My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 11


__ADS_3

2 bulan kemudian,,


Lewis merapikan dasinya sekali lagi saat bersiap pulang dari kantor, hari ini adalah hari ulang tahun Caitlin, ia sudah menyiapkan sebuah kejutan kecil yang dibantu oleh Brian di Apartemennya. “Apa sudah siap semuanya?” tanya Lewis pada Brian melalui telepon.



“Tentu saja, aku dan Gabby akan mulai menyalakan lilin kue saat kau memberikan aba-aba di depan pintu nanti,” jawab Brian dengan sangat antusias.



“Baiklah kalau begitu, aku akan menjemput Caitlin sekarang.” Lewis menutup panggilan tersebut, ia merapikan jas lalu berdiri dari kursinya. Sebenarnya hari ini Lewis memang sudah meminta ijin untuk pulang lebih awal, pukul 3 sore yang bertepatan dengan pulangnya Caitlin dari sekolah, ia akan menjemputnya tanpa mengirimkan pesan terlebih dahulu, biar Lewis yang menunggu sebentar di depan gerbang sebelum Caitlin pulang bersama temannya.



Semenjak Lewis mulai bekerja, ia sedikit kesulitan dalam menentukan jadwal menjemput Caitlin, terkadang ia yang memesankan taxi untuk menjemput Caitlin atau sesekali Brian jika sedang memiliki waktu luang, namun sudah 2 minggu ini Caitlin mengatakan jika ia memiliki teman satu arah menuju Apartemen, entah Jenny atau Kimberlly, namun yang pasti menurut Lewis adalah Jenny, karena Lewis sering mendengar nama Jenny ketika Caitlin sedang menelepon di balkon kamarnya.



Baru saja lift Lewis berhenti di Lobby, sebuah pesan masuk dari Caitlin muncul. \[Paman, jangan menunggu aku jika kau ingin makan malam, aku akan pergi bersama teman-teman ku sampai malam nanti.\] Lewis meringis pelan saat melihat pesan masuk itu, bagaimana ini? Apa itu artinya kejutan yang ia buat akan batal? Karena merasa terlalu bingung dengan apa yang harus ia lakukan, Lewis pada akhinya kembali menghubungi Brian, dengan harapan pria itu akan memberikan sedikit pencerahan untuknya.


__ADS_1


“Um, bagaimana ya? Ah, aku tahu. Biarkan saja dulu Caitlin bersama teman-temannya, kau hanya perlu mengatakan padanya untuk tidak pulang terlalu malam, ia akan melanjutkan acara ini malam saja, sambil memakan pizza dan sebuah obrolan ringan, dengan begitu suasana menjadi hangat dan kau bisa mulai mendekati Caitlin agar dia menganggap mu sebagai kakanya, bagaimana?”



Lewis berpikir sejenak, apa yang dikatakan Brian ada benarnya juga, tidak terlalu baik jika memaksakan Caitlin untuk tetap pulang, bukannya mendapatkan kesempatan dekat dengan Caitlin ia akan membuat rasa benci Caitlin padanya bertambah besar. “Baiklah, itu ide yang baik, kalau begitu aku akan membalas pesannya dulu.”



“Baiklah, semoga berhasil.”



\[Jangan pulang terlalu malam, aku harap jam 9 kau sudah pulang, ada yang ingin aku katakana padamu.\]


Caitlin menatap tak suka pada sebuah pesan yang baru saja ia baca, apa lagi yang ingin pria itu katakan? Apakah Lewis tidak tahu jika dirinya tak menyukai pria itu? Dan bahkan yang lebih menyebalkannya lagi pria membosankan itu tidak mengingat hari ulang tahunnya lagi, sudah 2 kali ia berulang tahun semenjak tinggal bersama pria itu, tapi hanya ada pertanyaan. ‘Kau ulang tahun hari ini? Kau mengharapkan kado apa?’ dan saat Caitlin hanya menjawab dengan gelengan kepala sampai malamnya pun tak ada satupun kado yang Lewis berikan. Astaga, sangat tidak memiliki kepekaan dan pantas saja pria itu tidak memiliki kekasih satupun sampai sekarang. “Huft, lagi pula aku tidak mengharapkan apapun darinya,” gerutu Caitlin pelan.



