
...💜 HAPPY READING 💜...
RUANG MAKAN
Setelah perdebatan kecil yang terjadi di kamar Waldo dan Violeta. Sekarang mereka sudah ada di meja makan untuk sarapan pagi sebelum memulai aktivitas, di meja makan itu juga ada twins siapa lagi kalau bukan Nardo dan Naela.
Sarapan pagi mereka begitu tenang tanpa ada suara sedikit pun dari mulut mereka hanya ada suara sendok dan garpu yang mereka pakai untuk makan.
Masakan yang di masak pun sangat mewah, mungkin bagi Waldo itu biasa-biasa saja tapi bagi rakyat jelata itu tergoda untuk sangat mewah.
Setelah usai sarapan pagi mereka tetap berada dirumah dan melakukan aktivitas masing-masing, Waldo sekarang sedang masa cuti pernikahan, yah sebenarnya tidak perlu cuti tidak apa-apa karena dia adalah boss nya.
Semua sudah berkumpul di ruang keluarga, termasuk keluarga dari pihak Violeta. Dua keluarga terpandang sedang berkumpul di mansion Waldo sedang membujuk seorang wanita.
" Mom, ngapain juga aku harus honeymoon? Lagian udah punya anak." Ucap Violeta, ia sungguh tidak sudi jika harus honeymoon dengan laki-laki bajingan itu.
Yah, ide honeymoon ini adalah ide dari Waldo. Ia meminta bantuan mertuanya dan mamah nya untuk membujuk Violeta.
" Yaampun anak mommy, kamu kan habis nikah berarti kamu wajib honeymoon. Kan nanti Nardo sama Naela bisa punya adik." Ucap Alexi.
Naela yang mendengarkan omongan grandmanya seketika bersorak kegirangan.
" Hore.... hore... aku pengen punya adik, adik perempuan ya, mom, please." Rengek Naela sambil memperlihatkan wajah imutnya.
" Pasti sayang, dad, akan membuat nya dengan mommy mu." Ucap Waldo tanpa dosa dan tanpa rasa malu.
Sialan, laki-laki ini sungguh tidak tau malu. Batin Violeta.
" Nah, benar itu kata suamimu, mommy juga ingin cucu lagi." Ucap Alexi.
" Mamah, juga ingin cucu lagi dari mu." Ucap Fionnuala.
" Sudahlah mom, jangan dipaksakan, lagian juga udah punya cucu dua." Ucap Benedetto. Lagi-lagi Benedetto yang masih saja cuek dengan Waldo. Bagaimana tidak? Laki-laki yang ada didepannya ini membuat putri satu-satunya kesayangan nya pula, pernah mengalami hal yang menyakitkan.
" Tidur diluar!" Ucap kesal Alexi.
Upss.... hahahhahaa
__ADS_1
Semua yang ada diruang keluarga mendegar omongan dari Alexi pun tertawa kecuali dua anak kecil yang kini hanya sedang menonton drama para orang dewasa. Walaupun mereka pintar namun untuk masalah dewasa mereka kurang mengerti.
Naela memang menyuruh membuat adik, tapi ia hanya tau dasarnya saja, seperti yang dijelaskan di sekolah nya.
" Mantu kurang ajar, diam kau." Sentak kesal Benedetto dengan nada tinggi kepada Waldo yang ikut menertawakannya. Seketika mendapat sentakkan dari sang mertua, Waldo seketika berhenti tertawa.
" Yang sabar, bro!" Ucap Amedeo kepada besannya sekaligus sahabat nya sambil menepuk pelan bahu Benedetto.
" Bapak sama anak sama saja." Ucap pelan Benedetto yang masih terlihat kesal. Namun ucapan itu masih bisa didengar oleh Alexi.
" Dad..." Ucap Alexi intimidasi.
Benedetto yang mendapatkan ucapan intimidasi dari istrinya hanya bisa diam saja, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia takut nanti malam tidak akan ada jatah. Yah, umur boleh tau tapi tenaga masih muda.
" Jadi gimana sayang? Mau ya?" Tanya Alexi. Ia mencoba untuk membujuk anaknya.
" Tapi, bagaimana dengan Nardo dan Naela? Aku tidak mau meninggalkan mereka sendirian." Lagi-lagi Violeta mencari alasan, sekarang ia menggunakan anaknya sebagai alasan.
