
...💜 HAPPY READING 💜...
" Apa sayang?" Ucap Violeta dan Waldo bersamaan.
" Tapi mom janji jangan marah dengan Naela yah." Ucap Naela.
" Mom janji sayang." Ucap Violeta.
" Em.. dihadapan grandma, grandpa, dan aunty semua. Naela ingin mom dan daddy... Bisakah kita hidup bersama selamanya?" Ucap Naela. Huh ada rasa lega dihatinya mengatakan itu.
" Apa?? Maksudnya bagaimana sayang." Ucap Violeta. Sedangkan yang lainnya hanya diam mendengarkan dan menyimak.
" Mommy. Bisakah kita hidup bersama dengan daddy. Aku tau mommy belum mengenal daddy sepenuhnya tapi bisa kah kita tinggal di satu atap yang sama. Aku dan Kak Nardo ingin sekali mom dan daddy bersatu. Tak perlu terburu-buru untuk menikah cukup bersama dulu dan mencoba untuk saling mengenal setelah itu kakak bangun kalian sudah saling mencintai dan saat siuman nanti mom dan dad menikah." Ucap Naela dengan hati-hati.
" Kenapa harus dia Naela? Dan kenapa sedari tadi kau panggil dia dengan sebutan daddy. Kenapa??. Mom bingung." Ucap Violeta.
" Naela, daddy sungguh tak mengerti kenapa kau memanggil Nardo dengan sebutan kakak. Apa dia kakak kamu? Daddy ingin sekali bertanya hal itu. Dan kenapa saat ada di mansion Donzello kau dan Nardo bertengkar jika benar kalian kakak adik. " Ucap Waldo.
" Apa bertengkar maksudnya bagaimana?" Ucap Violeta.
" Naela coba jujur sama grandma ini maksudnya apa. Grandma juga bingung." Ucap Alexi.
Semua yang ada diruangan sangat bingung apa maksud perkataan Naela. Semuanya bertanya-tanya dalam hati mereka masing-masing.
Bisik-bisik tetangga on
" Gila ini apa Naela begitu menginginkan seorang daddy?" Ucap bisik Ivy.
" Dih kepo dehh. Tadi aja sok gak mau tau eh sekarang." Ucap bisik Charlotte.
" Yaelah kepo dikit gak apa-apa kalik." Ucap bisik Ivy.
" Sudah-sudah berisik kalian. Aku mau nyimak jadi gak konsentrasi." Ucap bisik Victoria.
" Lha emang pelajaran pakai konsentrasi." Ucap Ivy.
" Diam sahabatku." Ucap bisik Victoria.
" Iya iya." Ucap bisik secara bersamaan Charlotte dan Ivy.
__ADS_1
Bisik-bisik tetangga off.
" Huh... Naela akan jawab semua pertanyaan kalian jika kak Nardo telah siuman. Kami akan menjelaskannya nanti." Ucap Naela.
" Jadi bagaimana mom dad apakah kalian setuju untuk tinggal bersama tak perlu menikah dulu cukup hidup bersama dan belajar saling mengenal dan mencintai." Ucap Naela.
" Mom pikirkan nanti Naela, mom gak tau." Ucap Violeta.
" Daddy pun sama. Daddy akan pikirkan dulu semuanya." Ucap Waldo.
" Grandma..." Ucap Naela. Ia mencoba meminta pendapat grandma Alexi dan Fionnuala.
" Grandma setuju. Jangan hanya tinggal bersama. Langsungkan pernikahan mereka 3 hari lagi." Ucap Fionnuala.
" Mah kok gitu sih." Ucap Waldo tak terima.
" Tante.." Ucap Violeta.
" Sudah tidak ada bantahan benar kan Alexi?" Ucap Fionnuala.
" Iya aku setuju dengan mu. Langsung menikah saja." Ucap Alexi.
" Kalau begitu mom dan dad langsung menikah saja. Pernikahan nya sederhana saja. Tapi jika kak Nardo sudah siuman kalian boleh menggelar acara pernikahan dengan megah." Ucap Naela.
Menikah dengan perempuan ini, em... gak masalah juga. Gumam Waldo dalam hati.
Akhhh sial.. kenapa harus dia. Apa aku turuti saja demi Nardo. Gumam Violeta dalam hati.
" Mom... dad.. jangan diam saja bicaralah." Ucap Naela.
" Daddy tak masalah sayang. Daddy setuju." Ucap Waldo.
" Kau... em.. sudahlah mom juga setuju demi Nardo." Ucap Violeta.
" Huwaa makasih mom dad." Ucap Naela.
" You're Welcome Girl." Ucap Waldo.
" Iya sayang." Ucap Violeta.
__ADS_1
Pernikahan sederhana sudah diselenggarakan antara Waldo dengan Violeta.
" Heh kau tidur tidak boleh melewati batas ini. Dan jangan sentuh aku." Ucap Violeta.
" Cih siapa yang ingin menyentuh tubuh mu ini." Ucap Waldo.
" Siapa tau kau khilaf kan gak ada yang tau. Saat kau melihat tubuhku ini bisa jadi kau khilaf." Ucap Violeta.
" Up to you." Ucap Waldo. Ia malas menanggapi Violeta.
Seperti itulah malam pertama mereka. Malam pertama yang diisi dengan keributan bukan keromantisan.
🦋🦋🦋
Detik berganti menit , menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Sudah 2 bulan lamanya Nardo masih betah memejamkan matanya. Anak kecil itu terlihat begitu damai diatas ranjang.
" Nardo sayang. Mom mohon bangunlah. Apa kau tak rindu dengan mommy dan adik mu itu. Kau tau sayang. Mom sudah menikah dengan seorang pria yang Nardo sebut daddy. Mom sedang mencoba untuk mencintai nya sayang. Bangunlah mom mohon. Mom rindu suara mu, pelukanmu, senyummu, manjamu. Bangunlah, mom sayang Nardo." Ucap Violeta. Ia tak pernah letih untuk selalu mengatakan hal itu setiap hari.
" Mom bolehkah aku bicara dengan kak Nardo berdua saja." Ucap Naela.
" Silahkan sayang, mom keluar dulu." Ucap Violeta.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.
( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )
.
.
.
HAPPY READING
IG : @Vanesaefkm_
__ADS_1