My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 12


__ADS_3

Hanya membutuhkan waktu selama 15 menit dan mereka sudah sampai di halaman Apartemen Lewis, Caitlin dengan cepat turun dari atas motor dan melepaskan helm yang sedang ia kenakan. “Sekali lagi aku berterima kasih untuk hari ini, aku sangat senang,” ucap Caitlin seraya memberikan helm tersebut pada Peter.



“Aku senang mendengarnya, aku bahagia melihat mu bahagia Caitlin. Maaf untuk masalah pembayaran tadi, itu benar-benar merusak moment kita,” jawab Peter, raut wajahnya terlihat sangat menyesal dengan apa yang terjadi tadi.



“Tidak sama sekali, tidak ada moment yang rusak hanya karena masalah tadi,” kekeh Caitlin, ia melihat kearah sekitar lalu tersenyum kecil pada Peter. “Sudah cukup malam sepertinya, aku harus masuk ke dalam, kau hati-hati di jalan.”



Bukannya menyalakan mesin motor, Peter justru membuka helm dan entah bagaimana kini tangan pria itu menggenggam tangannya. “Kau sangat baik Caitlin, aku begitu menyesal baru bisa mengenalmu beberapa hari ini.” Tatapan Peter yang terlihat tulus membuat Caitlin menjadi terdiam, ia cukup tersentuh dengan kata-kata itu, selama ini tak pernah ada satupun pria yang mendekatinya seperti Peter, mereka semua seakan salah paham dengan Lewis yang selalu mengantar dan menjemput Caitlin setiap hari dan baru dua bulan ini ia mendapatkan kebebasan untuk tidak melihat Lewis di sampingnya setiap pulang sekolah. Baru saja Caitlin akan menjawab pertanyaan Peter, namun mulutnya seakan terkunci, entah perasaannya saja atau bukan, Caitlin merasa wajah Peter semakin mendekatinya, ia yang gugup bercampur panik hanya bisa memalingkan wajahnya dengan jantung yang berdebar kencang.


__ADS_1


“APA YANG KAU LAKUKAN!” teriakan yang disertai dorongan kencang pada tubuh Peter membuat Caitlin menjadi panik dalam seketika, ia baru melihat lagi wajah Lewis yang dipenuhi oleh amarah yang begitu besar. “Jika kau berani menyentuh adik ku lagi akan aku habisi kau!” bentak Lewis di sertai pukulan pada wajah Peter.



“Paman cukup!” teriak Caitlin, dengan cepat ia mulai memisahkan Peter dengan Lewis, untung saja wajah Peter tidak sampai terluka ataupun lebam, jika hal itu sampai terjadi Caitlin benar-benar akan marah pada Lewis. “Kau tidak apa-apa?” tanya Caitlin.



Peter menggelengkan kepalanya dengan pelan sembari menyentuh bagian rahang yang dirasa nyeri. “Tidak, siapa dia? Kakakmu?”




“Tidak, tidak apa-apa, sekali lagi aku yang minta maaf sudah membuat kesalahan fatal seperti ini,” ucap Peter yang langsung menoleh pada Lewis. “Paman, maafkan aku, aku mengakui kesalahan ku dan tidak akan mengulangi kesalahan ku yang tadi.” Perkataan Peter benar-benar sopan dan ia pun merendahkan kepalanya setelah mengucapkan permintaan maaf tadi. Namun, bukannya membuat Lewis memaafkannya sikap Peter justru membuat Lewis muak. Lewis tahu betul pria seperti Peter tidak akan bisa dipercaya, ia terlalu pintar berbicara seperti Amara, kalian masih mengingatnya bukan? Wanita paling manipulative yang pernah dikenal oleh Lewis.

__ADS_1



Setelah pria bernama Peter itu pergi, Lewis menyadari jika ia baru saja membuat masalah baru dengan Caitlin, bisa terlihat jelas betapa bencinya Caitlin pada Lewis sekarang, ia membuang wajah dan berjalan terlebih dahulu kearah lift. “Maaf,” ucap Lewis saat mereka berdua masuk ke dalam lift. Hanya kalimat itu yang bisa ia sampaikan sekarang, ia tidak ingin menambah mood Caitlin semakin hancur. “Aku hanya ingin menjagamu dengan baik,” lanjut Lewis saat tak mendapatkan jawaban apapun dari Caitlin.



“Menjagaku? Berhentilah melakukan itu, aku sudah cukup dewasa untuk menjaga diriku sendiri, kau hanya membuatku malu saja.”



“Tapi dia bukan pria yang baik, Caitlin, aku bisa melihatnya.”



Caitlin berdecak pelan, ia kembali menoleh pada Lewis dan menatapnya dengan tajam. “Kau tidak mengenal Peter, paman. Lagi pula kau pun bukan pria baik-baik, kau pembunuh dan perusak kebahagiaan ku!”

__ADS_1



Jika sudah seperti ini tak ada lagi kata-kata yang bisa Lewis ucapkan, ia hanya bisa diam dan merutuki kebodohannya. Apa yang dikatakan Caitlin memanglah benar, ia bukan pria baik-baik dan untuk apa mengatakan pria lain sebagai pria tak baik, sangat tidak pantas.


__ADS_2