My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 17


__ADS_3

“Ya Mom, minggu depan aku akan menjemputmu bersama Paman.”



Lewis yang sedang duduk di sofa tetap melanjutkan kegiatannya untuk mencocokan data dari pekerjaannya, ia hanya mendengarkan apa saja ucapan Caitlin yang sedang berbicara bersama Selena. Terkadang Lewis berpikir jika Selena lebih posesif terhadap Caitlin, biasanya Selena selalu menghubunginya setiap hari, namun semenjak kehadiran Caitlin justru Caitlin lah yang selalu mendapatkan panggilan dari Selena sedangkan Lewis mungkin hanya 1 atau 2 kali dihubungi oleh Selena atau bahkan pernah selama seminggu Selena tidak menghubunginya sama sekali dengan alasan sudah mendapatkan kabar Lewis dari Caitlin.


“Oh, hai, maaf aku baru saja menerima panggilan dari Mama Ku, kau sedang apa Peter?”



Dan untuk sesuatu yang Lewis dengar sekarang, rasanya cukup menyebalkan. Peter, Lewis tahu pria itu yang semalam akan mencium Caitlin adalah Peter, menurutnya pria kurang ajar seperti Peter sangat tidak pantas bagi Caitlin, pria seperti itu tidak akan pernah bisa menghagai seorang wanita.



“Aku tidak tahu, tapi aku akan mengusahan untuk ikut.” Lewis mengerutkan keningnya dalam, ikut? Kemana Peter akan membawa pergi Caitlin? Jika ceritanya sudah seperti ini ia tidak akan membiarkan Caitlin untuk pergi, mau tak mau besok Lewis sendiri yang harus menjemput Caitlin.



Brak! Lewis dengan sengaja menutup laptopnya dengan kencang, ia berdiri dari duduknya dan menoleh pada Caitlin yang tengah berada di Balkon. “Caitlin, tidurlah, ini sudah malam.”


__ADS_1


Caitlin yang mendapatkan panggilan hanya menoleh pada Lewis, ia menatap bingung pada Lewis yang tidak biasanya menyapa Caitlin seperti ini jika ingin tidur.



\_\_



Keesokan harinya, sesuai dengan rancana yang sudah ia pikirkan matang-matang, Lewis menatap jam yang melingkar di tangannya, masih ada waktu 20 menit sebelum Caitlin pulang dari Sekolah. Lewis menutup laptop dan mulai bersiap untuk pulang, ia sudah meminta ijin pada Mr. Kim jika Lewis ada urusan yang mendesak dan untungnya Mr. Kim selalu berbaik hari mengijinkan Lewis bekerja sesuka hatinya. “Darwin, aku akan pulang sekarang, jika ada sesuatu kirimkan saja pada email ku,” ucap Lewis saat melewati meja sekertaris barunya.




Setelah mendapatkan jawaban, Lewis berjalan masuk ke dalam lift dan mulai mengirimkan pesan pada Caitlin. \[Hari ini aku menjemputmu, tunggu aku di gerbang jika aku belum sampai.\]



Sambil tersenyum, Lewis memasukkan kembali ponselnya, lihat saja, tidak ada kesempatan bagi pria bernama Peter itu untuk membawa Caitlin pergi, pria tidak bisa dipercaya itu hanya bisa merusak wanita dan Lewis tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Caitlin.


__ADS_1


Keluar dari lift, Lewis masuk ke dalam mobil dan langsung mengendarai mobilnya dengan cukup cepat namun masih dalam batasan normal. Sekitar 1 KM lagi akan sampai, ponsel Lewis berbunyi dan sebuah pesan masuk muncul di layarnya. \[Aku akan pulang bersama temanku Paman, bukankah kau pulang nanti sore?\]



Lewis mengabaikan pesan tersebut, ia kembali fokus mengemudi dan tak lama kemudian ia berhasil sampai di depan gerbang sekolah Caitlin. Setelah melepaskan seat belt, Lewis pun mengeluarkan ponselnya kembali dan mengetuk pesan masuk tadi. \[Aku sudah di depan, hari ini kita memiliki janji bersama Brian dan Gebby.\]



Hanya menunggu 5 menit, bukan pesan masuk yang ia dapatkan, melainkan ia melihat Caitlin yang keluar dari gerbang sekolah dengan wajah sedikit cemberut, berbeda halnya dengan Lewis yang tersenyum penuh kemenangan.



Caitlin masuk ke dalam mobil dan mengenakan seat belt, ia menatap Lewis seperti biasanya, tatapan dingin yang penuh ketidak sukaan. “Janji apa? Aku tidak tahu sama sekali mengenai janji itu,” ucap Caitlin tiba-tiba saat Lewis baru selesai mengenakan seat belt dan menyalakan mesin mobil.



“Makan-makan, merayakan keberhasilan Brian karena sudah memiliki pekerjaan baru,” jawab Lewis. Ia tidak berbohong mengenai hal itu, Brian benar-benar memberikan kabar akan keberhasilannya, dan dengan ide brilian Lewis agar bisa menggagalkan acara Caitlin bersama Peter ia langsung mengusulkan untuk mengadakan makan-makan yang akan dibayar penuh oleh Lewis, Brian pun tidak mungkin menolah hal seperti itu bukan?



Caitlin tak berkomentar, namun raut wajah yang semula begitu ketus kini mulai berubah, seakan sudah menerima semuanya dengan pasrah. “Baiklah kalau begitu.”

__ADS_1


__ADS_2