
...💜 HAPPY READING 💜...
Naela pun keluar dari perusahaan Waldo dan menunju ke tempat Nardo yang sedang menunggu nya.
"Kakak, apa kita mau tes DNA menggunakan rambut daddy. Aku tidak bodoh kak." Ucap Naela. Sekarang Naela memang sudah memanggil Waldo dengan sebutan daddy. Entah mengapa iya yakin jika Waldo adalah daddy nya.
Memang adik ku ini pintar. Kita sekarang ke rumah sakit. Masih ada waktu." Ujar Nardo.
"Okey kak." Mengiyakan ucapan Nardo.
Mereka berangkat ke rumah sakit menggunakan taksi. Tibalah mereka di rumah sakit.
"Dokter, ini adalah rambut saya, kakak saya, dan daddy saya. Dokter saya mohon tolong lakukan test DNA." Ucap sambil akting menangis Naela. Memang jagonya akting Naela.
"Tapi dek, ini harus ada walinya." Ucap sang dokter.
"Saya mohon dok, saya dan kakak saya hiks... butuh hasil test itu." Tangis Naela.
"Baiklah. Hasilnya akan keluar dua hari lagi." Pasrah sang dokter. Karena merasa kasian akhirnya ia mengiyakan.
"Terima Kasih dokter." Naela yang tiba-tiba mengubah ekspresi wajah nya dari sedih menjadi senang.
"Jagonya akting." Nardo memuji akting Naela.
"Jelas dong, Naela gitu." Naela berkata dengan sombongnya.
"Kita langsung pulang aja takut mommy mencari kita." Ujar Nardo.
"Okey. Let's go." Ucap Naela. Pergilah mereka menuju mansion.
"Mommy, maaf kita pulang sedikit terlambat." Ucap Nardo.
"Iya tidak apa-apa, asalkan kalian baik-baik saja." Ucap Violeta.
"Iya mom." Ucap bersamaan Nardo dan Naela.
"Oh yah mom Naela ingin jalan-jalan. Please mom." Ucap Naela Merubah mimik wajah mengemaskan.
__ADS_1
"Baiklah, kalian bersihkan diri dulu, habis itu makan, lalu istirahat. Nanti malam jalan-jalan." Ucap Violeta.
"Hore asik, Love you mom." Naela yang kegirangan.
Malam harinya sesuai rencana Violeta mengajak anak-anak nya untuk jalan-jalan.
"Anak-anak udah siap?" Tanya Violeta.
"Sudah mom." Seru twins. ( Nardo dan Naela)
Pergilah mereka jalan-jalan keliling kota Germany. Dan akhirnya mereka berhenti disebuah taman yang sangat indah, banyak street food , dan mainan bagi anak-anak.
"Mom berhenti disini mom, mau main disini." Ucap Naela.
"Baiklah." Ucap Violeta. Mereka turun dari mobil.
"Mom aku sama kakak mau jalan-jalan ditaman ini sambil beli ice cream dan churos yah." Ucap Naela.
"Jangan jauh-jauh mainnya. Jagain adiknya Nardo. Mommy tunggu dikursi dekat air mancur" Perintah Violeta.
"Siap mom." Ucap Nardo. Twins berjalan-jalan mengelilingi taman.
"Sir, beli ice cream dua." Ucap Nardo dengan sopan.
"Mau rasa apa?" Tanya penjual ice cream.
"Bentar, mau rasa apa, Nae?" Tanya Nardo.
"Rasa stroberi dan vanila." Jawab Naela.
"Rasa stroberi campur vanila dan yang satunya coklat saja, Sir." Ucap Nardo.
"Okey." Ucap penjual ice cream. "Ini ice cream nya." Penjual tersebut memberikan ice cream kepada Nardo dan Naela sesuai yang mereka pesan.
"Ini uangnya." Nardo menyodorkan uang tunai.
"Yeyy. Ini enak banget. Suka sekali." Girang Naela.
__ADS_1
"Kak, mau churos juga." Naela yang tidak bisa menahan diri ketika sudah melihat makanan.
"Baiklah, habis ini kita ke mommy, kasihan mommy nungguin nya dek." Ujar Nardo.
"Iya kakak sayang." Ujar Naela.
"Churos dua bungkus, Sir." Ucap Nardo.
Baik tunggu sebentar." Ucap pedagang churos. Lima menit setelah menunggu.
"Ini churos nya." Ucap pedagang churos.
"Ini uang nya, Sir." Nardo menerima churos dan memberikan uang.
"Ayo ini churos sudah jadi, langsung ke mommy." Ujar Nardo.
"Iya kak." Naela menuruti perkataan Nardo tanpa melawan.
Mereka pun pergi untuk menemui mommy nya yang sedang menunggu di kursi dekat air mancur.
Disisi lain Waldo sedang berkumpul dengan sahabatnya di sebuah club. Sejak kejadian itu ia sudah tidak pernah melakukan s*x bebas. Jujur walaupun Waldo sibuk, ia tetap terbelit ingatan sembilan tahun lalu. Ditengah perbincangan mereka, Waldo tiba-tiba ingin pulang ke mansion.
"Balik dulu. Xavier balik." Ucap Waldo.
"Siap bos." Ucap Xavier. Walaupun ia sahabatnya Waldo tapi entah mengapa ia terbiasa memanggil Waldo dengan sebutan bos, padahal Waldo sudah pernah memperingati panggil nama saja jika tidak di kantor.
"Aneh banget itu anak." Heran Laiv.
"Aku juga mau pergi ke suatu tempat." Ucap Gavrilo.
Sial, kenapa semuanya pada pergi. Batin Laiv yang kesal. Karena semuanya pergi, Laiv pun pulang menuju mansion nya.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤
__ADS_1
THANK YOU