali akan kejadian tadi, perasaan gelisah antara senang dan membingungkan membuatnya tak mengerti untuk mengambil jawaban yang sedang ia cari.


“Itu sudah sangat jelas Cait! Kau mencintainya!” pekik Clara sambil tertawa penuh kemenangan. “Kita sudah berteman selama 5 tahun, dan untuk pertama kalinya aku mendengar kau jatuh cinta pada seorang pria lagi.” Clara menyimpan gelas yang berisi jus lalu mendekatkan kamera pada wajahnya. “Tunjukkan padamu wajah Taylor, aku penasaran seperti apa sosok yang berhasil meluluhkan hati mu. Oh ya, kalian tidak saling follow di sosial media? Aku sudah mencari nama Taylor dalam pengikutmu, bahkan kau juga tidak mengikutinya, sangat aneh untuk ukuran teman dekat,” ujar Clara membuat Caitlin seketika salah tingkah, ia hanya asal mengatakan nama, tidak menyangka juga jika Clara akan benar-benar mencari Taylor yang entah siapa.

__ADS_1


“Dia tidak bermain sosial media, kau tahu? Dia sangat tertutup dan sudah lama sekali menutup hatinya juga pada siapapun, jika pun benar aku menyukainya dia pasti tidak akan menyukai ku kembali Clara,” jawab Caitlin dengan cepat.


“Kau sama sekali tidak pantas untuk berkecil hati Cait, siapa yang berani menolakmu? Kau cantik dan keluarga mu adalah orang terpandang, aku saja selalu merasa beruntung bisa dijadikan teman dekat olehmu,” ucap Clara. “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Clara kembali.


Terdengar helaan nafas yang dikeluarkan dari mulut Clara, ia tampak tak senang mendapatkan jawaban itu, rasanya Caitlin terlalu pasrah tanpa ada sedikitpun semangat dalam perasaannya sendiri. “Um, baiklah. Tapi aku ingin memberikan mu sebuah saran. Ada baiknya kau mulai membuka hati untuk seseorang, jika kau terluka oleh 1 orang pria, siapa tahu akan datang 1 orang pria yang menjadi obat untuk menyembuhkan lukamu.”

__ADS_1


Caitlin mengangguk, ia setuju dengan ucapan Clara, namun masih ada yang mengganjal dalam hatinya. “Tapi bagaimana jika pria yang datang itu menambah luka baru? Bukankah aku pernah mencintai Peter karena dia orang yang baik? Namun sayang semuanya hanyalah palsu, aku hanya takut jika semua ini hanya sesaat, pada akhirnya aku akan mendapati diriku yang kembali terluka,” jawab Caitlin.


“Tidak masalah!” pekik Clara dengan bersemangat, ia menatap Caitlin dengan cukup serius. “Jika kau semakin terluka, setidaknya kau akan kebal saat suatu hari nanti ada yang menyakitimu,” lanjut Clara sambil sedikit tertawa kecil di akhir kalimat.


Caitlin pun ikut tertawa, ia menggelengkan kepalanya. “Kau benar-benar penasihat yang gila,” kekeh Caitlin.

__ADS_1


__ADS_2