
...💜 HAPPY READING 💜...
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam bergantian hari, hari berganti minggu, dan minggu bergantian bulan. Waktu yang terus berganti dengan cepat begitu juga dengan usia kandungan Violeta. Kini Violeta sudah memasuki bulan ke lima usia kehamilannya. Kehamilan Violeta juga sudah sampai ke telinga para sahabatnya dan mereka turut bahagia dengan kabar kehamilan Violeta.
Selama lima bulan ini Waldo menjadi lebih overprotektif terhadap Violeta, bukan ke hal negatif tapi ke hal yang positif. Contoh nya saja ketika Violeta ingin pergi untuk berbelanja di mall dengan mamah mertuanya tidak di izinkan oleh Waldo, Violeta hanya diizinkan pergi saat check up ke rumah sakit itupun bersama dirinya. Namun, hal itu membuat Violeta nyaman, karena ia tidak pernah merasakan hal ini saat pertama kali mengandung Nardo dan Naela.
" Honey, aku sangat ingin memakan currywurst dan Kartoffelsalat, ini permintaan baby." Ucap Violeta dengan manjanya. Memang selama kehamilannya ini Violeta sangat manja kepada Waldo.
Currywurst adalah sosis yang disajikan dengan bumbu kari sedangkan Kartoffelsalat adalah salat kentang yang disajikan dengan sosis dan biasanya diminati saat malam Natal.
" Baiklah, sweety, sesuai keinginan mu." Ucap Waldo. Ia pun segera mencari makanan itu, makanan yang diinginkan oleh Violeta tergolong mudah dicari di Germany, tidak butuh waktu lama untuk mencarinya Waldo pun menemukan restoran yang menjual currywurst dan Kartoffelsalat. Setelah itu ia pun bergegas pulang ke mansion.
" Sweety, ini aku sudah membelinya." Ucap Waldo.
" Thank you, honey. Cup!" Ucap Violeta sambil mengecup singkat bibir Waldo.
" My pleasure, sweety." Ucap Waldo.
Segera Violeta memakan makanan yang sangat dia inginkan, bisa dibilang dia sangat ngidam dengan makanan itu.
" Enak sekali, apa kamu mau, honey?" Ucap Violeta sambil menyodorkan currywurst ke mulut Waldo.
" Itu untuk kamu dan baby, sweety, aku melihat kamu makan begini sudah membuat ku kenyang." Ucap Waldo sambil mengulas senyuman. Violeta yang mendengar itu akhirnya memakan semua makanan nya sampai habis tanpa sisa.
Empat bulan kemudian. Waktu terus berjalan dengan cepat. Kini usia kehamilan Violeta sudah tepat sembilan bulan. Kini Waldo, Violeta, dan keluarga besar tinggal menghitung hari untuk menunggu kelahiran baby twin.
" Mommy, aku ingin sekali bermain dengan adik, tapi kenapa lama sekali mereka lahirnya." Ucap Naela yang sudah tidak sabar menunggu kelahiran adiknya.
" Sabar, girl, adikmu akan segera lahir." Ucap Waldo.
" Tapi, dad, ini sudah lama sekali." Ucap Naela yang tidak sabaran.
" Sabar sedikit, nanti jika kamu besar juga akan seperti mommy." Ucap Nardo.
__ADS_1
" Cih. Aku tidak bicara denganmu." Ucap Naela kesal.
" Mulai deh, mode ngambeknya." Ucap Nardo dengan sinis.
" Sudah dong, jangan bertengkar lagi, kalian akan jadi kakak jadi jangan bertengkar terus." Ucap Violeta melerai anak-anaknya.
" Iya, mom." Ucap Nardo dan Naela secara serentak.
Hari berikutnya tepat dengan malam tahun baru Germany. Semua keluarga besar berkumpul di mansion Waldo untuk merayakan Silvester yang merupakan perayaan malam tahun baru budaya Germany. Namun, saat semuanya sedang bersenang-senang tiba-tiba.
" Akhh....perutku mulas sekali, ini... seperti nya aku akan melahirkan." Ucap Violeta dengan kondisi menahan rasa sakit yang luar biasa. Rasa ini seperti saat ia akan melahirkan Nardo dan Naela.
