My Daddy Presdir Mafia

My Daddy Presdir Mafia
Episode 11


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Naela pun pergi menggunakan supir pribadi yang disewakan kakaknya kesebuah rumah keluarga Donzello yang bahkan lebih mewah dan besar dari rumah mommy nya.


Kring....Kring... bunyi bel rumah keluarga Donzello.


" Siapa adik ini? Mau bertemu siapa?" Tanya Security.


" Hai uncle aku mau bertemu dengan grandpa dan grandma. Perkenalkan aku Naela Elaine Abriella Izabella Donzello. Cucu dari keluarga Donzello. " Ucap Naela. Nama nya memang disamarkan ia ingin menggunakan marga mommy dan daddy nya.


" Sebentar tunggu." Ucap security. Jujur ia bingung dengan anak itu apalagi namanya sungguh panjang.


Bukankah nyonya dan tuan tidak memiliki cucu. Anaknya saja belum menikah. Batin Security.


" Baiklah nona kecil, tunggu sebentar, saya mau masuk ke dalam dulu." Ucap sang security.


Security itu masuk kedalam dan memberi tahu hal ini kepada Amedeo dan Fionnuala.


" Permisi tuan. Ada seorang anak perempuan mengaku-ngaku sebagai cucu tuan." Ujar security.


" Apa? Cucu saya tidak punya cucu." Ucap Amedeo dengan dingin.


" Ada apa ini?" Ucap Fionnuala yang baru saja dari dapur.


" Itu mah ada anak perempuan mengaku sebagai cucu kita." Ujar lembut Amedeo kepada istri nya.


" APA?" Shock Fionnuala.


" Suruh dia masuk saja." Ucap Fionnuala.


" Baik nyonya." Ucap Security.


Segera ia menghampiri Naela.


" Nona kecil silahkan masuk." Ucap Security.


" Terima Kasih uncle." Ucap Naela.


Masuklah Naela kedalama rumah.


" Ini nyonya, kalau begitu saya permisi." Ucap Security lalu kembali ke tempat pos ia berjaga.


" Iya." Ucap Fionnuala.


" Hallo grandpa grandma perkenalkan aku Naela Elaine Abriella Izabella Donzello." Ucap Naela.

__ADS_1


" Hallo sayang sini duduk." Ucap Fionnuala.


" Baik grandma." Ucap Naela.


" Siapa nama mommy kamu?" Ucap Amedeo dengan nada lembut.


" Rahasia grandpa." Ucap Naela.


" Oh yah Naela ada keperluan apa?" Ucap Fionnuala dengan nada yang tahu tidak kalah lembut.


" Saya ingin menemui daddy Naela grandma." Sendu Naela.


" Apa benar daddy kamu Waldo Donzello, sayang? " Tanya Fionnuala untuk lebih memastikan.


" Benar sekali. Kalau tidak percaya kita bisa melakukan test DNA. Sebenarnya aku juga sudah melakukan test DNA dab ini hasil nya." Ucap Naela dengan yakin sambil menyerahkan map yang isinya adalah hasil dari test DNA.


Namun Amedeo dan Fionnuala tidak bisa percaya begitu saja, bisa saja itu manipulasi. Akhirnya mereka menelpon Waldo untuk pulang dan melakukan test DNA.


Disisi lain Violeta telah sampai di perusahaan W'LO Company.


" Permisi ruang presdir di sebelah mana?" Tanya Violeta.


" Silahkan ikut saya nyonya." Jawab karyawan.


" Iya. Terima Kasih." Ucap Violeta.


" Sama-sama nyonya." Ucap karyawan.


Tok tok tok


" Masuk!" Titah Waldo dengan suara khasnya. Suara bariton yang sedikit berat tapi sangat menggoda bagi kaum perempuan.


" Permisi tuan saya dari butik NN." Ucap Violeta. Butik NN itu adalah nama butik yang diambil dari nama anaknya.


" Hmm. Langsung saja." Ucap Waldo dengan dingin.


Nih orang sawan kalik yah. Untung presdir nya kalok gak dah gua tampar tuh muka. Batin Violeta.


" Cepat! " Teriak Waldo.


" Ehh.. iya jadi gini ini adalah desain para karyawan yang ini untuk Karyawan perempuan dan yang ini karyawan laki-laki." Ucap Violeta.


Kagak usah teriak kali. Batin Violeta.


" Emmm. Perfect. Setuju." Ucap Waldo.

__ADS_1


" Baiklah kalau tuan setuju saya permisi." Ucap Violeta.


Entah mengapa rasanya Waldo ingin mencium bibir pink itu.


" Tunggu..." ucap Waldo dengan suara khas.


Dan yang benar saja Waldo mencium bibir Violeta.


" Mmpppp ..tuan.. mmpp." Ucap Violeta yang kaget dan berusaha memberontak. Di dorong nya Waldo.


Plak


Ditamparnya wajah Waldo. Satu-satunya wanita yang berani. Dan ada satu orang yang melihat. Siapa lagi kalau bukan Xavier.


Mantap berani betul tuh perempuan. Batin Xavier.


" Maaf atas kelancangan saya. Tapi tuan sangat tidak sopan. Untuk kerja sama ini saya batalkan saja. Saya tidak mau kerja sama dengan orang yang lancang seperti anda TUAN. Saya permisi." Ucap Violeta.


Sial bajingan berengsek. Kamu kira saya apaan main cium bibir orang. Gerutu Violeta. Marah kesal itu yang ia dapatkan. Violeta pun pergi dari perusahaan itu.


" Prok prok gila bener. berani juga kau mencium bibir wanita itu. Apakah kau tertarik dan sudah melupakan wanita 6 Tahun itu." Ucap Xavier.


" Entah mengapa ku tertarik dan merasa pernah bertemu." Ucap Waldo.


Manis juga bibir nya. Batin Waldo.


Drtt... drtt... Bunyi ponsel Waldo.


" Hallo pah, ada apa tidak biasanya."


" Bocah sialan balik sekarang ke mansion utama." Ucap Amedeo dengan marah.


" Untuk ap...." Ucap Waldo yang belum menyelesaikan ucapannya karena sudah dimatikan oleh Amedeo.


" Xavier ke mansion utama sekarang." Perintah Waldo.


" Siap bos." Ucap Xavier.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


THANK YOU

__ADS_1


__ADS_2