My Daddy Presdir Mafia

My Daddy Presdir Mafia
Episode 26


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


" Bagaimana dok, bagaimana keadaan anak saya sekarang. Apa benar ia sudah siuman? Ucap Violeta. Ia memberi pertanyaan bertubi-tubi kepada dokter Dio karena ia benar-benar sangat khawatir dengan Nardo.


" Begini nyonya. Sungguh sebuah keajaiban. Putra anda keadaan nya sudah membaik dan stabil. Dan alat-alat yang menempel pada tubuhnya sekarang sudah bisa dilepaskan. Kita tunggu perkembangan nya untuk tiga hari kedepan jika kondisi nya lebih baik lagi sudah di perbolehkan pulang dan harus cek up seminggu sekali nyonya. " Ucap dokter Dio.


" Syukurlah, terima kasih dok." Ucap Violeta.


" Sudah kewajiban saya nyonya." Ucap Dokter Dio.


Segera Violeta, Waldo, dan Naela masuk kedalam ruang rawat Nardo. Sementara dokter Dio kembali kembali ke ruangannya.


Krek.


Pintu terbuka.


" Nardo." Ucap Violeta penuh kebahagiaan.


" Kakak." Ucap Naela yang tak kalah senang.


Sedangkan Waldo hanya memperhatikan saja. Ia tak tau harus berkata apa. Jujur ia masih bingung dengan situasi yang ada. Apakah anakku dari wanita yang sama. Tapi bagaimana bisa. Twin?? Ia tak menyadari bahwa mereka adalah twin.


" Mom. " Ucap Nardo dengan suara yang masih sedikit lemas.


" Iya sayang ini mom, kau tau mom sangat khawatir. Maafkan mommy tak bisa menjaga mu. Terima kasih sudah menjaga mommy mu ini." Ucap Violeta.


" No mom, mom tak salah, mom tak perlu khawatir aku baik-baik saja. Dan sudah kewajiban ku melindungi mu mom." Ucap Nardo.


" Mom sangat mencintai mu." Ucap Violeta sambil menangis terharu.


" Mom, benarkah mom dan daddy menikah?" Ucap Nardo.


" Iya sayang, daddy pun ada disini lihat lah." Ucap Violeta.


" Dad...kemarilah." Ucap Nardo.


Segera Waldo menuju ranjang tempat Nardo berada.


" Kenapa boy?" Ucap Waldo.


" Naela, sini." Ucap Nardo.


Naela pun segera menuju tempat kakaknya sekarang berbaring.


" Iya kak." Ucap Naela.


" Huh.. bagaimana jika kita beritahu kebenaran nya sekarang." Ucap Nardo.


" Sesuai keinginan mu, kak." Ucap Naela sambil tersenyum.

__ADS_1


" Baiklah, beritahu grandpa Benedetto, grandpa Amedeo, grandma Alexi, dan grandma Fionnuala. Suruh mereka kemari Mom, dad." Ucap Nardo.


Tanpa basa basi Violeta dan Waldo segera menelepon orang tua mereka masing-masing untuk datang kesini dan memberi tahu bahwa Nardo sudah siuman.


POV Violeta


📞 " Mom, beritahu daddy untuk datang kerumah sakit sekarang, Nardo sudah siuman." Ucap Violeta.


📞 " Sungguh nak, ya ampun syukurlah. Mom akan segera kesana." Ucap Alexi. Ia sungguh senang mendengar kabar mengejutkan ini.


📞 " Iya mom." Ucap Violeta.


Tut... tut...


POV Waldo


📞 " Mah, datang kerumah sakit sekarang. Nardo ingin kalian kesini sekarang. Nardo sudah siuman." Ucap Waldo.


📞 " Seriously?" Ucap Fionnuala yang kaget.


📞 " Of course, mah, kemarilah ajak papah sekalian." Ucap Waldo.


📞 " Oke, mamah sama papah otw." Ucap Fionnuala.


Tut... tut...


Orang tua Violeta dan Waldo yang mendengar itu segera ia meluncur ke rumah sakit.


" Cucu grandma... huhuu akhirnya kamu siuman sayang." Ucap Alexi.


" Yaampun akhirnya kamu siuman, grandma rindu." Ucap Fionnuala.


" Fio, kenapa kau selalu ingin sekali di panggil grandma oleh cucuku." Ucap heran Alexi memang sudah lama ia ingin bertanya akan hal ini.


" Lha ini juga.... " Ucap Fionnuala yang belum selesai mengucapkan kalimat nya sudah di potong oleh Naela.


