
Semenjak ucapan Caitlin terlontar, tak ada lagi percakapan diantara mereka. Caitllin menarik nafasnya dalam, ia memejamkan matanya dalam beberapa detik, tidak seharusnya ia mengatakan hal seperti itu pada Lewis, bagaimana pun pria itu sudah bertanggung jawab atas perbuatannya dan keluarga Lewis sangat memperlakukannya dengan baik. Tapi Lewis benar-benar menyebalkan! Ia terlalu overprotective padanya.
Pintu lift terbuka dan keduanya langsung berjalan menuju kamar Apartemen mereka, apakah kejadian tadi akan membuat suasana di dalam Apartemen akan sangat canggung sampai besok? Caitlin tak ada keberanian untuk meminta maaf terlebih dahulu pada Lewis, biar saja pria itu yang lagi-lagi akan mencairkan suasana dan mereka akan seperti semula.
“KEJUTAN!” Caitlin sangat terkejut saat membuka pintu Apartemen, semuanya ternyata sudah diubah sangat berbeda. Brian dan Gebby mengenakan topi ulang tahun dan masing-masing memegang terompet untuk menyambutnya, susunan kata dari balon huruf membentuk sebuah tulisan Happy Birthday Caitlin, matanya tertuju pada kue ulang tahun 3 tingkat yang tak terlalu besar namun sangat lucu, ada beberapa tumpukan kado juga di atas tikar, tak lupa banyaknya makanan yang biasa mereka pesan jika berkumpul di atas meja. Benar-benar kejutan yang sangat luar biasa.
Caitlin di tarik masuk oleh Gebby ke dalam Apartemen karena terlalu lama mematung di puntu masuk, Gebby juga mengenakan Caitlin sebuah mahkota kecil dan sebuah selendang tertulisan sweet seventeen. “Ayo buat harapanmu dan tiuplah lilinnya,” ucap Brian yang menyadarkan Caitlin jika lilin yang berada di puncak kue ulang tahun sudah hampir meleleh setengahnya.
__ADS_1
Caitlin mengikuti ucapan Brian, ia mulai berkata di dalam hatinya mengenai harapan yang ingin ia dapatkan dalam hidupnya lalu setelah itu meniup lilin yang disambut tepukan tangan yang meriah. “Yeay, akhirnya kejutan ini bisa berjalan dengan lancar, aku hampir panik karena Lewis lama sekali kembali ke atas saat memberikan kode bahwa kau sudah ada di halaman,” kata Gebby.
Mendengar itu Caitlin langsung menoleh pada Lewis yang masih terdiam tak menoleh kearahnya sedikitpun. Rupanya Lewis sudah berada di dekat halaman sedari tadi, ia berniat menjemput Caitlin agar Brian dan Gebby bisa mulai bersiap menyalakan lilin. “Terimakasih untuk kejutan ini, aku sangat tak menyangka akan mendapatkannya di tahun ini,” jawab Caitlin berusaha mengganti topic pembicaraan.
Bagus, mendengar semua kenyataan ini membuat rasa bersalah Caitlin menjadi bertambah, ingin rasanya ia menarik kembali semua perkataan yang menyinggung perasaan Lewis. “Teirma kasih banyak, Paman,” ucap Caitlin pada akhirnya. Bagaimanapun ia harus mengucapkan terima kasih pada Lewis, ia tidak seperti Lewis di tahun kemarin yang begitu membosankan, kejutan ini jauh melebihi ekspetasinya.
__ADS_1
Senyum Lewis sedikit mengembang dan ia menganggukkan kepalanya. “Ya,” jawab Lewis, benar-benar singkat, padat dan jelas. Brian yang awalnya ceria langsung tak berekspresi, ia menggelengkan kepalanya dan melepaskan topi acara ulang tahun.
“Oh yang benar saja Lewis, hanya ‘YA’? Dimana kata-kata yang sudah kau persiapkan sebelumnya? Padahal itu sangat indah dan—“ Caitlin mengerutkan keningnya bingung, kata-kata apa yang sudah dipersiapkan oleh Lewis? Menagapa pria itu menghentikan ucapan Brian dengan sebuah tatapan tajam?
“Ayo kita mulai putar film yang sudah kau pilih, kau ingin cepat-cepat makan pizza ini bukan?” potong Lewis yang berhasil membuat Brian tersenyum lebar, ia hampir saja melupakan makanan kesukaannya.
“Ah kau benar, Ayo!”
__ADS_1
Gebby berdecak pelan, dia menahan tubuh Brian yang akan pergi. “Kalian ini selalu memikirkan makanan,” gumam Gebby. “Ayo Caitlin, potong dulu kue mu dan kita akan berfoto sebagai dokumentasi hari specialmu ini.”