" APA?" Ucap Waldo yang terkejut mengetahui Violeta kesakitan, namun bukannya bergerak cepat ia malah mematung menatap Violeta yang tengah kesakitan. Jujur ia tidak tahu harus berbuat apa. Yah, ini pertama kalinya ia melihat istrinya kesakitan seperti ini, ia jadi tambah bersalah saat dirinya tidak ada disisi Violeta yang sedang berjuang melahirkan Nardo dan Naela.
" Bawa ke rumah sakit Waldo!" Teriak Fionnuala yang sangat geram dengan anaknya hanya diam mematung.
" WALDO!" Kini giliran Benedetto yang berteriak untuk menyadarkan Waldo yang terlihat melamun dan mematung.
" Ah iya, rumah sakit." Ucap Waldo yang langsung sadar setelah mendengar teriakan daddy mertuanya.
Tibanya di rumah sakit segera Violeta masuk ke ruang bersalin. Namun, sebelum melahirkan, Violeta diperiksa terlebih dahulu dan ternyata ia tidak bisa melahirkan secara normal karena ada hal yang memang mengharuskan Violeta melahirkan secara caesar.
" Bisa bicara sebentar, tuan." Ucap dokter Berty, dokter Berty adalah dokter yang selalu menangani Violeta sejak kehamilan yang kedua. Dokter Berty juga yang akan memimpin jalannya operasi caesar untuk Violeta.
" Ada apa dok? Bagaimana kondisi istri saya?" Ucap Waldo yang sangat-sangat cemas.
" Begini tuan, karena kondisi tubuh nyonya Violeta yang tidak memungkinkan untuk melahirkan normal jadi saya menyarankan agar nyonya Violeta melahirkan anaknya secara caesar, operasi caesar ini dilakukan demi keselamatan ibu dan baby nya." Ucap dokter Berty.
" Baik, dok saya menyetujui nya. Lakukan yang terbaik. Berapa pun biaya nya akan saya bayar." Ucap Waldo.
" Pasti tuan, kami yang melakukan operasi caesar ini akan melakukan yang terbaik untuk nyonya dan baby nya." Ucap dokter Berty.
Mendapatkan persetujuan dari suaminya, segera Violeta di bawa menuju ruang operasi.
__ADS_1
" Tuan, silahkan masuk untuk menemani istrinya." Ucap dokter Berty. Waldo masuk ke dalam ruang operasi dan duduk di sebelah ranjang operasi Violeta.
Sebelum operasi caesar dimulai, Violeta akan diberikan obat bius atau suntik anestesi caesar yang biasanya diberikan untuk membuat tubuh bagian perut ke bawah mati rasa dan tubuh tidak merasakan sakit ketika proses pembedahan dilakukan.
" Baik, akan kami mulai tuan, nyonya." Ucap dokter Berty.
Operasi caesar pun telah di mulai. waktu terus berjalan dan akhirnya setelah menunggu hampir lima puluh menit. Baby yang ditunggu pun sudah di keluarkan dari rahim Violeta. Suara tangis baby twin menghiasi ruang operasi.
" Selamat tuan, nyonya, kedua putri anda sehat tanpa kekurangan apapun." Ucap dokter Berty. Kali ini Violeta melahirkan baby twin berjenis kelamin perempuan.
" Terimakasih dokter." Ucap Violeta dengan suara yang lemah dan kelelahan pasca operasi.
" Terimakasih, sweety, maaf jika aku tidak ada disisi mu saat kamu melahirkan Nardo dan Naela." Ucap Waldo sambil mencium kening istri tercinta nya dan tanpa sengaja buliran air matanya jatuh di pipinya.
" Jangan membahas masa lalu, honey." Ucap Violeta yang masih dengan suara lemahnya.
" Sorry, sweety. I love you so much." Ucap Waldo sambil mencium kening Violeta tanpa henti.
" I love you more, honey." Ucap Violeta yang masih dengan suara lemahnya.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
__ADS_1
HAPPY READING
IG : @Vanesaefkm_