
...💜 HAPPY READING 💜...
Rumah Sakit
Disinilah semua nya sedang berkumpul menunggu Nardo yang tengah operasi. Bahkan Waldo dan Amedeo sudah menyusul Naela dan Benedetto ke rumah sakit.
" Kenapa lama sekali mom?" Tanya Violeta. Jujur ia sangat gelisah. Ia takut akan terjadi apa-apa dengan Nardo.
" Sabar sayang. Mom yakin Nardo kuat. Walaupun dia masih kecil tapi ia anak yang sangat kuat." Ucap Alexi mencoba menenangkan Violeta anaknya.
Tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka.
" Dengan keluarga Nardo?" Ucap Dokter Dio.
" Iya dengan saya sendiri mommy nya." Ucap Violeta sedikit lega karena operasi anaknya sudah selesai tapi masih ada rasa khawatir karena belum mengetahui kondisi anaknya setelah operasi ini.
" Saya daddy nya." Ucap Waldo tiba-tiba. Semua orang pun seketika serentak menoleh ke arah Waldo.
" Udah jangan nyari gara-gara kamu." Ucap Violeta. Ia tak suka bila orang kurang ajar itu mengaku-ngaku sebagai daddy nya.
" Lho tapi bener kok. Saya itu daddy nya." Ucap Waldo dengan penuh percaya diri.
" Sudah-sudah jangan ribut,itu bisa bahas nanti. Sekarang yang terpenting kesehatan Nardo." Ucap Alexi.
" Iya mom." Ucap Violeta.
" Bagaimana dok keadaan anak saya." Ucap Violeta.
" Mari silahkan ikut saya keruangan saya." Titah sang dokter.
__ADS_1
" Baik dok." Ucap Violeta.
" Mom aku ikut yah." Ucap Naela.
" No sayang. Kamu harus tetap disini ok." Ucap Violeta.
" Hmm. Oke mom." Ucap Naela.
" Aku ikut, aku kan daddy nya." Ucap Waldo.
" Serahlah." Ucap Naela. Ia membiarkan Waldo masuk karena malas berdebat dengannya.
Ruang Dokter Dio
" Bagaimana dok keadaan anak saya." Tanya Violeta. Sedangkan Waldo hanya menyimak percakapan.
" Begini nyonya. Operasi berhasil tapi saya tak yakin jika anak nyonya akan cepat siuman nya. Butuh waktu bisa jadi 1 Tahun atau lebih. Karena tubuhnya yang masih kecil dan rentan. Tapi jika nyonya memberi semangat dan ajak ia bicara terus itu bisa membantu untuk cepat siuman. Karena walaupun kondisi nya saat ini kritis ia masih bisa mendengar suara orang. Dan anak nyonya akan tetap kami pasangkan alat-alat. Jika kondisi nya sudah stabil dan siuman alat-alat itu bisa dilepaskan. " Ucap dokter Dio.
" Apa tak ada cara lain untuk membuat anak saya cepat siuman dok." Ucap Waldo dengan serius. Kali ini ia membuka suaranya.
" Maaf tuan. Untuk saat ini kita semua hanya bisa melihat perkembangan nya dan mendoakan agar anak tuan cepat siuman dan kembali sehat." Ucap dokter Dio.
" Hmm. Baiklah." Ucap Waldo.
" Dok tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya. Berapun biayanya pasti akan saya bayar." Ucap Violeta.
" Ini bukan masalah uang nyonya. Kita disini hanya bisa bersabar. Kita para dokter sudah melakukan yang terbaik." Ucap dokter Dio.
" Kalau begitu tolong pindahan anak saya di ruangan VVIP, dok." Ucap Violeta.
__ADS_1
" Baik nyonya." Ucap dokter Dio.
" Baik dok, jika tidak ada yang dibicarakan lagi saya permisi." Ucap Violeta.
" Iya silahkan nyonya." Ucap dokter Dio.
" Sebelumnya terima kasih dok, sudah berusaha yang terbaik buat anak saya." Ucap Violeta.
" Tentu nyonya. Sama-sama. Sudah kewajiban saya sebagai dokter." Ucap Dokter Dio.
" Permisi dok." Ucap Violeta dan Waldo bersamaan.
Violeta dan Waldo segera meninggalkan ruangan dokter Dio dan segera menuju ke ruangan VVIP Nardo.
Nardo sudah dipindahkan ke ruangan VVIP.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
__ADS_1
HAPPY READING
IG : @Vanesaefkm_