My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 20


__ADS_3

Semenjak saat itulah, Caitlin mulai membuka dirinya pada Lewis, ia tidak menghindari Lewis kembali dan justru sudah sangat akrab seperti yang harapkan Lewis.



Tak terawa semenjak Caitlin menangis, itu adalah kejadian 5 tahun lebih yang lalu, bahkan hampir 6 tahun. Kini Caitlin menjadi wanita yang benar-benar dewasa dan mandiri, kesibukannya sekarang adalah melanjutkan S2 yang sebentar lagi akan selesai berkat bantuan Lewis yang selalu mengajarinya banyak hal. Mereka pun sudah tinggal di Chicago kembali, saat Caitlin lulus dari High School mereka berdua langsung di jemput oleh Austin dan Selena.



Untuk Lewis, kini pria itu semakin dewasa, berkembang dengan pesat mengenai bisnis dan sesuai perkataan Austin jika Lewis lah yang akan meneruskan perusahaan milik keluarga mereka. Lewis kini menjadi seorang CEO yang sangat di segani, ia terbilang baik dan ramah pada semua karyawan, namun untuk masalah percintaan Lewis masih mengunci pintu hatinya dengan rapat, rasa kecewa tidak ingin ia rasakan kembali dan merusak semua yang sudah ia gapai sampai saat ini.



“Huft.” Selena menghembuskan nafasnya pelan, ia meminum sedikit demi sedikit teh yang ada di cangkirnya. “Berapa lama lagi aku akan memiliki cucu,” ucap Selena dengan nada menyindir, ia terus melihat kumpulan asap tipis yang keluar dari cangkiri teh.

__ADS_1



Hari minggu adalah hari berkumpulnya keluarga, 4 orang sedang duduk dengan santai di ruangan khusus yang mereka desain agar selalu merasa nyaman berada di sana. Lewis yang tengah sibuk bermain ponsel membaca setiap email yang masuk tak mengindahkan ucapan Selena yang sudah terlalu sering dilontarkannya, ia sudah merasa cukup terbiasa dengan sindiran itu.



Caitlin yang masih memperhatikan cat kuku cantiknya langsung menoleh pada Selena, ia mengerutkan keningnya lalu menoleh pada Lewis. “ Jika Paman seperti ini terus dia tidak akan pernah mendapatkan seorang istri Mom, lihatlah, bahkan di hari liburpun dia sangat sibuk,” ujar Caitlin.




Kali ini, Austin yang sedang asik membaca berita di ponselnya langsung berbatuk kecil. “Caitlin masih harus fokus pada kuliahnya, sedangkan kau, sudah cukup umur dan segalanya untuk menikah,” ucap Austin.

__ADS_1



Caitlin yang merasa mendapatkan dukungan langsung berseri, ia mengejek Lewis dengan wajah yang dibuat konyol. “Kau ingin aku bantu mencari calon istri, Paman?” tawar Caitlin. Tidak akan sulit sepertinya, Caitlin pun akan mencari sosok pria seperti Lewis jika ada dua di dunia ini, walau Lewis terlalu sempurna untuk wanita seperti dirinya namun Caitlin tak akan berhenti mencari sosok pria yang mirip dengan Lewis. Dari segi penampilan yang selalu rapi dan tampan, dari segi sikap yang selalu ramah dan tak berani membentaknya.



“Ah, Mom tahu, kau sepertinya harus ikut ke acara perta Mr. Willy, ada banyak wanita hebat di sana, kau menyukai wanita yang seperti model bukan? Mereka semua sudah terkenal dan—“



“Mom, tidak.” Lewis menggelengkan kepalanya pelan. “Aku tidak ingin salah memilih lagi, jika aku sudah menemukan yang pas aku akan memperkenalkannya pada kalian, jangan memaksa ku untuk buru-buru menikah dengan wanita yang tidak aku cintai,” ucap Lewis membuat semuanya terdiam dan seakan sudah tahu kesabaran Lewis mulai menipis, Selena dan Caitlin pun merubah topic pembicaraan mengenai fashion dan Austin kembali membaca berita dan menikmati setiap waktu yang bergulir.


__ADS_1


Lewis menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya kembali, dia baru berusia 28 tahun dan beberapa bulan lalu memasuki 29 tahun, masih cukup muda baginya untuk berkarir, banyak juga kenalannya yang menikah di usia 35 tahun dan tampak bahagia dengan hal itu. Jujur saja, fokusnya saat ini hanya untuk karir dan Caitlin, ia masih ingin menjaga Caitlin dari para pria tak baik seperti Peter saat itu dan untungnya Caitlin pun bsia untuk menjaga jarak dari para pria seperti itu sehingga Lewis tak terlalu banyak berdebat saat memberikan saran pada Caitlin mengenai pria yang mendekatinya.


__ADS_2