Sebuah uluran tangan di bahunya membuat Caitlin menoleh pada Peter, pria tampan keturunan Itali itu berhasil Caitlin dekati, pria yang diincar para wanita di sekolahnya saat ini sedang membawanya menuju sebuah restoran untuk merayakan ulang tahunnya. Benar-benar sangat beruntung, pikirnya.


__ADS_1


“Ada apa?’ tanya Peter. Caitlin hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda jawaban, ia pun sedikit menggeserkan tangan Peter agar melepaskan bahunya, karena jujur saja Caitlin merasa tak nyaman dengan itu.“Ups, maaf, ayo kita masuk, aku tidak sabar melihat ekspresimu dengan kejutan kecil ku.”



Senyum Caitlin sedikit mengembang, ia sendiripun tak sabar dengan apa yang sudah dipersiapkan Peter untuknya. “Ayo, kalau begitu,” jawab Caitlin.



Ketika mereka mulai memasuki restoran, mereka langsung diarahkan pada sebuah ruangan VIP dimana beberapa teman Peter rupanya sudah berada disana dengan satu kue yang sudah tertancap lilin menyala. “Happy birthday Caitlin,” teriak semuanya dengan serempak dan hari itu pun berlalu dengan sangat menyenangkan, banyak canda tawa yang Caitlin rasakan bersama Peter dan yang lainnya hingga sebuah pesan masuk dari Lewis menyadarkannya jika ia sudah terlalu lama berada di sana.


“Um, maaf, aku sebenarnya tidak ingin mengakhiri hari yang menyenangkan ini, tetapi Paman ku sudah meminta ku untuk pulang,” ucap Caitlin dengan rasa tak enak, namun syukurlah semuanya seakan memahami Caitlin dan berpamitan satu persatu.


Kini hanya tersisa Caitlin dan Peter yang akan bersiap pulang, seorang waiters datang dan memberikan bill pada Peter. Awalnya semuanya tampak normal, hingga sesuatu yang janggal mulai terjadi di mana Peter seakan tengah kebingungan mencari sesuatu di dalam tasnya lalu kembali memeriksa satu belakangnya. “Ada apa Peter?” tanya Caitlin.


“A-aku sepertinya lupa membawa dompet ku, astaga mengapa aku sangat ceroboh,” ucap Peter lalu ia menyimpan kembali tasnya dan mengambil ponsel seakan ingin menghubungi seseorang. “Maafkan aku,biar aku menghubungi kakakku dulu, aku baru ingat kemarin malam sempat membuka jaketku di mobil kakak, kau tidak apa bukan terlambat sedikit untuk pulang?”


Melihat kesulitan yang dihadapi Peter membuat Caitlin merasa simpati, ia dengan cepat membuka tas dan mengambil dompet miliknya lalu memberikan kartu yang memang jarang ia gunakan padahal Selena selalu menyuruhnya untuk berbelanja menggunakan uang bulanan yang diberikan Austin, dan sepertinya hari ini adalah hari yang pas untuk menggunakan uang itu. “Kalau begitu biar aku saja yang membayarnya, lagi pula ini adalah hari ulang tahun ku.”


“Hei, tidak bisa seperti itu, lebih baik kita mengunggu kakakku saja, tidak akan terlalu lama sepertinya.”


__ADS_1


“Sudah tidak apa-apa, Peter. Aku cukup berterima kasih untuk hari ini.”


“Oh Caitlin, aku merasa sangat tidak berguna dan menyusahkan mu, aku berjanji besok akan menggantikan uangmu.”


__ADS_2