
...💜HAPPY READING 💜...
Nardo dan Naela pun segera menyusul mommy nya. Mereka menggunakan taksi agar tak menaruh curiga dengan orang yang bertugas menjaga keamanan rumahnya. Ia pergi secara diam-diam tanpa ada yang mengetahui.
Hotel W'LO
Disinilah acara digelar. Dekorasi yang mewah dan megah. Penuh dengan berlian.
" Hai apa kabar Kau." Tanya Amedeo. Mereka pun saling berpelukan.
" Baik kau sendiri bagaimana." Ucap Benedetto sambil membalas pelukan.
" Baik juga. Mana putri mu." Ucap Amedeo.
" Ini putri ku." Ucap Benedetto.
" Wah kau gadis kecil yang sudah tumbuh dewasa." Ucap Amedeo.
" Cantik sekali, siapa namanya sayang." Ucap Fionnuala.
" Violeta aunty uncle." Ucap dengan sopan Violeta.
" Mana anak mu Fionnuala?" Tanya Alexi.
" Itu. Waldo sini nak." Ucap Fionnuala.
" Apa mah? Kamu...." Ucap Waldo.
" Kamuu.. dasar mesum kau." Ucap Violeta.
" Ha? Maksud nya bagaimana ini." Ucap heran Fionnuala.
" Begini aunty laki-laki ini engga ada angin engga ada hujan mencium bibir saya." Ucap Violeta.
" Apa?? Kurang ajar anak ini." Ucap Fionnuala sambil menarik kuping Waldo.
" Mah lepasin sakit." Ucap Waldo.
" Terus aja aunty. Hahahaha." Ucap Violeta. Ia merasa puas saat melihat Waldo meringis kesakitan.
" Violeta, jangan begitu." Ucap Alexi. Merasa tak enak dengan Alexi dan Amedeo.
" Iya mom." Ucap Violeta.
" Sudah-sudah acara mau dimulai ayo langsung ketempat yang sudah di tentukan." Ucap Amedeo.
Mereka pun menuju tempat yang sudah ditentukan.
" Alexi, aku sudah punya cucu dua." Ucap Fionnuala.
" Lha aku pun juga sudah punya kembar lagi." Ucap Alexi.
__ADS_1
" Woooo kita sudah jadi nenek-nenek nih hahaha." Ucap Fionnuala.
" Iya hahahaha." Ucap Alexi.
" Mana cucumu?" Tanya Alexi.
" Jujur kita pun masih bingung siapa mommy yang melahirkan mereka. Ada dua anak yang datang pada hari yang berbeda. Aku pikir anak ini beda mommy tapi satu daddy. Bocah itu sangat kurang ngajar." Ucap Fionnuala. Sungguh Fionnuala sangat geram dengan anak satu-satunya itu. Keturunan siapa dia jadi seperti itu herannya.
" Bagaimana dengan cucu mu." Ucap Fionnuala.
" Cucu ku dirumah, sebenarnya mereka ingin ikut tapi kan ini acara orang dewasa dan pastinya banyak yang bakal minum. Gak baik buat anak-anak." Ucap Alexi.
" Iya bener banget sih. " Ucap Fionnuala.
" Iya." Ucap Alexi.
Twin
Nardo dan Naela sudah sampai. Mereka bersembunyi agar rencana mereka tidak gagal.
Acara pun segera dimulai.
" Para hadirin yang terhormat terima kasih telah datang menghadiri perusahaan yang saya bangun dengan keringat saya sendiri. Saya tak bosan-bosan nya mengucapkan terima kasih kepada orang tua saya yang selalu mendukung saya. Terima Kasih mom dad. I Love You." Ucap Waldo dengan penuh ketulusan.
Disisi lain Violeta yang mendengarkan itu.
Huh... ternyata masih punya rasa terima kasih juga ini orang. Batin Violeta.
" Iya manis. Gak nyangka aku." Ucap Fionnuala.
Waldo pun terus berbicara tentang pengalaman nya saat ia membangun perusahaan ini dari nol dan bisa berkembang pesat sampai sekarang dan menjadi perusahaan besar.
" Baiklah, terima kasih semua nya sudah mendengarkan cerita saya. Semoga ini bisa menginspirasi kalian semua. Dan silahkan nikmati pesta ini. " Ucap Waldo. Setelah itu ia kembali ke tempat nya.
Pegel juga ngomong panjang lebar. Batin Waldo.
POV Violeta
Kenapa aku seperti melihat Nardo dan Naela disini. Batin Violeta.
" Kamu kenapa? Bengong aja." Ucap Alexi.
" Engga. Mom. Engga apa-apa." Ucap Violeta.
"Hm.. baiklah." Ucap Alexi.
🦋🦋🦋
" Bagaimana apa ada pergerakan dari musuh." Ucap Waldo. Sekarang Waldo tengah berbincang dengan Gavrilo, Laiv, dan Xavier.
" Tida...." Xavier belum selesai ngucap kalimat nya seketika kaget dengan suara tembakan yang begitu keras dan terdengar nyaring di telinga.
__ADS_1
Bahkan Laiv, Gavrilo dan Waldo kaget dengan hal itu. Padahal penjagaan sudah bisa dibilang sangat ketat tapi entah mengapa mereka bisa kecolongan.
Twin
Nardo dan Naela tetap bersembunyi.
Tapi tiba-tiba dari arah belakang seseorang ingin menembak daddy nya. Dan
Dor... dor.. dor..
Sebuah peluru yang di luncurkan oleh Nardo dan Naela. Dan seketika orang yang ingin menembak daddy nya langsung mati seketika. Itulah suara yang Waldo, Laiv, Gavrilo, dan Xavier dengar.
Mereka pandai dalam bela diri dan tembak menembak.
Seluruh tamu pun dibuat kaget dan mereka sangat panik. Namun sayang sekali orang yang ingin menembak daddynya tidak hanya satu orang.
Bahkan Waldo dibuat kaget dengan apa yang di lakukan oleh kedua anaknya. Sedangkan sahabat nya yang belum mengetahui identitas anak kecil tersebut begitu kaget. Mereka bertanya-tanya bagaimana bisa anak kecil itu menembak dengan sangat profesional. Sungguh konyol tapi itu kenyataan.
" Daddy....awas" Teriak Naela dengan penuh ke khawatiran.
Seketika itu Waldo langsung menghindari tembakan.
" Daddy?" Itulah yang ada dibenak para sahabat nya. Sungguh mereka sangat bingung siapa anak ini? Kenapa memanggil Waldo daddy?
Namun kebingungan yang sedang melanda mereka segera mereka mengesampingkan itu setelah mendengar tembakan yang masih berlanjut.
Dor.. dor... dor...
Bunyi suara tembakan masih berlanjut kali ini yang menembak adalah musuh Waldo.
Nardo dan Naela tidak tinggal diam, ia juga menembakkan peluru ke arah musuh. Para sahabat dan mafioso pun segera menyerang balik musuh, begitu juga dengan Waldo.
Namun, saat ditengah kericuhan ini ada satu orang yang ingin menembak kearah Violeta dan....
dor......
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
HAPPY READING
__ADS_1
IG : @Vanesaefkm_