My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 27


__ADS_3

Amara kini sudah siap dengan pakaian kerja yang akan ia kenakan hari ini, beberapa kali yang melihat pantulan dirinya di dalam cermin, sudah sangat sempurna dan pastinya Lewis akan langsung meliriknya, tidak akan ada lagi penolakan yang diberikan oleh Lewis.


Karena dirasa sudah tidak ada lagi yang harus diperbaiki, Amara pun berjalan menuju mobil yang ada di luar rumah sewaannya, ia tidak berencana untuk tinggal lebih lama di sini, setelah berhasil mendapatkan Lewis kembali ia akan tinggal di tempat yang jauh lebih baik pastinya dan mengingat umur mereka yang sudah sangat Dewasa pastinya Selena akan meminta mereka berdua untuk menikah.


Hanya memikirkan hal itu berhasil membuat Amara tersenyum dengan lebar, betapa indahnya jika semua terjadi dengan cepat. Lewis sampai saat ini tidak memiliki kekasih, hal itu akan membuat rencana Amara semakin mudah. "Baiklah, hari ini kita akan bertemu Lewis," gumam Amara.


---


Lewis pagi ini baru saja sampai di Kantor dengan wajah tak se-ramah biasanya, pikirannya terlalu fokus pada Caitlin yang bersikap semakin aneh. Tadi pagi Caitlin berangkat bersama Clara dan hal itu membuat Lewis tak melihat Caitlin sama sekali. Lalu saat kemarin malam, Caitlin menolak untuk makan malam bersama, ia seakan sibuk pada dunianya sendiri. "Apa Caitlin sedang menyembunyikan sesuatu? Apa ada masalah yang sedang dia hadapi sendirian tanpa memberitahuku?" gumam Lewis dalam hati.

__ADS_1


Pintu lift terbuka, Lewis yang sepertinya melamun merasa jika lift berjalan dengan sangat cepat. Ketika Lewis melangkah keluar, seorang pria yang cukup ia percaya terlihat berjalan kearahnya, ia tersenyum dengan begitu ramah. "Selamat pagi Sir, sekertaris baru untuk Anda sudah hadir, kau ingin bertemu dengannya?" tanya Andy.


Lewis menggelengkan kepalanya pelan. "Ah, sekertaris baru sudah didapatkan rupanya?" ujar Lewis pelan.


Andy tampak kebingungan, ia kembali bertanya pada Lewis. "Ya, Sir. Apa ada sesuatu?" tanya Andy. "Oh ya, sekertaris kali ini seorang wanita Sir, dia memiliki nilai yang hampir sempurna di Transkrip nilainya," lanjut Andy.


"Tidak, hanya saja aku sedang mencoba membujuk teman lama ku, Brian, untuk menggantikan Jeremy. Tapi tidak apa, mungkin nanti siang aku akan melihat sekertaris barunya, semoga saja dia benar-benar ingin bekerja seperti Jeremy." Lewis melihat jam yang melingkar di tangannya. "Aku akan ada meeting virtual, biar,,, siapa nama sekertaris baru itu? biar di langsung bertemu saja dengan Jeremy dan minta Jeremy untuk mengajarkannya," jelas Lewis.


Lewis yang baru mendengar nama itu lagi langsung terdiam. Amara? Apa dia berada di Chicago sekarang? Mengapa harus melamar di perusahaannya? "Astaga, apa yang aku pikirkan," gumam Lewis pelan lalu kembali melanjutkan langkahnya berjalan menuju ruangan miliknya. Lewis menggelengkan kepalanya pelan, ia merasa sangat tidak masuk akal, memangnya nama Amara hanya wanita itu saja yang memilikinya?

__ADS_1


Andy tiba di dalam ruangan yang memancarkan harum milik Amara, ia duduk di hadapan wanita cantik itu. "Lewis akan menemui mu nanti siang, sekarang kau akan di temani oleh Jeremy, dia mungkin akan tiba beberapa saat lagi, jangan sungkan bertanya padanya tentang segala hal mengenai Bos kami, Lewis. Kau tenang saja, dia sangat baik dan bijak."


Dalam seketika, senyuman Amara mulai memudar, ia pikir Lewis akan langsung menemuinya. Tapi tidak apa-apa, ia akan kembali makeup jika sudah waktunya tiba untuk bertemu dengan dirinya. "Baiklah, terima kasih Sir," ujar Amara pada Andy, pria yang ingin sekali Amara singkirkan dari wajahnya, ia sangat bosan mendengarkan pria itu berbicara banyak dan memiliki topik yang sepertinya tak akan ada habisnya. Namun, untuk saat ini Amara tidak bisa menunjukkan kemuakannya, ia harus bertahan sampai ia bisa mendapatkan Lewis kembali.


"Sebentar lagi boss akan meeting virtual di ruangannya, biasanya Jeremy akan mengantarkan kopi, kau ingin mencobanya?" tanya Jeremy dengan antusias.


Mendengar hal itu, seketika senyum Amara kembali muncul, itu adalah ide yang baik. "Ya, aku ingin!" Jawab Amara tak kalah antusias.


---

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen❤️


__ADS_2