My Daddy Presdir Mafia

My Daddy Presdir Mafia
Episode 7


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Di kamar Naela


"Naela, kakak mau buat rencana, kamu bantuin kakak." Ucap Nardo.


"Ada apa kak? Rencana apa?" Tanya heran Naela.


"Kakak sepertinya tau siapa daddy kita." ucap Nardo.


"What? Siapa kak?" Tanya Naela. Baik Nardo maupun Naela sebenarnya ingin mengetahui daddy nya tapi ia menghormati perasaan mommy nya.


"Ikuti saja rencanaku, kau akan tau." Ujar Nardo.


"Ishh kakak." Kesal Naela.


"Baiklah Naela bantu, demi daddy." Pasrah Naela.


Nardo pun mengacungkan jempol nya. Ia segera menemui mommy nya yang sedang di taman bersama sahabatnya.


"Mom, kita mulai sekolah kapan?" Tanya Nardo.


"Besok udah mulai sayang. Kenapa? Ucap Violeta.


"Sekolah kita ada dimana mom?" Tanya Nardo lagi.


"Ada disebrang perusahaan W'LO Company." Jawab Violeta.


Bagus. Batin Nardo sambil tersenyum licik, bahkan senyuman itu tidak terlihat oleh Violeta.


"Kalau begitu aku ingin jalan kaki sendiri dengan Naela yah mom. Please." Ujar Nardo.


"Aduh sayang tapi hati-hati jagain adik kamu." Ucap Violeta.


"Siap mom." Ujar Nardo.


Nardo pun pergi dan kembali masuk ke kamar Naela.


"Nae, mulai besok kita udah sekolah, nah rencana nya itu setelah pulang sekolah, kita jangan pulang dulu. Kita akan mampir ke W'LO Company. Dan yang akan masuk kamu. Berpura-puralah menjadi keponakan Tuan Waldo Donzello." Ucap Nardo.


"Kenapa cuman aku?" Tanya Naela.


"Sudah ikuti saja." Jawab Nardo.


"Baiklah". Naela menuruti kemauan kakaknya.


Tiba-tiba.


"Nardo Naela turun aunty pada mau pamit nih." Teriak Violeta.


"Iya mom." Teriak Nardo dan Naela.

__ADS_1


Naela dan Nardo pun keluar dari kamar nya dan menghampiri para aunty.


"Pulang dulu yah cantik dan tampan datar ini." Goda Charlotte.


"Hahahaha memang datar aunty." Ucap Naela.


"Cih." Pekik Nardo sedikit bersuara.


"Pamit yah sayang nya aunty." Ucap Ivy.


"Bye gemesnya aunty." Ucap Victoria.


"Iya aunty, bye." Naela melambaikan tangannya.


"Bye aunty." Ucap Nardo.


"See yaa Violeta." Ucap Victoria, Charlotte, dan Ivy bersamaan.


"See yaa guys." Balas Violeta sambil melambaikan tangan nya.


Pagi hari nya, Violeta membangunkan anak-anaknya untuk pergi ke sekolah.


"Bangun sayang, katanya mau sekolah, ayo udah pagi ini." Membangunkan putri nya Naela, sedangkan Nardo sangat disiplin.


"Iya mom." Naela dengan wajah masih mengantuk.


"Mom tunggu dibawah, buruan mandi." Ujar Violeta.


"Muach muach. Anak mommy udah rapi sini sarapan dulu." Mencium pipi Nardo dan Naela yang sudah ada di ruang makan.


"Mom, berangkat dulu." Naela yang sudah selesai sarapan.


"Nardo berangkat mom." Nardo juga sudah selesai sarapan.


"Iya sayang hati-hati." Violeta memeluk Nardo dan Naela sebelum berangkat ke sekolah.


Mereka pun telah tiba di sekolah. Karena sekolahnya sangat dekat akhirnya mereka berangkat berjalan kaki.


Kring.....Kring. Bel pulang sekolah pun berbunyi.


"Ayo kita ke W'LO Company." Menarik tangan adiknya.


"Iya kak." Ucap Naela.


Mereka tiba di gedung yang sangat megah dan menjulang tinggi.


"Kakak tunggu diluar, kamu masuklah dan tanya kepada resepsionis dimana ruangan uncle Waldo Donzello. Jangan lupa kamu harus bisa mendapatkan rambutnya. " Ucap Nardo.


"Siap." Naela sambil memberi hormat.


Naela masuk kedalam gedung bertingkat tinggi.

__ADS_1


"Excuse me, dimana ruangan my uncle Waldo Donzello?." Tanya Naela.


"Wah cantiknya. Tuan ada di ruangan nya, mari saya persilahkan." Takjub resepsionis yang melihat kecantikan Naela.


Mereka pun menaiki lift khusus dan akhirnya tiba di depan ruangan Waldo.


Tok Tok Tok


"Masuk." Perintah Waldo.


"Permisi tuan, ini ada keponakan tuan ingin bertemu." Ucap resepsionis.


"Ha? Mana?" Heran Waldo. Keponakan? Sejak kapan aku punya keponakan. Batin Waldo yang terheran-heran.


"Hai uncle." Naela tersenyum manis.


"Saya permisi." Pamit resepsionis setelah mengantar Naela ke ruangan Waldo.


Tinggallah Waldo dengan Naela. Waldo menatap dingin ke arah Naela.


"Siapa kamu?" Bicara dengan nada dingin.


Uncle ini mirip dengan Nardo. Batin Naela.


"Perkenalkan saya Naela." Memperkenalkan diri tanpa merasa malu.


"Ada apa? Saya bukan paman mu." Ucap Waldo yang masih saja dingin. Tapi entah mengapa ada yang mengganjal dihatinya.


"Saya tahu, uncle. Tapi." Tanpa aba-aba Naela langsung memeluk hangat Waldo. Namun, dibalik pelukan itu, Naela sudah menyiapkan rencana, yaitu Naela memegang sebuah gunting kecil di tangan kanannya, kemudian memotong rambut Waldo dengan sangat hati-hati, di genggamnya potongan rambut Waldo di tangan sebelah kiri.


Yess berhasil. Batin Naela sambil senyum yang hampir tak terlihat.


"What?" Kaget dan heran Waldo, kenapa bocah kecil ini memeluk nya tiba-tiba.


"Terima kasih, uncle handsome." Naela melepaskan pelukannya.


"Terima kasih untuk apa? Pergi kamu bocah." Waldo yang masih saja dingin.


"Baiklah, uncle." Naela tersenyum manis, kemudian meninggalkan ruangan itu menuju ke sang kakak.


Apa ini rencananya kakak dengan mengambil rambut daddy dan melakukan test DNA. Kakak memang the best. Batin Naela sambil senyum licik.


Sedangkan Waldo mencurangi Naela. Apakah ada seseorang musuh yang mengirimkan bocah kecil itu untuk mengganggunya? Tapi, tidak mungkin, hanya pecundang saja yang menggunakan anak-anak sebagai umpan. Akhirnya tidak dibuat pusing, Waldo tidak jadi menyelidik anak kecil itu.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


THANK YOU

__ADS_1


__ADS_2