
...💜 HAPPY READING 💜...
" Silahkan sayang, mom keluar dulu." Ucap Violeta.
Violeta pun keluar dari ruangan tersebut. Tinggallah Nardo dan Neala.
" Kak, Naela mohon bangun. Apa kakak tak ingin melihat mom and daddy? Mereka sudah menikah kak. Huh... aku rindu dengan mu. Aku rindu berantem dengan mu. Muka mu yang datar hahahaha. Kak ku mohon bangunlah. Apa kau tak capai tidur terus?" Naela mengatakan apa yang ingin ia katakan. Buliran air matanya jatuh terus mengalir.
" Kak ku mohon bangunlah. Liat adik mu ini sungguh kesepian. Rumah pun sepi kak tanpamu. " Ucap Naela sendu.
" Kak aku pamit pulang dulu. Besok aku kesini lagi. I Love You My Brother." Ucap Naela.
Keluarlah ia dari ruangan kakaknya.
" Mom, aku sudah selesai bicaranya, ku harap dengan aku bicara begini ia mendengar kan nya dan cepat siuman." Ucap Naela.
" Iya sayang. Mom juga berharap begitu. Oh ya maaf mommy belakangan ini tak terlalu memperhatikan mu sayang." Ucap Violeta sambil mengusap rambut Naela. Ia merasa bersalah tak bisa membagi waktunya dan ia setiap hari menemani Nardo tapi ia selalu menanyakan keadaan Naela kepada mommy nya.
" Tak apa-apa mom, aku ngerti kok. Tak perlu khawatir tentang ku. Aku baik-baik saja." Ucap Naela.
" Hmm.. baiklah apa kamu akan langsung pulang?" Tanya Violeta dengan nada lembutnya.
" Iya mom, sudah malam juga besok kan harus sekolah." Ucap Naela.
" Baiklah, tapi tunggu daddy menjemput mu yah." Ucap Violeta. Ia mencoba membuka hatinya untuk Waldo. Entahlah apa yang aku terjadi jika ia tau laki-laki itu yang memperko*a.
" Iya mom." Ucap Naela.
Tak perlu menunggu lama, Waldo pun sudah tiba di rumah sakit.
Ia habis pulang dari kantor nya.
" Sayang mana Naela." Ucap Waldo.
" Kau tutup mulut mu itu. Jijik aku dengarnya." Ucap Violeta. Walaupun ia berusaha untuk membuka hatinya dan mencoba mencintai nya tapi ia masih tak mau di panggil dengan sebutan menjijikkan baginya.
" Sayang, kalau di tanya tuh dijawab." Ucap Waldo.
" Serahmu lah yang waras ngalah aja. Tuh ada di dalam ia nunggu kamu didalam." Ucap Violeta.
" Hmm." Ucap Waldo.
__ADS_1
" Berengsek tuh orang cuman hmm doang. Sabar." Gumam dalam hati Violeta.
Krek.
Pintu ruangan VVIP terbuka. Terlihat anak kecil sedang duduk disebelah ranjang.
" Naela." Panggil Waldo.
" Daddy." Ucap Naela. Segara ia menoleh ke arah daddy nya. Menghampiri dan memeluk daddy nya.
" Girl, boleh daddy bicara sebentar dengan Nardo." Ucap Waldo.
" Tentu dad, aku keluar dulu." Ucap Naela.
" Makasih girl." Ucap Waldo.
" Tak perlu berterima kasih dad." Ucap Naela.
Segera Naela menghampiri mommy nya yang masih di luar.
Tinggallah Nardo dan Waldo di dalam ruangan.
" Hai boy, em.. bukankah daddy sangat terlihat canggung dengan mu. Apa aku pantas disebut sebagai seorang daddy oleh mu boy? Awalnya daddy tak yakin kau anak ku maafkan aku yang tak bisa menjadi daddy yang baik dan tak bisa melindungi mu. Bodoh nya aku ini. " Waldo mengucapkan kalimat yang panjang. Seorang mafia berdarah dingin tiba-tiba merasa bersalah atas apa yang ia lakukan. Waldo menggenggam tangan Nardo dengan lembut. Ia berharap dengan ia bicara seperti ini Nardo bisa segera bangun. Air matanya pun ikut jatuh namun segera ia menyeka nya.
Setelah ia selesai berbicara ia langsung keluar namun saat ia mau bangkit dari bangku yang ia duduk ada tangan mungil yang menahannya untuk pergi tangan yang masih begitu lemas dan mata yang perlahan membuka.
Waldo yang melihat itu terkejut. Ia segera pencet tombol yang ada di dalam ruangan itu untuk memanggil dokter. Namun ia melihat ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh Nardo segera ia mendekatkan dirinya ke Nardo.
" Apa Nardo mau bilang apa." Ucap Waldo.
" Dad... daddy... kau.. pan... tas.. ja.. di.. daddy... ku." Ucap Nardo terbata-bata. Nardo mendengar semua ucapan daddy nya, bahkan saat Naela tadi berbicara ia pun mendengar semuanya. Walaupun dirinya tadi belum siuman tapi dia bisa mendengar semuanya.
Waldo yang mendengar nya hanya bisa tersenyum bahagia tercampur haru. Ia tak pernah menyangka bahwa anak laki-laki nya itu mengatakan sebuah kalimat yang sangat manis dan menyentuh hatinya.
Diluar ruangan.
" Ada apa dok? Kenapa begitu tergesa-gesa?" Tanya Violeta.
" Saya tidak tau nyonya, tadi ada panggilan dari ruangan ini nyonya. Say permisi nyonya, saya mau masuk kedalam." Ucap Dokter Dio.
" Silahkan dok." Ucap Violeta terlihat khawatir.
__ADS_1
Dokter pun segera masuk ke dalam ruangan rawat Nardo.
" Dok, cepat periksa anak saya. Anak saya sudah siuman." Ucap Waldo.
" Baik tuan, tapi tuan mohon silahkan tunggu di luar." Ucap dokter Dio.
" Hmm." Ucap Waldo.
Keluarlah Waldo dari ruangan tersebut.
" Ada apa dengan putraku." Khawatir Violeta.
" Ia sudah siuman, tapi sekarang sedang di priksa oleh dokter Dio." Ucap Waldo.
" Sungguh dad, kakak sudah siuman." Ucap Naela.
" Iya girl. " Ucap Waldo.
Tiba-tiba dokter Dio keluar.
Krek...
Pintu ruangan pun terbuka.
" Bagaimana dok, bagaimana keadaan anak saya sekarang. Apa benar ia sudah siuman? Ucap Violeta. Ia memberi pertanyaan bertubi-tubi kepada dokter Dio karena ia benar-benar sangat khawatir dengan Nardo.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
HAPPY READING
__ADS_1
IG : @Vanesaefkm_