My Daddy Presdir Mafia

My Daddy Presdir Mafia
Episode 27


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


DEG!


Ucapan Violeta sungguh membuat semuanya shock. Mereka semua tak menyangka wanita muda ini meminggul beban yang sangat berat hanya seorang diri.


" Sayang... kenapa tak pernah cerita ke mommy, jika kamu memiliki beban ini sayang." Ucap Alexi. Ia sungguh shock dengan ucapan anak perempuan nya ini. Seberat itu kah beban yang kamu pinggul sayang. Batin Alexi.


" Maafkan anak tante sayang, kamu pasti tertekan selama ini." Ucap Fionnuala. Bajingan itu bisa-bisanya membuat seorang perempuan begitu rapuh seperti ini, kurang ajar. Batin Fionnuala.


" Hikss.... mommy aku sayang sama mommy." Ucap Naela sambil memeluk Violeta.


" Mommy maafin Nardo udah buat mommy sedih harusnya ini gak perlu di...." Sendu Nardo. Ia tak melanjutkan kata-katanya.


" Mommy maafin Naela udah suruh mommy nikah dengan daddy hiks." Ucap Naela.


" No, anak-anak mommy gak salah." Ucap Violeta sambil terisak menangis.


" Heh bajingan, lihat karna kesalahan mu itu membuat mantu mamah jadi seperti ini." Geram Fionnuala.


Waldo pun yang sudah babak belur di pukul oleh Benedetto dan di tampar Fionnuala, segera ia mendekati Violeta.


" Maaf... maaf karena kesalahan ku kau jadi seperti ini maaf." Ucap Waldo sambil menundukkan kepala dan suaranya melemah.


Violeta yang melihat itu hanya berdiam diri saja.


" Mommy, daddy, aku mau pulang dulu, tolong jaga anak-anak ku." Ucap Violeta mengabaikan Waldo.


Violeta pun meninggalkan rumah sakit dan menuju ke mansion nya.


" Kau harus buat hati Violeta luluh, boy." Ucap Amedeo pelan tapi masih bisa didengar Waldo sambil menepuk bahu Waldo.


" Grandma hiks... mommy marah yah sama Naela." Ucap Naela sambil menangis.


" Engga sayang, mommy hanya butuh waktu untuk menenangkan diri saja. Ia tak akan marah sama Naela dan juga Nardo." Ucap Alexi meyakinkan cucunya.


" Mah, pah, aku juga pulang dulu." Ucap Waldo. Ia sebenarnya ingin menyusul Violeta.


" Benedetto, Alexi, maaf..." Ucap Fionnuala. Ia sungguh malu atas kelakuan anaknya.


" Kau tak salah, biarlah anak mu yang minta maaf dan memperbaiki semua keadaan yang sudah ia buat ini." Ucap Alexi.


" Huh.. kalau begitu kita harus pamit terlebih dahulu, ada hal penting yang harus kami urus." Ucap Fionnuala.


" Baiklah hati-hati." Ucap Alexi.


" Maaf tadi aku spontan memukul anak mu." Ucap Benedetto.


" Hajar saja, memang pantas di beri pelajaran." Ucap Amedeo. Ia pun kesal dan malu dengan tingkah dan kelakuan anaknya.


" Dengan senang hati." Ucap Benedetto.

__ADS_1


" Dad..." Ucap Alexi mengintimidasi.


" Canda sayang." Ucap Benedetto.


" Kami pamit dulu." Ucap Fionnuala.


" Iya." Ucap Alexi.


Pergilah Amedeo dan Fionnuala ke mansionnya.


🦋🦋🦋


Mansion Violeta


Di dalam kamar Violeta teriak- teriak. Ia tak tau harus berbuat apa.


" Akhhhh.... kenapa.... kenapa aku harus di pertemukan dengannya?" Teriak Violeta frustasi.


Namun tiba-tiba.


Krek.


Pintu terbuka.


" Boleh kah aku masuk." Ucap Waldo dengan nada yang sangat lembut.


Violeta yang melihat itu hanya diam saja. Ia enggan berbicara dengan Waldo. Sedangkan Waldo yang tak mendapatkan respon, ia pun langsung masuk begitu saja.


" Aku tau kau pasti masih marah denganku, kau boleh pukul aku, kau boleh memaki-maki ku, kau boleh membenciku tapi kau harus tau aku sungguh tak sengaja melakukan itu. Sebenarnya waktu itu aku sedang menunggu wanita *****, tapi kau tiba-tiba datang ke kamar ku dan karna aku sudah terpengaruh alkohol jadinya ku melakukan hal itu terhadap mu, maaf. Sungguh aku sudah mencari mu selama beberapa tahun ini mulai dari aku melakukan hal tak senonoh dengan mu sampai detik ini aku bahkan masih mencari mu. Tapi selalu hasilnya nihil CCTV mati saat kejadian hari itu membuat ku kesusahan untuk mencari mu. Bahkan aku tak melihat wajahmu semuanya buram ini karna minuman alkohol yang begitu kuat. " Ucap Waldo dengan jujur.


