My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 8


__ADS_3

Pagi hari yang sangat tak diinginkan Caitlin pun tiba, ia tidak ingin keluar dari dalam kamar dan bertemu dengan orang-orang yang tidak ia kenali seperti kemarin, tapi apa yang bisa Caitlin perbuat di usianya yang baru menginjak 14 tahun? Ia tidak tahu harus kemana lagi jika bukan bersama mereka, Caitlin ingin bersama Tommy, namun pria itu sudah mengatakan tidak bisa mengurus Caitlin di usianya yang sudah tua dan faktor ekonomi menjadi penghalang terbesarnya.


Tak terasa air mata mulai mengalir di pipi Caitlin, rasa rindu pada Maria kembali muncul, biasanya setiap pagi ia akan sedikit kewalahan membantu Maria di pasar dan saat mendekati jam sekolah ia akan pulang untuk mandi dan bersiap ke sekolah. Kini, semuanya hanyalah kenangan, tak ada lagi uluran tangan Maria yang disertai semangat. “Mom, aku ingin ikut bersamamu,” ucapnya pelan. Sebisa mungkin ia menahat isak tangis yang keluar dari mulutnya, ia tidak tahu apakah orangtua angkatnya akan memperlakukan Caitlin dengan baik atau justru menganggap Caitlin sebagai benalu.



Tok.. Tok..


__ADS_1


Mendengar suara ketukan pintu, Caitlin dengan cepat mengusap air matanya, ia membungkus dirinya kembali dalam selimut tebal yang terasa hangat. Terdengar pintu yang mulai terbuka dengan perlahan disertai langkah kaki yang mulai mendekatinya.


“Caitlin, ayo bangun sayang, kita harus bersiap sekarang, siang ini kita akan pulang.” Suara lembut itu berasal dari Selena, ia memang begitu baik dan selalu menenangkan Caitlin sedari di rumah sakit, namun hal itu tetap saja belum cukup membuat Caitlin merasa nyaman, semuanya masih terlalu asing bagi Caitlin.


Sambil menelan salivanya dengan perlahan, Caitlin mulai menurunkan selimutnya. “Ya.” Hanya itu yang keluar dari mulut Caitlin yang disertai anggukan kepala ringan. Selena tersenyum dengan lembut, ia mengusap kepala Caitlin dengan penuh kasih sayang lalu pergi keluar dari dalam kamar.



__ADS_1


“Dad, aku mohon biarkan Caitlin bersamaku di sini, aku ingin bertanggung jawab padanya dan tidak ingin gadis itu membenciku. Lagi pula ini adalah kota di mana dia tinggal, dia akan merasa nyaman dan memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan Tommy dan teman-temannya yang lain, setidaknya berikan aku kesempatan untuk menebus rasa bersalah ku Dad.”



Lalu suara lembut Maria mulai terdengar, “sayang, anak kita sudah beranjak dewasa, apa tidak akan kita beri kesempatan untuknya—“



“Tidak, ini bukan urusan sepele, kita sudah berjanji akan mengurus Caitlin dengan baik, lebih baik Lewis segera menyelesaikan belajarnya di sini dan segera kembali ke Chicago!” potong Austin dengan tegas.

__ADS_1



Caitlin merasa memiliki sedikit cahaya dalam hidupnya, setidaknya ia tidak akan berpisah terlalu jauh dengan Tommy dan teman-temannya jika tinggal bersama pria bernama Lewis itu, pria yang harus terus mengingat kesalahannya jika berada di dekat Caitlin setiap saat, pria itu sudah merampas kebahagiaannya bersama Maria, ia tidak bisa dengan begitu mudahnya hidup bebas tanpa rasa penyesalan! Caitlin pun memberanikan diri untuk keluar dari dalam kamar dan ikut masuk dalam perdebatan keluarga barunya yang tak pernah ia harapkan. “Apa aku boleh memilih?” Terlihat ketiga orang itu langsung terdiam menatap Caitlin yang bersuara. “Aku ingin tinggal di sini,” tambah Caitlin kemudian.


__ADS_2