My Daddy Presdir Mafia

My Daddy Presdir Mafia
EXTRA PART 5


__ADS_3

...πŸ’œ HAPPY READING πŸ’œ...


Pagi Hari.


" Sudah lengkap semua, sweety, tidak ada yang tertinggal kan?" Tanya Waldo.


" Sudah lengkap semua." Ucap Violeta menahan geli. Jujur ia masih geli dan jijik mendengar panggilan sayang dari Waldo.


" Baiklah kita berangkat sekarang." Ucap Waldo dan di balas Violeta dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Kini Waldo dan Violeta sedang dalam perjalanan menuju bandar udara Istanbul Airport. Setelah melakukan check out hotel mereka langsung ke bandar udara Istanbul Airport. Sesampainya disana mereka segera memasuki jet pribadi yang sama mereka gunakan saat pertama kali ke Turki.


Jet pribadi Airbus A380 yang digunakan pun telah lepas landas menuju Bandar Udara Internasional Erkilet. Penerbangan ini membutuhkan waktu kira-kira selama satu jam lima belas menit. Setalah menempuh perjalanan lumayan panjang, akhirnya jet pribadi Airbus A380 telah landing ( pendaratan ) di Bandar Udara Internasional Erkilet.


Dari Bandar Udara Internasional Erkilet, Waldo dan Violeta langsung menuju Zara Cave Hotel terletak di Goreme dan memiliki lounge bersama, taman, teras dan kamar keluarga. Fasilitas yang ditawarkan di akomodasi ini meliputi restoran, resepsionis 24 jam, layanan kamar, dan Wi-Fi gratis di seluruh areanya. Hotel ini memiliki kamar keluarga. Hotel ini juga menyediakan kamar-kamar ber-AC dengan lemari pakaian, ketel, minibar, brankas, TV layar datar, dan kamar mandi pribadi dengan shower. Zara Cave Hotel juga menyediakan sarapan prasmanan atau halal.


Sesampainya di Zara Cave Hotel, Waldo dan Violeta segara melakukan check in untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.


Kini Waldo dan Violeta sudah berada di dalam kamar setelah melakukan check in.


" Aku mau mandi dulu." Ucap Violeta.


" Mandi bersama?" Goda Waldo.


" Cih... dasar mesum. Apa kamu tuli? Aku mau mandi dulu, itu berarti aku mandi sendiri." Ucap Violeta yang kesal.


" Panggil pakai honey dong." Rengek Waldo.


" Tidak sudi. Sudahlah berdebat denganmu tidak akan ada habisnya." Ucap Violeta lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Kenapa dia imut sekali jika kesal begitu. Batin Waldo sambil tersenyum-senyum seperti orang gila.


Di kamar mandi Violeta sedang mandi membersihkan tubuhnya yang benar-benar sudah lengket karena keringat.


" Huh...segarnya." Ucap Violeta sambil mengguyurkan tubuhnya di bawah guyuran shower.


" Mendengarkan omongan laki-laki berengsek itu membuat ku bertambah pusing. Tapi akhirnya aku bisa menyegarkan badanku dan otak ku ini." Ucap Violeta berbicara sendiri.


Violeta pun telah selesai dengan ritual mandinya. Kini giliran Waldo yang akan mandi. Waldo juga mengguyurkan tubuhnya di bawah guyuran shower. Dirasa sudah cukup ia pun keluar dari kamar mandi, tapi kali ini sedikit berbeda karena ia keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Sungguh menggoda bagi kaum hawa.


Sial, kenapa harus keluar dengan keadaan dada telanjang begitu. Batin Violeta. Sungguh wanita mana yang tidak tergoda melihat tubuh yang berotot dengan perut yang six pack.


" Pakai bajumu, untuk apa kamu memamerkan tubuh mu itu?" Ucap Violeta dengan ketus.

__ADS_1


" Tubuh- tubuh aku, suka-suka aku, atau jangan-jangan kamu tergoda ya?" Goda Waldo kepada Violeta.


" Cih, menatap nya saja aku tidak sudi." Ucap Violeta lagi-lagi dia mengucapkan dengan nada yang ketus. Sebenarnya Violeta tergiur hanya saja ia mengelak dan tidak mau mengakui nya.


" Sweety, sini aku peluk." Ucap Waldo sambil merentangkan tangannya seperti orang yang ingin memeluk dan berjalan pelan menuju Violeta.


" Jauhkan tubuh mu itu dari ku." Ucap Violeta. Kali ini dia benar-benar sudah kesal.


" Kenapa kamu imut sekali sweety. Rasanya ingin melahap mu." Ucap Waldo menggoda Violeta.


