
...💜 HAPPY READING 💜...
Markas Zello Blood
Waldo telah tiba di markas Mafia nya. Semua mafioso yang melihat kedatangan Waldo seketika menunduk hormat.
Waldo pun masuk ke dalam ruangannya. Gavrilo, Laiv, dan Xavier yang mendengarkan kabar bahwa Waldo sedang berada di markas segera ia beranjak keluar ruangannya menuju ruangan Waldo.
" Wow... woww, sedang apa kau ada disini?" Ucap Gavrilo.
" Markas punya aku, mau datang kapan saja seterah aku." Ucap Waldo dengan nada yang sedikit meninggi.
" Sepertinya ada yang sedang kesal." Ucap Laiv.
" Iya, lihatlah mukanya di tekuk gitu." Ucap Gavrilo.
" Bisa diam tidak?" Ucap Waldo tegas.
" Relax, bos!" Ucap Xavier.
" Ada masalah apa? Cerita." Ucap Gavrilo.
" Kalian ingat tidak, dengan wanita yang selama ini kita cari bertahun-tahun. Kau tau siapa dia?" Ucap Waldo.
" Tidak tahu, bos." Ucap spontan Laiv.
" Bisa-bisa aku bunuh kamu, Laiv." Ucap Waldo. Seketika Laiv yang mendapat ancaman itu langsung nyalinya menciut, namun tidak membuat dia berhenti bertanya.
" Relax, jadi siapa wanita itu?" Tanya Laiv langsung ke mode serius.
" Wanita itu sekarang menjadi istri ku." Ucap Waldo membuat Gavrilo, Laiv, dan Xavier shock.
Sahabat Waldo memang belum tau kalau Waldo sudah menikah, sedangkan sahabat Violeta sudah pada tau jika Violeta telah menikah.
" What? Kapan kau menikah?" Tanya Gavrilo.
" Pernikahan itu sangat mendadak, itu pun atas permintaan putri ku. Dan kau, Xavier, ingat dengan wanita yang ada dirumah sakit?" Ucap Waldo.
" Ada empat wanita, bos, waktu di rumah sakit. Yang mana?" Ucap Xavier. Empat wanita yang di maksud adalah Charlotte, Ivy, Victoria, dan Violeta. Sebenarnya waktu itu Xavier memang ada di rumah sakit tapi hanya di luar ruangan dan tidak mendengarkan apa yang terjadi di dalam ruangan itu.
" Kau... huh...namanya Violeta perempuan yang ku cium di perusahaan, ingat tidak?" Ucap Waldo.
" Oh ingat bos, ternyata wanita itu, terus bagaimana hubungan mu dengannya?" Ucap Xavier.
" Sebentar-sebentar wanita yang mana, aku tidak tau." Ucap Gavrilo.
" Kau jelaskan pada manusia ini." Titah Waldo kepada Xavier.
" Oke, bos. Kau ingat saat terjadi penembakan di pesta itu. Ada wanita yang menangis karena anaknya tertembak. Wanita itu adalah istri bos." Ucap Xavier.
" Huh... sayang sekali aku tidak melihat begitu jelas wajahnya. Karena aku terlalu fokus menghajar dan menembak musuh." Ucap Gavrilo.
" Aku pun tidak melihat nya." Ucap Laiv.
" Jadi, anak dua yang ikut menghajar musuh adalah anak mu? Dan mereka kembar?" Tanya Gavrilo memastikan.
" Benar sekali." Ucap Waldo.
" Aku tidak menyangka ternyata kau sudah punya anak dua sekaligus. Dan anakmu sangat pandai menggunakan senjata. Penerus Zello Blood." Ucap Gavrilo.
" Bukannya kau harus bahagia, wanita yang selama ini kau cari sudah ketemu dan sekarang menjadi istrimu, dan kau malah terlihat kesal dan marah hari ini, masalahnya ada dimana?" Ucap Laiv.
__ADS_1
" Masalah nya adalah dia belum bisa memaafkan ku, dan masih marah dengan ku. Aku tahu itu wajar jika dia marah, kecewa. Tapi aku ingin membuka lembaran baru dengan nya, memulai dari awal dengan nya dan memberi ku kesempatan." Ucap Waldo.
" Apa kau sudah mencintai nya?" Tanya Laiv.
" Cinta? Sebenarnya ku sudah tertarik dengan nya saat aku bertemu dengannya di perusahaan. Mungkin aku sudah mencintai nya. Aku merasa takut kehilangan nya." Ucap Waldo.
" Jika kau sudah mencintai nya ceraikan dia." Ucap Laiv.
" KAU." Ucap Waldo dengan nada tinggi dan ia sangat marah dengan ucapan Laiv segara ia melayangkan tinju ke arah Laiv namun di halang oleh Gavrilo.
