
...💜 HAPPY READING 💜...
Kehidupan Violeta dan Waldo sekarang sudah berubah, setelah acara pernikahan yang mereka laksanakan Violeta beserta dengan Nardo dan Naela pindah ke mansion baru Waldo. Waldo menyiapkan mansion ini memang khusus buat Violeta, Nardo, dan Naela.
" Malam ini bolehkah aku meminta hak ku." Ucap Waldo.
Bajingan ini benar-benar tidak tau malu. Batin Violeta.
" Aku belum siap dan kau... dasar tidak tau malu." Ucap Violeta dengan nada sedikit kasar.
" Aku hanya meminta hak ku, lagian aku sudah pernah mencicipi tubuhmu itu." Ucap Waldo tanpa ada rasa malu sedikit pun.
" Kau... bajingan, sudah aku ingin tidur, hari ini membuat ku sangat letih." Ucap Violeta.
Waldo yang mendapatkan sebuah penolakan, ia pun mengalah, mungkin ini bukan waktu yang tepat dan ia juga memahami Violeta.
Violeta sekarang sudah tertidur lelap, tapi bedanya sudah tidak ada pembatas seperti guling.
Pagi hari pun telah tiba. Kini dua sejoli sedang tertidur pulas dan tanpa disadari mereka tertidur sambil memeluk satu sama lain. Sedangkan Nardo dan Naela sedang berada di ruang keluarga.
" Kak, apa aku akan mempunyai seorang adik hihihi." Ucap Naela yang tiba-tiba sambil membayangkan betapa senangnya ia jika memiliki seorang adik perempuan.
__ADS_1
" Cih... pokoknya tidak ada namanya adik lagi. Punya adik seperti mu saja sudah membuat ku repot." Ucap Nardo.
" Ih... kakak tuh. Pokoknya nanti aku mau bilang ke mom dan daddy untuk membuatkan aku adik hihihi." Ucap Naela. Ia tetap dalam pendirian nya ingin memiliki seorang adik.
" I don't care!" Ucap Nardo.
Di sebuah kamar seorang perempuan terbangun dalam tidurnya. Setelah melewati hari yang melelahkan dan merasa istirahat nya sudah cukup ia pun terbangun dari tidurnya.
" Ugh..." Suara khas seseorang yang baru saja bangun tidur.
Sial, bisa-bisanya aku memeluk laki-laki bajingan ini, mau dikemanain muka ku ini. Batin Violeta.
Yah, perempuan itu adalah Violeta yang baru saja terbangun dari tidurnya.
Violeta yang mendengarkan pertanyaan dari Waldo hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Waldo. Violeta segera beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Namun disaat ia mau melangkah menuju kamar mandi ada suara orang menyebalkan yang menghentikan langkahnya.
" Heh, ditanya tuh di jawab." Ucap Waldo saat Waldo merasa pertanyaan nya diabaikan. Walaupun hanya pertanyaan untuk basa basi.
" Punya mata tidak?" Tanya Violeta dengan sinis.
__ADS_1
" Punyalah, emang aku buat." Ucap Waldo dengan nada yang sedikit tinggi.
" Bagus deh, udah liat kan, jadi tidak perlu dijawab." Ucap Violeta sambil berjalan menuju kamar mandi. Violeta pun sudah ada didalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Waldo yang mendengar ucapan Violeta hanya bisa mengulas senyum. Ia harus belajar sabar menghadapi perempuan itu yang notabene nya sudah menjadi istrinya sah di mata hukum, negara maupun agama.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
HAPPY READING
__ADS_1
IG : @Vanesaefkm_
Maaf update nya tidak setiap hari. Karena author sedang sibuk 😭 terimakasih 🙏