My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 15


__ADS_3

Lewis menghembuskan nafasnya pelan, hari ini ia akan menghadiri rapat untuk iklan promosi produk terbaru di kantornya. “Selamat pagi Sir,” sapa seorang wanita yang menyambutnya dan mempersilahkan Lewis untuk masuk ke dalam ruangan rapat. Lewis tak terlalu mengenal siapa saja yang ada diruangan, ini adalah rapat pertama yang ia tangani sendiri tanpa di temani Mr. Kim dan dengan penuh kepercayaan diri ia pasti bisa menanganinya dengan sukses.



Di luar ruangan rapat, seorang wanita masih terdiam mematung, ia sedikit syok melihat Lewis dan hanya bisa membalikkan tubuhnya dengan cepat. “Amara, ada apa?” tanya Adele yang baru saja menutup kembali pintu rapat setelah Lewis masuk.



“A-apa dia Lewis?” tanya Amara.



Adele mengangguk dengan cepat, raut wajahnya terlihat langsung berubah dengan ceria. “Kau mengenalnya?” tanya Adele.“Ah aku lupa, semua orang di Kantor ini pasti tahu mengenai dia kan? Mr. Kim selalu menceritakannya, ternyata benar anak seorang Selena memang tampan, belum lagi saat Lewis pindah ke Chicago dia yang akan memimpin perusahaanya Mr. Austin.”



Amara hanya tersenyum kecil, ia benar-benar menyesal sudah meninggalkan Lewis 3 tahun yang lalu. Sekarang, apa yang terjadi padanya? Ia hanya bekerja menjadi karyawan biasa dan pastinya sangat sulit untuk mendapatkan Lewis kembali. “Dia mantan kekasih ku,” jawab Amara pada akhirnya, namun reaksi Adele cukup membuatnya kesal, ia seakan tak percaya dan meragukan fakta tersebut.



“Benarkah? Bukankah Lewis susah didekati oleh siapapun? Dia sepertinya tidak memiliki hubungan dengan siapapun.”


__ADS_1


Saat Amara akan menjelaskan tentang hubungannya dulu, sebuah suara tegas yang ditakuti seluruh karyawan kantor mulai terdengar. “Apa yang kalian lakukan di sini!” bentaknya dengan wajah tegas.



“Ma-maaf Sir,” gugup Adele yang langsung pergi menuju meja penerima tamu meninggalkan Amara yang hanya berdecak pelan.



“Amara, kau hanya memiliki 1 bulan lagi masa percobaan di Kantor ini, jika kau bermalas-malasan lagi aku tidak akan memberikan mu surat kontrak. Kembali bekerja!”



Sambil mengepalkan tangannya dengan kuat, Amara menatap belakang tubuh seorang Pria yang baru saja pergi meninggalkannya. “Awas saja kau, suatu saat nanti aku akan membalas semua perlakuanmu selama ini, dasar wanita tua menyebalkan,” ucapnya dalam hati.




Waktu istirahat sudah tiba, Caitlin kembali membuka surat pemberian Peter, sebuah surat cinta yang bertuliskan isi hati Peter dan memintanya untuk bersedia menjadi kekasih pria itu. Dengan senyum yang mengembang, Caitlin mengeluarkan ponselnya, ia merasa malu untuk memberikan jawaban pada Peter. “Kau harus memberanikan diri Caitlin,” gumamnya pelan, meyakinkan dirinya untuk bisa membuka diri agar bisa seperti teman-temannya. Selama ini ia cukup penasaran bagaimana rasanya memiliki kekasih dan menghabiskan waktu berjalan-jalan selama liburan.



\[Aku bersedia.\]

__ADS_1



Caitlin memejamkan matanya saat sudah berhasil mengirimkan pesan tersebut, ia dengan buru-buru memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku dan bergabung bersama teman-temannya yang akan menuju ke Kantin.



Ting!



Caitlin menghembuskan nafasnya dengan perlahan, ia sama sekali tidak berani membuka ponsel dan melihat balasan Peter, hatinya sudah benar-benar senang dan tidak ingin tersenyum hingga membuat teman-temannya menaruh curiga. Caitlin mungkin akan menceritakan tentang Peter saat hubungan mereka sudah cukup tercium oleh teman-temannya, karena bagaimana pun Peter adalah pria paling tampan di Sekolahnya, ia tidak ingin menjadi bahan perbincangan dengan memberitahu mereka tentang surat itu dan berpikir jika Caitlin terlalu percaya diri.



“Hai, hai, kalian lihat kearah sana, apa aku tidak salah lihat? Peter sedang melihat kearah kita!” bisik Poppy dengan sangat bersemangat.



Caitlin yang mendengar itu pun dengan cepat menoleh, dan benar saja, Peter sedang memperhatikannya dan tersenyum pada Caitlin. Jantung Caitlin semakin berdebar karena terlalu senang saat Peter melambaikan ponsel miliknya sendiri sebagai kode pada Caitlin untuk membuka ponselnya dan membaca pesan yang dikirimkan Peter. “Oh, apa ini? Kau dan Peter benar-benar pulang bersama kemarin?” protes Poppy dengan wajah cemberut.



“Sudah aku katakan, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri jika Caitlin bersama Peter merayakan ulangtahunnya semalam, aku melihat semuanya di story Hans. Ah, aku sangat iri,” ujar Miley.

__ADS_1


__ADS_2