Bajingan ini, benar-benar membuatku muak. Batin Violeta.


" Sudahlah aku ingin tidur, lelah sekali hari ini." Ucap Violeta sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang besar dan disusul oleh Waldo yang juga merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang sama dengan Violeta.


Waldo tertidur disamping Violeta sambil memeluk Violeta. Sedangkan Violeta merasa risih di peluk oleh Waldo yang masih telanjang dada, tapi Waldo sudah menggunakan celana boxer. Violeta akhirnya mengalah karena malas berdebat dengan Waldo.


Mereka pun akhirnya tertidur lelap sampai malam hari.


Malam Hari.


" Kita akan kemana malam-malam begini?" Tanya Violeta dengan heran.


" Ketempat yang indah, tidak kalah indah dengan GΓΌlhane Park Istanbul Turki." Ucap Waldo.


" Sudahlah ikuti saja. Nanti kamu akan tahu." Ucap Waldo sambil melilitkan kain di mata Violeta.


" Terserahlah, tapi ingat jangan aneh-aneh." Ucap Violeta penuh peringatan.


" Aku yakin kamu pasti akan menyukai ini." Ucap Waldo.


" Hm.. tapi jangan terlalu kencang mengikatkannya, mata ku bisa sakit." Ucap Violeta.


" Baiklah. Sudah selesai. Bagaimana tidak kencang kan?" Ucap Waldo.


" Lumayan lah." Ucap Violeta.


" Kalau begitu ulurkan tanganmu, sini aku akan menuntun mu memasuki mobil." Ucap Waldo. Lalu tanpa basa-basi dan perdebatan Violeta segara mengulurkan tangannya.


Violeta dituntun oleh Waldo untuk memasuki sebuah mobil. Waldo sendiri yang akan menyetir mobil ini, sedangkan Violeta duduk disebelah Waldo. Mobil yang disiapkan bukan sembarang mobil. Harga mobil yang mereka gunakan adalah Rp177,6 miliar, harga ini sangatlah fantastis. Mobil yang dimaksud adalah Bugatti La Voiture Noire. Mobil Bugatti termahal di dunia.


Waldo pun menjalankan mobil nya menuju destinasi berikutnya yaitu sebuah tempat yang indah, romantis, cocok untuk orang yang ingin honeymoon, dan tempat terindah di dunia. Mau pagi, siang, dan malam hari keindahan tempat ini tidak pernah memudar. Tempat ini sangat cocok untuk honeymoon, babymoon, dan tentunya bisa sebagai tempat untuk liburan keluarga. Perjalanan menuju tempat ini membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama.


Akhirnya Waldo dan Violeta telah sampai di sebuah tempat setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama. Waldo pun menuntun dan menggandeng tangan Violeta dengan penuh perasaan. Violeta masih menggunakan kain yang menutupi matanya.

__ADS_1


" Hati-hati turunnya." Ucap Waldo.


" Kamu sih, kenapa harus ditutup segala, kan jadi tidak kelihatan." Protes Violeta.


" Namanya juga surprise sweety. Kalau di buka nanti jadi tidak surprise. " Ucap Waldo.


" Bisa tidak, jangan panggil aku sweety. Geli aku mendengar nya." Ucap Violeta.


" Sudah diamlah, jangan berdebat lagi. Kita disini untuk menikmati pemandangan nya, suasana nya. Jadi jangan berdebat sweety." Ucap Waldo.


" Kau... buka cepat ini." Ucap Violeta dengan nada yang kesal.


" Bujuklah aku, panggil aku dengan sebutan yang sudah kamu buat lalu akan ku buka kan pengikat di matamu ini." Ucap Waldo sambil menggoda Violeta.


Laki-laki ini sangat suka memanfaatkan situasi. Batin Violeta.


" Honey, buka dong. Please!" Ucap Violeta menahan emosinya. Ia terpaksa berkata seperti itu.


" Sesuai keinginan mu sweety." Ucap Waldo. Kemudian dengan perlahan Waldo pun membuka ikatan kain yang ada di mata Violeta. Saat dibuka, Violeta sungguh terpana dengan tempat ini. Benar-benar sangat indah sekali. Tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata keindahan nya.


...πŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


...HAPPY NEW YEAR 2022...


...Readers! Semoga ditahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari sebelumnya. Dan apa yang kita inginkan bisa terwujudkan di tahun ini. Amin....


...Tulis harapan kalian buat tahun ini yuk, di kolom komentar....


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.


( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )


.


.


.


HAPPY READING


IG : @Vanesaefkm_

__ADS_1


__ADS_2