My Daddy Presdir Mafia

My Daddy Presdir Mafia
EXTRA PART 7


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Akhirnya malam sudah berganti menjadi pagi. Kini mereka masih terlelap dalam tidurnya karena lelah dengan aktivitas semalam. Namun sekarang Violeta sudah terbangun.


Astaga malu sekali. Batin Violeta. Sungguh ia malu dengan situasi ini, ia masih belum terbiasa.


Segera Violeta bangkit dari ranjang nya, namun saat ingin bangkit bagian pribadinya terasa sakit karena aktivitas semalam.


" Ukh... ini kenapa sakit?" Lirih Violeta. Namun ia tidak menyerah, ia terus bangkit dan akhirnya.


"Aaaaa" Teriak Violeta yang terjatuh dari ranjangnya. Teriakan itu mampu membangunkan seorang Waldo Donzello.


" Sweety, kamu kenapa?" Cemas Waldo.


" Tidak apa-apa, hanya saja aku ingin ke kamar mandi." Ucap Violeta sambil menarik selimut yang ada di ranjangnya untuk menutupi tubuh polosnya. Yah, Violeta memang belum menggunakan pakaian nya.


" Apakah masih sakit?" Ucap Waldo membuat Violeta malu bukan main. Waldo tahu pasti bagian pribadi Violeta masih terasa sakit karena sudah lama tidak bermain.


" Tidak kok." Ucap Violeta sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Tanpa babibu Waldo menarik selimut yang membalut tubuh Violeta. Tentunya Violeta terkejut akan hal itu. Malu sungguh malu.


" Kamu, kenapa menarik selimut nya?" Ucap Violeta sambil menutup bagian tubuhnya menggunakan tangannya.


" Jangan ditutup sweety, aku sudah melihat semuanya. Dan jangan pernah bohong, aku tahu bagian ini masih sakit." Ucap Waldo sambil menyentuh area pribadi Violeta, lagi-lagi membuat Violeta terkejut dan malu.


" Jauhkan tangan mu itu." Ucap Violeta menahan malu. Waldo langsung menyingkirkan tangannya, namun ia membopong Violeta menuju kamar mandi.


" Aaaa, kamu mau membawa ku kemana?" Teriak Violeta.


" Ssst, diamlah." Ucap Waldo.


Setiba nya dikamar mandi, mereka pun mandi berdua. Namanya juga laki-laki, mereka mandi bukan sekedar mandi, Waldo mengulang apa yang ia lakukan seperti malam hari.


Erangan deru nafas dan erengan demi erangan kenikmatan menjadi satu di kamar mandi itu. Berbagai posisi telah di lakukan oleh Waldo terhadap Violeta diruangan yang besar, kamar mandi mereka bisa dibilang besar seperti kamar tidur. Waldo juga tidak lupa menyeburkan benihnya di dalam rahim Violeta sama seperti yang ia lakukan pada malam itu.


Sial, badanku serasa remuk semua. Batin Violeta.


Setalah melakukan aktivitas itu, Waldo dan Violeta beristirahat di ranjang tidurnya. Waldo membuka sebuah laci, diambil sebuah salep.


" Lebarkan kakimu. Akan aku oleskan ini." Ucap Waldo.

__ADS_1


" Tidak perlu, aku bisa sendiri." Ucap Violeta, sungguh malu, bagaimana tidak malu? Area pribadi nya akan dioleskan salep sungguh memalukan.


Namun Waldo tidak menghiraukan omongan Violeta, ia pun membuka kaki Violeta dan menaikkan rok yang digunakan Violeta dan menurunkan ce-lana da-lam Violeta, sedangkan Violeta sudah tidak bisa berbuat apa-apa, Violeta memalingkan wajahnya karena ia benar-benar malu.


Ini memalukan sekali. Batin Violeta.


Waldo mulai mengoleskan salep di area pribadi Violeta dengan hati-hati penuh perasaan dan tentunya dengan lembut. Sentuhan demi sentuhan membuat Violeta terangsang. Area pribadi nya berdenyut seperti terkena aliran listrik. Waldo bisa merasakan itu, ia tersenyum melihat reaksi dari area pribadi Violeta.


" Sudah selesai, istirahatlah sebentar, kamu pasti lelah, kita akan pulang siang nanti." Ucap Waldo.


" Jika nanti aku belum bangun, kamu bangunkan aku." Ucap Violeta.


" Hmm." Ucap Waldo dengan berdehem.


Violeta pun kini sudah terlelap dalam tidurnya. Sedangkan Waldo sedang membuka laptopnya untuk mengecek perusahaan nya yang sudah ia tinggal beberapa hari.


Pagi hari pun telah berlalu, matahari sudah tepat diatas kepala menandakan siang hari telah tiba.


Sesuai rencana kini Waldo dan Violeta sedang mengemas barang bawaan nya.


" Tidak ada yang tertinggal kan?" Tanya Waldo.


" Apa?" Tanya Waldo.


" Oleh-oleh untuk anak-anak dan keluarga di rumah. Kita belum membeli oleh-oleh." Ucap Violeta.