" Kan ada mamah, sama mommy mu, ada papah dan daddy juga jadi tidak perlu khawatir kita semua akan menjaga mereka." Ucap Fionnuala.
" Banar itu kata grandma, mommy tidak perlu khawatir, jadi pergilah dan buatkan Naela adik hihihi." Ucap Naela mencoba menyakinkan mommy nya.
" Aku..." Nardo pun melihat sekeliling nya, ia paham arti tatapan orang-orang yang ada di ruang keluarga ini.
" Nardo ingin sekali punya adik, mom." Ucap Nardo yang terpaksa. Tapi sebisa mungkin ia tersenyum untuk menyakinkan mommy nya.
' Huh... baiklah aku setuju. " Ucap Violeta. Ia akhirnya mengalah karena terus didesak oleh mommy nya, mertuanya, dan anaknya. Apalagi mereka semua menginginkan Violeta hamil lagi.
Violeta sudah tidak bisa menolak lagi. Semoga ini keputusan yang tepat, entahlah apa yang akan terjadi nanti saat honeymoon, itulah yang ada dibenaknya sekarang.
Membuat keputusan ini sangatlah berat seperti saat ia membuat keputusan untuk menikahi laki-laki bajingan ini. Jujur ia belum siap untuk di sentuh oleh laki-laki yang dulu membuat nya putus asa. Nasi sudah jadi bubur. Mau bagaimana lagi?
Seluruh keluarga sangat senang mendengar ucapan setuju dari Violeta, tapi ada satu orang yang lebih senang melebihi dua keluarga itu, siapa lagi jika bukan Waldo.
Waldo memang sangat senang namun alasan ia mengajak Violeta honeymoon bukan hanya untuk membuat bayi tapi ia ingin memperbaiki hubungan dan membuat Violeta bisa menerimanya seutuhnya dan mencintai nya. Dengan membawa Violeta tanpa anak-anak akan membuat Waldo dan Violeta memiliki banyak waktu berduaan.
" Jadi, kapan kalian akan berangkat?" Tanya Amedeo.
__ADS_1
" Secepatnya pah, emm.. besok, bagaimana kalau besok? Kita akan menggunakan Jet pribadi Zello." Ucap Waldo. Sungguh Waldo sudah tidak sabar, bukan karena nafsu melainkan ingin berduaan dengan Violeta dan menciptakan kenangan yang indah.
" Bagus, lebih cepat lebih baik." Ucap Amedeo.
Sialan, huh... harus extra sabar. Kuatkanlah dan beri kesabaran hamba mu ini tuhan. Batin Violeta. Tangannya sambil mengelus dadanya.
Acara bincang-bincang kini telah berakhir. Semua keluarga sudah pulang ke mansion masing-masing. Mereka akan kembali besok pagi untuk mengantarkan dua sejoli yang baru saja menikah untuk honeymoon.
Hari semakin larut, kini Violeta dan Waldo sedang berkemas-kemas, ia mengemas beberapa pakaian dan perlengkapan untuk keperluan honeymoon.
Nardo dan Naela juga ikut membantu mengemas beberapa keperluan mommy dan daddy nya. Violeta sempat menolak tapi anaknya tetap ingin membantunya padahal hari sudah semakin larut.
" Mom, hari ini aku tidur dengan mommy dan daddy, boleh?" Tanya Naela.
" Tentu boleh sayang. Naela dekat dengan daddy, dan mommy dekat dengan Nardo." Ucap Violeta. Jadi posisi Nardo dan Naela berada ditengah sedangkan Waldo dan Violeta berada di ujung kasur.
" Yeyy, asik." Ucap girang Naela. Ini adalah momen yang tidak akan pernah ia lupakan. Momen ini sangat lah berharga.
Nardo dan Naela pun segera memposisikan dirinya dan disusul dengan Waldo dan Violeta. Keluarga kecil ini akhirnya tertidur lelap. Saling memeluk satu sama lain. Sungguh mengharukan. Momen ini benar-benar sangat berharga. Momen yang sudah lama Nardo dan Naela nantikan.
...💜💜💜...
Jujur author sedih, karena sedikit sekali yang like, vote, dan gift ( hadiah ) dari kalian readers. Jadi, kurang semangat mau Update.
Yuk, gasskan like, vote, and gift ( hadiah ) biar author tambah semangat dan termotivasi.
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
__ADS_1
HAPPY READING
IG : @Vanesaefkm_