" Hei, relax, bro, dengarkan dulu ucapan Laiv." Ucap Gavrilo. Ia yakin bahwa Laiv punya maksud dan tujuan mengatakan itu.
" Huh....Apa maksud mu berkata begitu?" Ucap Waldo menahan rasa kesal nya.
" Bukankah kamu bilang ingin memulai lembaran baru, aku beri saran kau ceraikan dia, setelah itu kau lamar dia ungkapan isi hatimu yang sebenarnya. Kau ceraikan dia dan mulai sebuah hubungan baru nikahi dengan pernikahan yang ia impikan selama ini. Itu bisa membuktikan betapa kau mencintai nya. Dengan kau menceraikan dia, mulai lah hidup baru dengan cara yang benar-benar ia tidak terpaksa seperti saat dia terpaksa menikahi mu demi anak-anaknya." Ucap Laiv dengan bijak.
" Benar juga, akan ku coba." Ucap Waldo.
" Tapi, ingat bicara baik-baik dengannya." Ucap Laiv.
" Tentu." Ucap Waldo.
" Aku mau pergi pulang, Thanks!!" Ucap Waldo.
" Okey bos." Ucap Gavrilo, Laiv, dan Xavier bersamaan.
Waldo pun pergi pulang ke mansion Violeta.
Mansion Violeta
Waldo yang sudah sampai di mansion, langsung beranjak ke kamar tamu.
Setelah berbicara sendiri dan mempertimbangkan banyak hal akhirnya ia terlelap tidur.
Pagi Hari pun telah datang. Di dalam kamar seorang wanita yang sedang membangunkan putrinya.
" Sayang, bangun, sekolah." Ucap Violeta sambil menepuk-nepuk pelan paha putri nya.
" Iya mom, lima menit lagi." Ucap Naela.
" Bangun, nanti kau terlambat sayang." Ucap Violeta.
" Iya mom, ini udah bangun." Ucap Naela segera berdiri dari tempat tidurnya dan melangkah ke kamar mandi.
" Baju udah, mom, siapkan, setelah selesai turun ke bahwa untuk sarapan." Ucap Violeta.
" Siap mom." Ucap Violeta.
Violeta pun turun ke bawah untuk mempersiapkan sarapan.
Ruang Makan
" Huh... apa laki-laki itu sudah bangun. Apa aku cek saja? Akhhh janganlah." Gumam Violeta dalam hati.
Tap.. tap...
Suara langkah kaki Naela.
" Morning, mom." Ucap Naela.
" Morning, sayang." Ucap Violeta.
__ADS_1
" Mom, daddy mana?" Tanya Naela.
" Sepertinya, daddy mu masih tidur sayang." Ucap Violeta.
" Oh..mom setelah pulang sekolah aku akan langsung ke rumah sakit yah." Ucap Naela.
" Iya sayang. Sekarang makan dulu. " Ucap Violeta.
" Okey, mom." Ucap Naela.
Violeta dan Naela pun memakan makan yang sudah di sajikan di meja makan. Setelah dirasa cukup akhirnya mereka menyudahi makan pagi ini.
" Mom, daddy kenapa belum bangun-bangun sih. Mom aku ke kamar daddy yah." Ucap Naela.
" Tidak perlu, pergilah sekolah nanti terlambat." Ucap Violeta.
" Tapi, aku kan harus diantar daddy ke sekolah." Ucap Naela.
" Pergilah bersama supir. Daddy masih tidur." Ucap Violeta.
Namun...
" Aku sudah bangun, ayo girl, berangkat sekarang." Ucap Waldo yang baru saja turun dari kamar nya.
" Let's Go, dad." Ucap Naela.
" Tunggu, apa kau tidak ingin sarapan dulu." Ucap Violeta sedikit ragu.
DEG!
Ia memperhatikan ku. Apa dia mulai menerima ku. Batin Waldo dalam hati. Matanya pun saling bertemu dengan mata Violeta. Deg deg deg jantung mereka berdua berdetak kencang.
" Aku akan makan di kantor saja. Kasihan Naela nanti jika menunggu ku dia akan terlambat." Ucap Waldo.
" Baiklah." Ucap Violeta.
" Mom, aku berangkat dulu. Bye." Ucap Naela.
" Bye." Ucap Violeta.
Berangkatlah Waldo dan Naela ke sekolah Naela.
" Huh... jantung ku tadi kenapa berdetak sekencang itu. Dan ada apa denganku. Akhhh..." Ucap Violeta. Ia merasa heran dengan dirinya sendiri.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
HAPPY READING
IG : @Vanesaefkm_
__ADS_1