My Daddy Presdir Mafia

My Daddy Presdir Mafia
Episode 28


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Krek.


Pintu terbuka.


" Tante, om, aku pamit mau pulang bersama Naela." Ucap Waldo.


" Iya pulanglah, nak, kasihan Naela, dia belum istirahat sejak tadi." Ucap Alexi.


" Kalau begitu aku permisi om, tan," Ucap Waldo.


Axeli pun menganggukkan kepalanya, sedangkan Benedetto hanya diam saja. Jujur ia masih kecewa dengan Waldo.


Waldo dan Naela pun pergi pulang ke mansion Violeta. Memang setelah menikah Waldo tinggal di mansion Violeta.


Mansion Violeta.


" Dad, mommy mana? Apa mommy masih marah sama daddy?" Tanya Naela.


" Girl, mommy ada di kamar kok, tadi sebelum daddy menjemput Naela, mommy ada di kamar nya. Wajar jika mommy masih marah sama daddy sayang. Sekarang bersihkan badanmu dulu, setelah itu makan malam." Ucap Waldo.


" Iya dad." Ucap Naela.


Naela pun beranjak ke kamar nya, untuk membersihkan diri dan siap-siap untuk makan malam.


Ruang Makan


" Wahh.... aku sudah tak sabar memakan ini semua..." Antusias Naela.


" Makanlah yang banyak, girl." Ucap Waldo.


" Iya dad, oh yah, apa mommy engga makan bersama kita, dad?" Ucap Naela.


" Daddy, mau ke kamar mommy dulu, Naela makan sendiri engga apa-apa kan?" Ucap Waldo.


" Engga apa-apa kok, dad." Ucap Naela.


" Baiklah, daddy, naik ke atas dulu." Ucap Waldo. Kamar Violeta memang ada di lantai atas.


Naela pun membalas dengan menganggukkan kepalanya, karena mulutnya sudah terisi penuh dengan makanan.


Kamar Violeta

__ADS_1


Tok... tok...


" Bolehkah aku masuk?" Tanya Waldo dengan nada lembut. Karena tidak ada balasan dari Violeta, ia pun langsung membuka pintu yang kebetulan tidak di kunci.


Krek.


Pintu terbuka. Terlihatlah Violeta yang sedang tertidur pulas. Ia sungguh lelah karena hari ini membuat nya lelah batin dan mental.


" Violeta, bangunlah, kau belum makan apa-apa." Ucap Waldo sambil mengguncang pelan tubuh Violeta.


" Eum..." Suara khas bangun tidur Violeta.


" Ada apa kau kesini." Ucap Violeta dengan nada yang tak bersahabat.


" Makanlah ayo, Naela menunggu mu di bawah." Ucap Waldo.


" Hmm, sebentar lagi aku turun." Ucap Violeta.


" Baiklah." Ucap Waldo.


Waldo pun akhirnya kembali ke ruang makan. Sedangkan Violeta sekarang sedang siap-siap turun ke bawah.


" Dad, bagaimana mommy gak makan kah?" Tanya Naela.


" Oh.. okey." Ucap Naela.


Tap... tap...


Suara langkah kaki mendekati meja makan.


" Mommy, sini." Ucap Naela.


" Hai, sayang, maaf menunggu mommy terlalu lama yah?" Ucap Violeta.


" Tidak kok, mom, ayo makan, mom." Ucap Naela.


" Iya, sayang." Ucap Violeta.


Violeta, Waldo, serta Naela pun makan malam bersama, semuanya diam dan menikmati makan malam ini. Sesekali Waldo melirik ke arah Violeta dan Naela. Ia sungguh menyesal atas apa yang ia lakukan pada Violeta dan kedua anaknya. Waldo sangat menikmati momen-momen ini. Walaupun masih ada yang kurang yaitu Nardo, jika Nardo ada disini, makan malam ini akan menjadi makan malam yang sempurna dan sangat berarti. Entahlah apa yang akan terjadi kedepannya, apakah ia masih bisa melihat momen berharga ini.


" Mom, dad, aku sudah selesai makan nya, aku kembali ke kamar dulu, aku sudah sangat mengantuk." Ucap Naela.


" Iya sayang, tidurlah." Ucap Violeta.

__ADS_1


" Iya girl, good night." Ucap Waldo.


" Good night, dad, mom, muach.." Ucap Naela sambil mencium pipi kanan dan kiri Waldo dan Violeta.


" Night, sayang." Ucap Violeta.


Tinggallah Waldo dan Violeta diruang makan ini.


" Andai Nardo ada disini." Gumam pelan Violeta namun masih bisa di dengar oleh Waldo.


" Maaf, maaf karena aku tak bisa menjaganya, maaf." Ucap Waldo menyesal. Ia tak bisa mengatakan apapun selain kata maaf.


" Kau dengar?" Tanya Violeta.


" Aku dengar, lagian aku ada di sebelah mu." Ucap Waldo. Jadi, tadi memang Waldo saat makan malam duduk di sebelah Violeta.


" Malam ini, biarkan aku tidur sendiri di kamar ku,jika kamu ingin tidur nanti tidurlah di kamar tamu. Aku benar-benar ingin sendiri dan menenangkan diri." Ucap Violeta tanpa melihat Waldo. Setelah menikah mereka sudah tidur bersama namun mereka tak pernah menyentuh satu sama lain bisa di bilang hanya sekedar tidur dan ada pembatas di antara mereka yaitu guling.


" Iya, aku akan tidur di kamar tamu, maaf. Sungguh aku menyesal atas apa yang telah ku lakukan, aku ingin memperbaiki semuanya, berikan aku kesempatan aku mohon." Ucap Waldo sendu.


" Berikan waktu aku untuk memikirkan nya." Ucap Violeta. Ia tak tau harus menjawab apa.


" Baiklah." Ucap Waldo.


Pergilah Violeta ke kamarnya, sedangkan Waldo tidak pergi ke kamar tamu melainkan ia pergi ke markas.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.


( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )


.


.


.


HAPPY READING


IG : @Vanesaefkm_

__ADS_1


__ADS_2