My Adopted Princess

My Adopted Princess
Bab 19


__ADS_3

Melewati lapangan, rupanya Caitlin tak bisa lagi untuk menahan diri, ia mengepalkan tangannya kuat, air mata yang semula ia tahan kini sudah mengalir membasahi pipinya. Caitlin menutup mulutnya sambil terus berjalan dengan cepat, ia tak memperdulikan banyaknya tatapan dari murid lagi yang tampak kebingungan melihat Caitlin. Hatinya begitu sesak, ingin rasanya Caitlin menepuk rasa sesak itu agar bisa bernafas dengan lega, namun untuk saat ini rasanya tak mungkin, orang pertama yang berhasil membuatnya jatuh cinta adalah orang pertanya yang membuatnya merasakan patah hati. Benar-benar sial!



Saat Caitlin sudah melewati gerbang utama, ia sudah melihat mobil Lewis yang terparkir di tempat biasa, tanpa menunggu lama lagi Caitlin pun berlari dengan cepat agar bisa sampai ke mobil. “Caitlin? Ada apa?” tanya Lewis yang begitu panik dengan Caitlin yang masuk dengan tergesa, tidak seperti biasanya, ditambah lagi kondisi Caitlin yang menangis membuat Lewis semakin menjadi khawatir.



Caitlin menutup wajahnya dan bersandar pada kursi mobil, isakan tangisnya semakin terdengar dan menandakan jika ada sesuatu yang sangat menyakitkan sedang ia rasakan. “Hai, ada apa? Apa ada yang berani mengganggumu? Katakan padaku di mana orangnya, biar aku yang memberikannya pelajaran!” ucap Lewis dengan nada marah. Caitlin benar-benar dalam kondisi yang mengkhawatirkan, ia tidak bisa tenang jika Caitlin belum membuka mulutnya dan menceritakan sebenarnya. Apa ini perbuatan Peter? Tidak, Lewis tidak bisa asal menuduh dan membuat Caitlin kembali marah.

__ADS_1



Disaat banyaknya pertanyaan yang melayang di kepala Lewis, Caitlin menoleh kearahnya dengan mata sembab yang masih mengeluarkan air mata. “Apa dewasa semenyakitkan ini?” tanya Caitlin dengan air mata yang terus mengalir.



Lewis terdiam, pertanyaan yang Caitlin lontarkan membuatnya ikut berpikir. Tanpa di duga oleh siapapun Lewis memberanikan diri untuk mendekatkan dirinya pada Caitlin, ia memeluk Caitlin dengan begitu kuat dan menepuk halus bahu Caitlin yang masih bergetar. “Dewasa memang menyakitkan, tapi kau harus kuat, aku akan selalu ada di sampingmu Caitlin. Menangislah sepuas mu, tapi setelah ini jangan biarkan siapapun bahkan apapun membuatmu serapuh ini, kau wanita terkuat yang pernah aku kenal, Caitlin,” bisik Lewis pelan sambil memejamkan matanya. Tangisan Caitlin mengingatkan dirinya akan kejadian 3 tahun yang lalu, di mana Lewis sudah memisahkan orang yang paling Caitlin sayang untuk selamanya, ia tidak ingin melihat tangisan itu lagi, sudah cukup baginya untuk melihat Caitlin bersedih, ia pun sudah berjanji akan menjaga Caitlin dengan baik dan sekarang rasanya ia sudah merasa gagal.


__ADS_1



“Tidak, kau sangat berharga Caitlin, kau sangat berharga! Tidak boleh ada yang mempermainkan mu selama aku masih hidup, semua orang yang berani mempermainkan mu harus melawanku terlebih dahulu,” jawab Lewis dengan sungguh-sungguh. Ingin sekali ia langsung masuk ke dalam sekolah dan mencari tahu sosok yang sudah berani memperlakukan Caitlin seperti ini. Namun semua itu tidak mungkin, ia tidak bisa membuat keributan di dalam sekolah, yang ia harus lakukan adalah menunggu Caitlin membuka mulutnya dan memberitahu siapa orang tersebut, Lewis akan memberikan pelajaran yang sesuai untuk orang itu, apalagi jika orang itu adalah seorang pria, ia tidak akan mungkin melepaskannya dengan mudah!



Pelukan Caitlin semakin kuat, seakan ia sudah menemukan temat nyaman untuk membuang semua kesedihannya. “Terima kasih Paman,” ujar Caitlin yang masih terisak. Jika dipikir-pikir kembali, hanya Lewis lah yang memperlakukannya dengan sangat baik, pria itu tidak pernah lelah melakukan sesuatu untuk membantu Caitlin yang tak pernah bersikap hangat padanya, hanya Lewis juga yang memperlakukannya bagai seorang ratu dengan cara yang kaku.


--

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya guys😍


__ADS_2