" Begini saja, setelah kita terbang ke Istanbul, kita mampir ke Grand Bazar untuk membeli oleh-oleh." Ucap Waldo. Yah, mereka akan ke Istanbul lagi untuk terbang ke Germany.


" Oke." Ucap Violeta.


Selesai mengemasi barang bawaan nya. Waldo dan Violeta segara melakukan check out hotel, setelah melakukan check out hotel kini mereka dalam perjalanan menuju Bandar Udara Internasional Erkilet. Sesampainya disana mereka segera memasuki jet pribadi Airbus A380.


Kini Jet pribadi yang digunakan telah lepas landas menuju Bandar Udara Istanbul Airport. Penerbangan ini membutuhkan waktu kira-kira selama satu jam lima belas menit. Setalah menempuh perjalanan lumayan panjang, akhirnya jet pribadi Airbus A380 telah landing ( pendaratan ) di Bandar Udara Istanbul Airport.


Sesampainya di Bandar Udara Istanbul Airport, mereka langsung pergi menuju Grand Bazar menggunakan mobil Lamborghini Aventador SVJ Roadster merupakan salah satu supercar mewah termahal di dunia. Harganya bahkan sampai mencapai USD11,87 juta atau sekitar Rp170 miliar. Waldo menyetir mobil ini dan Violeta duduk disamping Waldo.


Tibalah mereka di Grand Bazar. Disini ada lebih dari 4000 kios yang menjual aneka kebutuhan, aneka barang mulai dari baju, sepatu, dan aksesori. Bahkan juga bisa membeli perhiasan emas, perhiasan perak, keramik, souvenir, hingga karpet turki yang terkenal di seluruh dunia.


Turunlah mereka dari mobil dan langsung memasuki Grand Bazar.

__ADS_1


" Kamu mau membeli yang mana, sweety?" Tanya Waldo.


" Sebentar aku mau lihat-lihat dulu, jika ada yang bagus aku akan membelinya." Ucap Violeta. Ia pun melihat berbagai macam barang yang menarik. Sampai akhirnya ia membeli sebuah barang unik untuk kedua anaknya.


" Apa kamu ingin membeli ini?" Tanya Waldo.


" Aku ingin membeli ini, pasti Nardo dan Naela akan menyukai." Ucap Violeta.


" Baiklah, gunakan kartu ini untuk membeli." Ucap Waldo sambil mengeluarkan black card dari dalam dompetnya. Ia pun menyerahkan black card tersebut kepada Violeta.


" Terima kasih." Ucap Violeta sambil megulas senyum.


" Sudah kewajiban ku, sweety." Ucap Waldo.


Violeta segera membayar barang yang ia pilih menggunakan black card pemberian Waldo. Barang yang ia pilih ini disebut juga dengan turkish blue eyes. Penduduk setempat mempercayai ini sebagai penolak bala. Umumnya barang ini digantung di rumah dan di pohon. Tak jarang juga yang menggunakannya sebagai tasbih atau perhiasan. Harganya sendiri sangat terjangkau sekitar Rp 3.000 - Rp 7.000-an, Violeta membeli barang ini dalam bentuk gantungan kunci.


Setelah membeli turkish blue eyes, ia juga membeli sebuah pashmina khas Turki untuk mommy Alexi dan mamah Fionnuala. Harganya berkisar antara Rp 30.000 ribuan - Rp 70.000 ribuan. Ia juga membeli sebuah magnet kulkas dengan motif Istanbul dan Cappadocia, harganya pun sangat beragam mulai dari Rp 3.000-an. Tidak lupa Violeta dan Waldo membeli oleh-oleh untuk daddy Benedetto dan papah Amedeo sebuah turban khas Turki dan kopi khas Turki yang memiliki cita rasa dan aroma yang sangat khas.


Violeta juga membeli sebuah makanan berupa Turkish Delight adalah sebuah camilan khas Turki yang terkenal di seluruh dunia. Orang Turki biasa menyebut Turkish Delight sebagai lokum. Ia juga membeli sebuah karpet yang memiliki motif unik dan tentunya karpet ini khas dari Turki.


Dirasa sudah cukup membeli sebuah oleh-oleh, Waldo dan Violeta pun meninggalkan Grand Bazar dan kembali menggunakan mobil Lamborghini Aventador SVJ Roadster menuju ke bandar udara Istanbul Airport. Sesampainya di bandar udara Istanbul Airport mereka segera memasuki jet pribadi Airbus A380. Sedangkan mobil yang tadi ia gunakan akan di ambil oleh mafioso yang ada di Turki. Yah, memang mafia Zello Blood ada di beberapa negara Europe dan selama Waldo dan Violeta liburan, mafioso Zello Blood selalu menjaga mereka, biasa di sebut dengan mafioso bayangan karena selama menjaga Waldo dan Violeta mereka tidak terlihat hanya Waldo saja yang mengetahui dimana mereka berada.


Setelah itu jet pribadi Airbus A380 lepas landas menuju Bandar Udara Frankfurt am Main. Perjalanan menggunakan jalur penerbangan ini menempuh waktu hampir empat jam.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.


( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )


.


.


.


HAPPY READING

__ADS_1


IG : @Vanesaefkm_


__ADS_2