My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 22


__ADS_3

Lewis baru saja selesai membersihkan dirinya, ia langsung memilih pakaian yang dirasa cocok untuk rapat bersama seorang klien penting. Kedua alis Lewis bertaut, wajah Lewis terlihat sangat serius kali ini, ia memperhatikan dengan seksama saat dirinya menggunakan 2 dasi yang berbeda, “Sepertinya yang ini,” gumam Lewis lalu disusul oleh anggukan yang sangat menyakinkan. “Ya, ini sangat sempurna,” gumam Lewis kembali.



Sementara Caitlin sedari tadi hanya bisa diam, suaranya seakan terkunci karena perasaan Caitlin yang terus mengganggu nya tak kunjung mereda, bayangan wajah Lewis yang tampan dalam tidur nyenyak nya terus menghantui Caitlin. "Ish, sudah lupakan!" Gerutu Caitlin tanpa suara sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Selena yang melihat tingkah laku Caitlin tidak seperti biasanya mulai kebingungan, ia menoleh pada Austin yang tampak sibuk pada sebuah majalah tentang mobil sport. "Sayang, menurut mu ada apa dengan Caitlin?" bisik Selena dengan sangat pelan.


Austin yang mendengar itu dengan cepat menoleh pada Caitlin, ia memperhatikan Caitlin yang tampak kesal pada dirinya sendiri, terlihat jelas saat Caitlin memejamkan matanya sambil berdecak pelan. Karena Austin adalah sosok pria yang tidak ingin pusing karena terlalu penasaran, Austin pun menurunkan majalah di tangannya dan menatap Caitlin dengan serius. "Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu Caitlin?" tanya Austin dengan suara bass-nya membuat Caitlin langsung tersadar jika ada 2 pasang mata yang mungkin saja tengah memperhatikannya sedari tadi.


Caitlin pun menjawab pertanyaan Austin dengan gelengan kepala, ia memasang jawab ceria yang tampak seperti orang bodoh. "Tidak, tidak apa-apa Dad," jawab Caitlin dengan cepat. Tidak mungkin bukan jika ia harus menjawab semua ini dikarenakan oleh Lewis, anak kalian berdua yang terlalu tampan saat tidurnya. Huft, sepertinya Caitlin sedang ada di masa pertumbuhan, ia pastinya akan merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan pada Lewis kepada pria lain juga, hal ini mungkin dikarenakan jika Lewis satu-satunya pria yang dekat dengannya selain Austin, kebanyakan teman Caitlin di kampus adalah Wanita. Baiklah, jika memang seperti itu Caitlin akan mencoba untuk melihat pria lain dan jauh lebih baik jika ia merasakan hal itu pada pria lain selain Lewis, karena sangat tidak pantas bukan ia mencintai Lewis?

__ADS_1


Selena yang merasa khawatir sedari tadi menatap Caitlin dengan penuh rasa kasih sayang. "Jangan sembunyikan apapun ya sayang, mom ingin kau selalu terbuka dan menceritakan semua masalah yang sedang kau hadapi, kau tenang saja, kau memiliki aku, Dady, dan Lewis yang akan membantumu, kau tidak sendirian dan masalah sekecil apapun jangan kau simpan seorang diri," ucap Selena yang selalu menggambarkan hatinya yang penuh kasih sayang. Oh, rasa sayang Caitlin pada Selena sepertinya selalu bertambah setiap waktunya, dia adalah sosok ibu angkat yang benar-benar tulus, tak pernah membedakan antara Lewis dan dirinya. Tapi saat ini masalahnya adalah hal yang tidak bisa ia ceritakan, bisa dibilang aneh jika ia bercerita tentang jantungnya yang tiba-tiba berdebar sangat kencang saat melihat Lewis tertidur.


