
...💜 HAPPY READING 💜...
Waldo dan Violeta kini telah tiba di destinasi pertama setelah menempuh perjalanan lumayan panjang.
Gülhane Park Istanbul Turki. Ini dia taman kota tertua di Istanbul, yang sudah ada sejak tahun 1912. Tempat ini menjadi sangat wajib untuk dikunjungi terutama saat festival Tulip Turki karena pada musim semi, kamu juga bisa melihat bunga-bunga tulip yang bermekaran indah di taman ini. Disini terdapat juga kafe-kafe di sisi ujung taman, dimana kamu bisa menikmati makanan dan minuman, dengan pemandangan ke arah Selat Bosphorus yang membelah kota Istanbul.
" Ini sangat indah sekali. Terima Kasih sudah membawaku kesini." Ucap Violeta sambil mengulas senyum tulusnya.
" Aku senang jika kamu senang." Ucap Waldo yang ikut bahagia jika Violeta bahagia.
Mereka mengelilingi taman tersebut dan tentunya foto-foto, karena memang taman ini sangat indah sekali. Dirasa sudah cukup bermain di taman, kini Violeta merengek-rengek untuk pertama kalinya kepada Waldo.
" Please aku ingin sekali mencicipi Dondurma." Ucap Violeta sambil mengulas senyum lucu.
" Nanti kau akan batuk dan sakit." Ucap Waldo yang kekeh melarang Violeta membeli Dondurma.
Dondurma adalah sebuah es krim mastic khas Turki. Hidangan tersebut mirip dengan hidangan penutup booza khas Suriah. Dondurma biasanya berbahan krim, krim kocok, salep, mastic, dan gula. Es krim tersebut diyakini berasal dari kota dan kawasan Maraş dan sehingga juga dikenal sebagai es krim Maraş.
" Please, hanya sekali saja. Lagian aku bukan anak kecil yang akan gampang sakit. " Ucap Violeta yang memelas dengan wajah imutnya.
Sial, kenapa muka nya seperti itu. Batin Waldo.
" Baiklah, hanya sekali saja." Ucap Waldo.
" Thank You. Cup..." Ucap Violeta sambil mengecup pipi Waldo. Sedangkan Waldo yang mendapatkan ciuman mendadak hanya bisa mematung dia sungguh terkejut dengan tindakan Violeta yang tiba-tiba menciumnya. Banyak pertanyaan mulai muncul dibenaknya.
Apakah dia sudah menerima ku sebagai suami seutuhnya? Batin Waldo.
" Ayo buruan, kenapa diam aja?" Ucap Violeta yang cemberut.
" Eh iya. Yuk." Ucap Waldo dengan nada lembut nya.
Waldo segara membelikan Dondurma untuk Violeta.
" Ini, habiskan, setelah ini kita akan kembali ke hotel." Ucap Waldo.
" Kita cuman ke taman saja hari ini?" Tanya Violeta.
" Untuk hari ini kita hanya kesini saja, karena besok kita ada penerbangan pagi." Ucap Waldo.
" What? Kenapa aku tidak tau apa-apa? Dan kita mau kemana lagi?" Tanya Violeta bertubi-tubi, dia terkejut dengan ucapan Waldo.
" Kita akan disuatu tempat yang bahkan lebih indah dari ini." Ucap Waldo.
" Huh... okelah." Ucap Violeta.
Laki-laki ini, seenaknya aja. Batin Violeta sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kini Violeta sudah menghabiskan Dondurma nya dan sekarang Violeta dan Waldo kembali menuju hotel. Sesampainya di hotel seperti biasa Violeta membersihkan diri nya, setelah dirinya selesai giliran Waldo yang membersihkan diri.
Violeta kemudian menuju ke koper isi pakaian nya, memang pakaiannya tidak di masukkan kedalam lemari hotel tapi tatap di taruh di dalam koper. Namun saat mencoba mencari baju tidur yang ada di bawah baju-baju lainnya betapa terkejut nya Violeta.
Sial, siapa yang memasukkan lingerie ini. Batin Violeta.
Flashback On
__ADS_1
Setelah pembujukan selesai ternyata Alexi dan Fionnuala masuk ke dalam kamar Naela sebelum pulang.
" Naela sayang." Ucap Alexi.
" Eh grandma, ada apa?" Tanya Naela.
" Mau bantuin grandma tidak?" Ucap Fionnuala.
" Bantu apa grandma?" Tanya Naela lagi.
" Alexi, kamu coba jelasin." Ucap Fionnuala.
" Jadi, gini kan Naela ingin mempunyai adik. Nah Naela harus kasih baju ini ke koper mommy tapi diam-diam jangan sampai ketauan sama mommy apalagi daddy." Ucap Alexi dengan jelas. Baju yang dimaksud Alexi adalah lingerie.
" Tapi kenapa harus pakai ini grandma." Tanya Naela dengan polosnya.
