
...💜 HAPPY READING 💜...
Violeta dan Waldo segera meninggalkan ruangan dokter Dio dan segera menuju ke ruangan VVIP Nardo.
Namun sebelum Nardo dipindahkan.
Flashback On
" Bagaimana Violeta, bagaimana keadaan Nardo." Khawatir Alexi.
" Nardo bagaimana nak bagaimana dengan keadaan nya." Tanya Fionnuala yang tak kalah khawatir nya.
" Nardo masih kritis mom, tante. Hiks.. Violeta gak tau harus gimana. Hiks.. aku gagal mom aku gagal jadi mommy nya hiks." ucap Violeta sambil menangis.
" Engga sayang. Kamu mommy terbaik yang pernah ada. Kau mommy sekaligus daddy untuk anak-anak mu. Kau harus kuat demi Nardo maupun Naela. " Ucap Alexi menyakinkan anaknya.
" Bener kata mommy mu kau putri daddy yang kuat. Dad yakin kau bisa melewati semua ini sayang. Jadilah kuat dan sabar." Ucap Benedetto.
" Iya mom, dad." Ucap Violeta.
" Mom.. apa kakak akan sadar?" Tanya Naela yang dari tadi hanya mendengarkan obrolan mommy nya dengan grandma dan grandpa nya.
" Pasti sayang. Kakakmu pasti akan siuman. Mom yakin itu. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah berdoa dan ajak bicara kakak mu siapa tau dia akan merespon mu sayang. Mari kita lihat kakak mu sekarang ia akan di pindahan di ruang rawat VVIP." Ucap Violeta. Aku harus kuat, batin Violeta.
" Iya mom, selalu ku doakan kakak. Ayo mom aku ingin liat kakak. " Ucap Naela.
" Good. Let's Go. " Ucap Violeta. Ia berusaha untuk menjadi lebih kuat lagi.
Flashback Off
Ruang Rawat VVIP
Disinilah semua keluarga berkumpul baik keluarga Violeta maupun Waldo. Bahkan teman-teman Violeta sekarang ada disini. Violeta memberitahukan kepada teman-teman nya apa yang sedang terjadi. Saat itu juga para sahabat Violeta segera berangkat ke rumah sakit.
" Violeta, aku yakin putramu pasti akan segera siuman." Ucap Victoria.
" Aku gak tega liatnya beneran deh. Aku keluar dulu." Ucap Charlotte. Ia merasa kasihan melihat tubuh mungil yang terbaring lemas diatas ranjang dengan alat-alat yang melekat pada tubuh Nardo.
" Violeta, aku temenin Charlotte dulu, aku pun sungguh tak tega melihatnya." Ucap Ivy.
" Baiklah." Ucap singkat Violeta.
__ADS_1
Diluar ruangan.
" Hiks.. Nardo mungil kita. Lihatlah dia sangat menderita dan kesakitan pasti." Ucap Charlotte.
" Aku pun merasa begitu. Biasanya kalau di ingat-ingat dia tuh mukanya pasti di dingin banget. Tapi sekarang hiks... mukanya pucat dan matanya hanya tertutup. Salah apa anak itu hiks.." Ucap Ivy. Ia begitu sedih melihat keadaan Nardo.
" Nona-nona jangan menangis terlalu keras." Ucap Xavier yang kebetulan juga ada di depan atau luar ruangan Nardo.
" Kau siapa. Perusak suasana saja." Ucap Charlotte sambil menyeka air matanya.
" Anda tak perlu tau siapa saya nona." Ucap Xavier.
" Cih sombong." Gumam Charlotte yang masih bisa didengar Xavier.
" Maaf nona saya bukan sombong. Tapi buat apa nona mau tau siapa saya." Ucap Xavier.
" Yaelah diam saja kau. Bikin darah tinggi lama-lama." Ucap Charlotte. Ia sungguh sebal dengan laki-laki ini.
" Sudahlah Charlotte diam kan saja. Lagian dia benar nangis jangan keras-keras ini rumah sakit." Ucap Ivy.
" Tuh nona ini saja mengerti masa anda tidak mengerti nona." Ucap Xavier.
" Aku doakan kalian berjodoh." Ucap Ivy tiba-tiba.
" Dih amit-amit." Ucap Charlotte dan Xavier bersamaan.
" Ciee ngomong aja barengan. Jodoh ini namanya." Ucap Ivy.
" Udah deh Jangan asal ngomong deh vy." Ucap Charlotte.
" Okey okey." Ucap Ivy sambil tertawa melihat tingkah laku Charlotte dan Xavier yang begitu mengemaskan.
Akhirnya Charlotte memutuskan untuk kembali masuk kedalam ruangan disusul dengan Ivy. Sedangkan Xavier masih ada di luar ruangan.
" Mom, kakak pasti kesakitan kan ya?. Tanya Naela.
" Mom yakin kakak mu pasti bisa melewati masa kritis ini dan mampu melawan rasa sakitnya. Nardo Edoardo Alessio seperti namanya sayang ia adalah anak laki-laki yang kuat mom yakin." Tak terasa buliran air mata jatuh namun cepat-cepat ia menyekanya. Ia tak mau Naela melihatnya rapuh.
" Iya mom." Ucap Naela.
" Daddy, sini." Naela tiba-tiba memanggil Waldo yang sedang duduk di sofa.
__ADS_1
" Kenapa sayang?" Tanya Waldo. Segera ia mendekati Naela.
Bisik-bisik tetangga on.
" Woy kenapa itu Naela panggil Presdir W'LO Company dengan sebutan daddy?" Bisik Victoria kepada Ivy dan Charlotte.
" Aku aja gak tau. Harus butuh penjelasan ini dari Violeta." Bisik Charlotte kepada Victoria dan Ivy.
" Sudahlah kepo nya nanti." Bisik Ivy kepada Victoria dan Charlotte.
" Kagak asik ini orang." Bisik Victoria kepada Ivy dan Charlotte.
" Hooh nih." Bisik Charlotte kepada Victoria dan Ivy.
Bisik-bisik tetangga off.
Back to Naela.
" Dad, mom, sekarang di ruangan ini ada grandpa Benedetto, grandpa Amedeo, grandma Alexi, grandma Fionnuala, aunty Victoria, aunty Ivy, dan aunty Charlotte. Mau kah daddy dan mommy memenuhi keinginan ku dan kakak. Aku ingin kakak siuman nanti apa yang diinginkan kakak sudah tercapai. Naela tidak bermaksud memaksakan atau egois mom dad." Ucap Naela.
Jujur butuh keberanian besar untuk nya mengatakan apa yang ingin ia katakan. Tapi ia tak akan memberikan kebenaran nya sekarang. Ia akan memberitahukan kebenaran nya saat kakak nya sudah siuman.
" Apa sayang?" Ucap Violeta dan Waldo bersamaan.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
HAPPY READING
IG : @Vanesaefkm_
__ADS_1