My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 23


__ADS_3

Caitlin kembali memikirkan apa yang dia rasakan tadi pagi mengenai Lewis, mengapa bisa perasaan itu tiba-tiba saja muncul dan tidak ingin pergi dari ingatan Caitlin. "Apa yang sedang kau pikirkan Caitlin? Aku memperhatikanmu dari tadi sepertinya kau sedang ada masalah," tanya Clara yang baru saja duduk di meja kantin tempat Caitlin menghabiskan waktunya seharian ini setelah pelajaran selesai.


Caitlin mengangkat bahunya dengan raut wajah yang terlihat sudah lelah. Caitlin bahkan menghembuskan nafasnya dengan keras yang menggambarkan betapa frustasinya ia hari ini. "Entahlah Cla, aku sedang sangat bingung," jawab Caitlin.


Clara yang baru saja mengeluarkan laptopnya mengurungkan diri untuk membuka laptop dan menyusun tugas akhirnya. Ia kini lebih tertarik pada Caitlin yang tidak biasanya seperti ini, pasti ada sesuatu yang sedang terjadi padanya. "Coba kau ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa membantu keluar dari kebingungan," ujar Clara dengan wajah yang begitu meyakinkan, selama ini Caitlin sudah begitu baik padanya, semoga saja kali ini dia bisa membalas kebaikan Caitlin.


Terlihat sangat jelas keraguan dari wajah cantik itu, Caitlin menggigit bibirnya dengan cukup keras sambil berpikir harus dari mana ia menceritakan semuanya. Seketika senyum Caitlin pun mengembang, ia memiliki ide untuk menceritakan masalah perasaannya tadi namun menyamarkan nama Lewis yang pastinya sudah dikenal Clara. Sangat tidak mungkin jika Caitlin harus menceritakan yang sebenarnya, mungkin Clara akan menganggapnya kenyataannya jika dipikirkan dengan akal sehat. "Um, begini. Ada satu orang pria yang bisa dibilang cukup dekat dengan, dia sangat perhatian dan selalu nomor satu kan aku," ucap Caitlin memulai ceritanya.


Clara yang mendengar itu mengerutkan keningnya pelan. "Satu orang pria yang bisa dibilang cukup dengan mu? Apakah itu Lewis?" tanya Clara sangat tepat sasaran karena yang ia tahu satu-satunya pria yang dekat dengan Caitlin adalah Lewis yang selalu ia lihat, bahkan perhatian selalu menomor satukan Caitlin pernah Caitlin sendiri yang menceritakan itu semua pada Clara.


Sontak Caitlin pun begitu terkejut dengan ucapan Clara, ia dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menyangkal itu semua. Lagi pula mengapa bisa Clara langsung berpikir jika pria itu adalah Lewis. "Tidak, tentu saja bukan! Ini pria yang berbeda," ujar Caitlin dengan sedikit panik.


Clara yang menyadari kepanikan Caitlin tampak kebingungan, apakah ia salah menebak? Namun mengapa Caitlin harus menjadi sepanik itu? "Oh, oke, baiklah. Lalu siapa pria itu?" tanya Clara.


Caitlin kembali bingung, ia memutar otaknya dengan cepat agar bisa mendapatkan jawaban dari Clara sebagai pencerahannya tentang perasaanya tadi, hanyalah sebuah rasa kagum yang berlebihan atau benar-benar rasa cinta yang ditakutkan oleh Caitlin. "Taylor! Namanya Taylor, kau belum pernah aku kenalkan padanya," jawab Caitlin.

__ADS_1


"Oh, pantas saja, karena yang aku tahu pria yang sangat dekat dengan mu hanya Lewis," kekeh Clara. "Lalu ada apa dengan Taylor hingga membuatmu kebingungan seperti itu?" tanya Clara kembali untuk melanjutkan cerita yang tertunda.


"Beberapa tahun ini aku dan Taylor hanya seperti teman saja, tapi pagi tadi aku melihatnya perbedaan. Kau tahu rasanya berdebar sangat kencang? Tiba-tiba aku merasakan itu! Bahkan di pandanganku dia terlihat sangat tampan dan aku sangat malu bersikap salah tingkah di hadapannya. Menurutmu perasaan itu hanya sebatas rasa kagum?" tanya Caitlin.


Terlihat Clara berpikir sejenak, jari telunjuknya mengetuk bagian dagunya sendiri. "Um, menurutku rasa kagum tidak akan membuatmu menjadi salah tingkah, itu lebih ke arah kau sedang jatuh cinta Caitlin," jawab Clara. Wanita itu mendekatkan dirinya pada Caitlin. "Sebenarnya aku sudah lama memegang prinsip ini, seorang wanita dan pria tidak akan bisa berteman dekat dengan murni, pastinya akan selalu ada yang jatuh cinta salah satu diantaranya, dan banyak juga yang jalan cinta itu berakhir dengan tidak indah karena salah satunya hanya benar-benar menganggap teman."


"Benarkah?" tanya Caitlin tak percaya.


Clara menganggukkan kepalanya. "Tentu saja. Ah, aku lupa kau tidak pernah berpacaran selama ini selain dengan pria kurang a jar bernama Peter itu," gerutu Clara. "Tapi aku senang akhirnya kau bisa mencintai pria lain, kau pasti akan terbebas dari trauma mu!"


"Tidak, aku tidak yakin itu perasaan cinta, Clara. Aku pikir itu hanya akan sesaat," tolak Caitlin pada ucapan Clara.


"Cara apa?" tanya Caitlin tak yakin.


"Lakukan kontak fisik, kau menyentuh tangannya seperti biasa saat berjalan-jalan. Jika Taylor adalah teman dekat pastinya kau pernah menggenggam tangannya bukan? Jika dulu kau merasa biasa saja kau bisa merasakan sensasi yang berbeda jika sedang jatuh cinta, kau seperti merasa senang, malu dan jantung mu akan berdebar dengan kencang." Clara kembali berpikir sejenak. "Atau jika cara itu tidak berhasil kau bisa melakukan cara yang kedua, untuk beberapa hari ini jangan pernah menemui Taylor dan lihat sendiri bagaimana reaksi mu, apa kau merasa gelisah dan sangat merindukannya atau tidak?"

__ADS_1


***


Hallo!!! sambil nunggu cerita ini buat nemenin puasa kalian, kalian udah baca cerita Amber sama Carl belum?


The Story of Carl. Cerita ini udah end ya, kalian bakal di buat kesel, marah dan mewek sama kisah cerita mereka. So, tunggu apa lagi, kesana sekarang guys!


sinopsis The Story Of Carl


Memiliki skandal dengan calon adik ipar membuat hidup Amber hancur.


Semua berawal dari Ken, kekasih Amber, yang gila kerja. Kencan yang sering tertunda, pertemuan yang merenggang, sampai janji-janji yang selalu diabaikan begitu saja oleh Ken.


Berbanding terbalik dengan adiknya, Carl. Sosok itu justru selalu ada di sisi Amber. Menemani ke mana pun Amber pergi, bahkan menghiburnya ketika sedih. Sayang, kisah cinta Carl juga sama sialnya dengan Amber karena sang pujaan hati hanya menganggapnya sebagai teman. Hingga suatu ketika pertemuan dua hati yang tengah patah itu membawa Carl dan Amber pada awal sebuah kehancuran, kehilangan kepercayaan.


Lantas, bagaimana nasib keduanya setelah itu?

__ADS_1


**


penasaran kan? yuk cus kesana.


__ADS_2