" Hiks... kauu tauu kauu sungguh berengsek. Hiks..." Ucap Violeta sambil memukul- mukul kecil di dada Waldo.


" Aku memang berengsek bajingan tapi apa kau tau setelah aku melakukan hal itu terhadap mu aku mulai stop untuk melakukan hubungan itu dengan wanita-wanita lain di luar sana. Apa kau ingat pertemuan kita di perusahaan ku. Kenapa aku menciummu? Karena aku mulai tertarik padamu dan entah mengapa aku seperti sudah pernah melihat dirimu. Aku sungguh bodoh tak menyadari hal itu." Ucap Waldo tak terasa air matanya jatuh namun cepat-cepat ia menyekanya. Hancur sudah harga dirinya yang notabene nya mafia terkejam. Walau begitu ia hanya manusia biasa.


" Mau kah kita mulai dari awal hubungan kita. Aku ingin memperbaiki semuanya. Pertemuan awal kita memang tak mengenakkan tapi aku ingin membangun hubungan kita mulai dari awal. " Ucap Waldo.


" Hiks... aku... aku... aku tak tau, akan aku pikirkan." Ucap Violeta. Ia bingung harus menjawab apa.


" Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu. Ku harap kau mau. Aku ke rumah sakit dulu. Maaf." Ucap Waldo.


Waldo pun meninggalkan Violeta sendirian di kamar.


Rumah Sakit


" Tante, om, maafkan saya, sungguh saya tak sengaja melakukan itu." Ucap Waldo. Sekarang Waldo meminta maaf kepada orang tua Violeta yang notabene nya adalah mertuanya.


" Minta maaflah kepada Violeta, bukan ke tante sayang." Ucap Alexi.


" Saya sudah melakukan nya tante, saya tadi sudah bicara berdua dengannya. Saya ingin memperbaiki semua kesalahan saya. " Ucap Waldo.


" Baguslah." Ucap Alexi.

__ADS_1


" Kau mending pergi dari sini." Usir Benedetto kepada Waldo.


" Sudahlah dad, lagian dia ingin memperbaiki semua kesalahan nya." Ucap Alexi.


" Boleh kah aku bicara dengan Nardo dan Naela." Ucap Waldo.


" Tentu." Ucap Alexi.


" Dad, ayo kita keluar biarkan mereka berbicara dengan daddy nya." Ucap Alexi.


" Disini saja, buat apa keluar lagian aku ingin tau apa yang di bicarakan." Ucap Benedetto. Ia memang marah besar terhadap Waldo. Karena Violeta adalah anak satu-satunya. Ayah mana yang tak marah melihat orang yang sudah membuat anaknya hancur.


" Dad..." Ucap Alexi di dengan nada ancam.


" Baiklah." Ucap Benedetto yang akhirnya mengalah.


Alexi dan Benedetto meninggalkan ruangan itu. Mereka menunggu di depan ruangan.


" Nardo, Naela, maaf kan daddy, maaf tak ada saat kau lahir, maaf daddy tak ada saat kau membutuhkan daddy. Maaf." Ucap Waldo air matanya pun jatuh.


" Naela sayang dengan daddy, Naela sudah memaafkan semuanya, daddy jangan menangis." Ucap Naela sambil menyeka air mata Waldo.


" Nardo memang belum bisa sepenuhnya memaafkan daddy tapi jika daddy bisa membuat mommy bahagia tanpa kesedihan Nardo akan memaafkan daddy sepenuhnya. Jika memang air mata mommy jatuh Nardo harap air mata itu adalah air mata kebahagiaan dad." Ucap Nardo.


" Pasti boy, dad akan berusaha membuat mommy kalian bahagia selamanya." Ucap Waldo penuh keyakinan.


" Terima kasih sudah memaafkan daddy Naela, daddy juga akan berusaha membuat mommy kalian bahagia selamanya, mendapatkan maaf sepenuhnya dari mu boy, dan membuat mommy kalian jatuh cinta pada daddy. Daddy mencintai kalian. Daddy juga mencintai mommy kalian. " Ucap Waldo sambil memeluk Naela dan Nardo.


" Kami juga sayang daddy." Ucap Nardo dan Naela bersamaan.


" Kalau begitu daddy harus pulang boy, dan girl ayo pulang kau besok sekolah." Ucap Waldo.


" Istirahatlah sekarang, agar segera pulang dan berkumpul bersama boy." Ucap Waldo.


" Okey dad. " Ucap Nardo dan Naela bersamaan.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.


( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )


.


.


.


HAPPY READING

__ADS_1


IG : @Vanesaefkm_


__ADS_2