"Terima kasih banyak Mom, Dad, tapi aku benar-benar tidak apa-apa, aku hanya sedang berpikir tentang kuliah ku, ada sedikit masalah tentang tugas ku," jelas Caitlin sambil berharap jika Caitlin menghentikan percakapan ini dan menyadari kebohongan Caitlin. Ia benar-benar tidak ingin perasaan anehnya ini terbongkar dan membuat keluarga yang sudah baik mengadopsinya menjadi kecewa.


"Jika ini tentang tugas, ada baiknya kau meminta bantuan pada Lewis sayang, dia pasti akan bisa membantumu, nilai nya selalu sempurna saat S2 dulu," jelas Austin. "Nah itu dia, orang yang kita bicarakan sudah datang," lanjut Austin membuat Caitlin langsung menoleh dengan cepat pada tangga yang terletak tak terlalu jauh dari meja makan.


Oh astaga, pemandangan apa lagi ini! Caitlin semakin merutuki dirinya sendiri, ia tidak percaya jantungnya kembali berdebar melihat pemandangan indah yang berasal dari Lewis yang sedang merapikan lengan jasnya. Tampan, benar-benar tampan yang sempurna, Caitlin baru menyadarinya sekarang dan hal itu sangat tidak baik untuk keadaanya jantungnya.


Caitlin membuang wajahnya saat Lewis tiba di meja makan, ia mulai memasukkan sandwich miliknya ke dalam mulut dan mengunyahnya dengan cepat. Oh astaga Caitlin, bahkan sekarang kau terlihat salah tingkah! Benar-benar hal yang memalukan! "Apa ada sesuatu yang terjadi di sini?" tanya Lewis bingung karena melihat Caitlin yang langsung membuang wajahnya dan kedua orangtuanya terlihat sedang berbincang pada Caitlin sambil melihat dirinya yang baru saja datang.


"Benarkah? Kau tidak berbicara apa-apa tentang kuliah mu, bagian mana yang menurutmu sulit?" tanya Lewis namun lagi-lagi ia melihat Caitlin yang tampak menghindarinya, membuat Lewis sedikit was-was jika Caitlin sudah seperti ini, mengingatkan Lewis pada sosok Caitlin saat di High School, di mana saat itu Caitlin sangat sulit untuk di dekati dan selalu menghindarinya.

__ADS_1


"Nanti aku akan menjelaskannya, sekarang makanlah dengan cepat, kau sudah terlambat bukan?" tanya Caitlin seakan mengingatkan Lewis akan waktu yang terus berputar.


"Ah benar, aku akan makan dengan cepat mom, klien ku kali ini sangat penting, jangan sampai dia datang lebih awal dariku," ujar Lewis yang langsung memotong sandwich tebal miliknya tak ada waktu lagi untuk berbincang sekarang.


**


Senyum Amara langsung mengembang dengan indah saat mendengar hasil interview yang menyatakan dirinya terpilih sebagai sekertaris baru untuk Lewis. Tidak akan ada juga perusahaan yang akan menolaknya disaat seperti ini bukan? Untung saja ia mendapatkan info lowongan pekerjaan menjadi sekertaris CEO dengan cepat, bahkan sebelum info lowongan pekerjaan itu di terbitkan ia sudah mendapatkan kabar terlebih dahulu jika sekertaris Lewis akan resign dalam 1 bulan lagi. "Terima kasih Sir," ucap Amara dengan lembut.


HRD tampak menyukai kecantikan Amara pun membalas senyuman Amara sambil menganggukkan kepalanya. "Oh ya, Amara, untuk masa pelatihan mu di sini adalah 3 bulan, aku harap selama 3 bulan kau tidak pernah terlambat datang dan diusahakan selalu kau yang datang terlebih dahulu sebelum CEO, beliau sangat tidak menyukai keterlambatan," jelasnya yang langsung disetujui oleh Amara. Apapun itu yang terpenting mendapatkan kesempatan kedua untuk memiliki hubungan bersama Lewis akan Amara lewati.


"Baik Sir, aku pastikan tidak akan terlambat satu hari pun," jawab Amara dengan percaya diri.

__ADS_1


***


Haiii, jangan lupa like ya guyss!


__ADS_2