" Aduh sayang, sudah taruh saja, saat kamu dewasa akan tau." Ucap Fionnuala.
" Baiklah grandma." Ucap Naela
Alexi dan Fionnuala yang sudah mendapatkan bantuan dari cucunya sangat senang. Mereka berharap Violeta akan mengenakan lingerie nya.
Malam harinya. Naela berada di kamar Waldo dan Violeta dengan maksud membantu mengemas beberapa pakaian yang akan dibawa ke Turki kedalam koper. Dan tanpa sepengetahuan Violeta, Waldo, bahkan Nardo, Naela sudah menyelipkan lingerie ke dalam koper dibawah tumpukan baju-baju.
Flashback Off
" Waldo kamu keluar sekarang." Ucap Violeta yang sudah menggebu-gebu.
" Ada apa?" Ucap Waldo yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Lihat ini." Ucap Violeta.
" Kau.. mesum. Siapa juga yang ingin memakai ini. Dan ingat satu hal jauhkan pikiran kotormu itu. Sampai kapanpun aku tidak akan menggunakan ini. Kenapa kau menaruh ini di koperku. Hah.." Ucap Violeta yang sudah sangat emosi.
" Aku? Heh, aku tidak pernah menaruh ini dikopermu. Beli saja tidak pernah." Ucap Waldo. Walaupun Waldo sering celup sana celup sini tapi ia tidak pernah membeli lingerie.
" Jangan bohong kau." Ucap Violeta yang tidak percaya dengan perkataan Waldo.
" Sumpah. Coba kau tanya mommy mungkin dia yang menaruh ini." Ucap Waldo yang asal.
Karena Violeta sudah emosi tanpa basa-basi dia menelepon mommy nya. Dan Violeta terkejut mengetahui bahwa Naela yang menaruh itu atas suruhan mommynya dan mamah Waldo.
Huh... bisa-bisanya aku tidak sadar Naela yang memasukkannya. Batin Violeta.
" Bagaimana sudah percaya? Lain kali jangan seenaknya nuduh orang." Ucap Waldo.
" Sorry." Ucap Violeta sambil menundukkan kepala karena malu.
" Mau dimaafin, tapi ada syaratnya." Ucap Waldo sambil tersenyum licik.
" Tidak sudi jika harus melakukan hal itu denganmu. Terserah yang penting aku sudah minta maaf." Ucap Violeta yang tambah emosi.
" Kan, mulai lagi, dengerin dulu. Belum juga selesai ngomong," Ucap Waldo.
" Apa syaratnya? Awas aneh-aneh." Ucap Violeta.
__ADS_1
" Ini engga aneh-aneh kok, semua pasangan juga pasti melakukan hal ini." Ucap Waldo.
" Buruan, tidak usah basa basi." Ucap Violeta.
Ini perempuan tadi bersikap imut sekarang jadi galak gini. Batin Waldo.
" Mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan nama, buatlah panggilan khusus buat ku." Ucap Waldo.
" What? Emang mau dipanggil apa?" Tanya Violeta.
" Babe? Sweety? Terserah kau mau manggil ku apa." Ucap Waldo.
Sialan, laki-laki ini berengsek sekali, ingin muntah rasanya. Batin Violeta.
" Jijik aku tidak mau, panggil nama saja." Ucap Violeta.
" Baiklah kalau tidak mau aku ingin hak ku sekarang." Ucap Waldo.
" Tidak mau, baiklah kau menang, aku akan memanggil mu honey. Puas?" Ucap Violeta. Jujur ia masih belum terbiasa dengan panggilan itu. Rasanya ingin muntah mengatakan hal itu. Tapi mau bagaimana lagi jika tidak dia harus berhubungan badan dengan nya.
" Sangat puas sweety." Ucap Waldo. Kini giliran Waldo memanggil Violeta dengan sebutan sweety.
Uwek...kuping ku terasa geli mendengarkan nya. Batin Violeta.
" Baiklah karena kau sudah memanggil ku dengan sebutan honey, aku akan memaafkan mu sweety." Ucap Waldo.
" Hm. Sudahlah aku ingin tidur bukankah besok ada penerbangan pagi." Ucap Violeta.
" Iya, sekarang tidurlah sweety." Ucap Waldo.
Sumpah bulu kuduk ku berdiri semua mendengarkan ucapannya. Batin Violeta.
" Good night sweety." Ucap Waldo sambil mencium kening Violeta
" Kau... lancang sekali." Ucap Violeta yang sudah benar-benar kesal.
" Kita sudah sah. Tidurlah." Ucap Waldo.
Bajingan, awas saja kamu. Batin Violeta. Kemudian ia mulai memejamkan matanya. Disusul oleh Waldo yang juga ikut memejamkan matanya disebelah Violeta.
Setelah perdebatan lingerie dan berujung pada nama panggilan sayang mereka pun tertidur lelap.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
__ADS_1
HAPPY READING
IG : @Vanesaefkm_