" Sssttt... grandma, grandpa, dad, mom, kita akan beritahu sebuah kebenaran. Lihatlah ini. Sesuai ucapanku, aku akan beritahu jika kakak sudah siuman." Ucap Naela sambil memberi map yang berisi test DNA antara Nardo, Naela, Waldo, dan Violeta. Ia bahkan menguji mommy nya sendiri untuk menunjukkan kepada keluarga Donzello bahwa Violeta lah mommy mereka.


" Bukalah map itu grandpa, grandma, mom, dad. Bukalah map itu dan baca isinya." Ucap Nardo.


DEG!


" Ini apakah benar?" Ucap Alexi yang sangat shock.


" Jadi, laki-laki berengsek itu kamu." Ucap Benedetto yang sangat terlihat menahan marah. Tanpa aba-aba...


Bugh.


Bugh.

__ADS_1


Bugh.


Benedetto melayangkan sebuah tinju ke muka Waldo. Yang di tinju hanya diam saja tanpa membalas, karena ia tau ia salah.


" Dad, tenanglah." Ucap Alexi sambil mengusap punggung suaminya.


" Hikss... kenapa semuanya jadi seperti ini, laki-laki yang sudah ku nikahi ternyata. Hiks..." Ucap Violeta. Ia sungguh rapuh. Tak tau harus berbuat apa.


Plak!


Sebuah tamparan keras bahkan lebih keras dari tamparan Violeta.


" Apa kau sudah puas dengan ini semua.. apa mamah mengajar kan mu untuk menjadi laki-laki berengsek seperti ini hah." Ucap Fionnuala. Amarahnya sudah membara seperti api. Bahkan ia tak segan-segan menampar anaknya sendiri. Baru kali ini Fionnuala menampar anak satu-satunya itu.


" Maafkan anak ku sayang, maafkan lah hiks." Ucap Fionnuala kepada Violeta.


" Papah kecewa padamu." Ucap Amedeo kepada Waldo.


" Nasi sudah jadi bubur tante. Jujur awalnya saat aku terbangun dari tidurku saat itu, aku sangat shock sekali. Saat ia merenggut hal yang aku jaga dengan sepenuh hatiku dan aku harap bisa memberikan nya kepada suami yang ku cintai. Tapi semuanya sirna hilang begitu saja. Aku tak tau mau bagaimana lagi hancur tante masa depan ku. Bohong jika aku tak kecewa padanya, membenci nya, dan aku pun kecewa pada diriku sendiri yang tak bisa berbuat apa-apa. Dan saat aku tau aku mengandung benihnya sungguh hancur hidup ku. Bahkan aku sempat berpikir untuk mengugurkan nya. Dan memilih mati dari pada hidup." Ucap Violeta dari dalam hatinya sambil menangis.


" Tapi sahabat ku datang mereka menguatkan ku. Bayi yang aku kandung tidak salah. Aku mengandung nya selama sembilan bulan, selama itu apa tante tau apa yang ku harapkan jika aku hamil, aku ingin saat aku melahirkan anak ku ada seseorang disamping ku menguatkan ku orang itu adalah seorang SUAMI itu yang kuharapkan. Bukankah wanita lain pun mengharapkan hal itu didalam lubuk hatinya paling dalam. Dan saat aku melahirkan bahkan tak ada seorang suami disampingku seperti perempuan lain yang melahirkan ditemani oleh seorang suami." Sambung Violeta.


" Aku melahirkan anak-anak ku hanya ditemani oleh mommy, daddy, dan sahabat ku tapi aku bersyukur akan hal itu ada seseorang yang sangat ku sayangi disamping ku. Tapi aku sangat berharap itu adalah SUAMI KU, dan anak-anak ku sekarang tumbuh menjadi anak yang sangat membuatku bangga." Sambung Violeta sambil terisak menangis.


" Aku ikhlas tapi untuk memaafkan nya maaf tante hati ku belum bisa sepenuhnya memaafkannya. Tapi aku sekarang tak membencinya aku berterima kasih padamu berkat benih mu aku mendapatkan anak yang begitu pintar tampan dan cantik. Aku sangat mencintai anak ku. Bohong jika aku pura-pura tegar nyatanya aku sungguh hancur dan rapuh. Aku pun tertekan bagaimana aku bisa memberikan kasih sayang ku tanpa ada nya seorang ayah untuk mereka bagaimana bisa aku menjadi sosok ibu sekaligus ayah bagi kedua anak ku. Aku sempat khawatir akan hal itu. Tapi saat mereka mulai tumbuh aku bersyukur mereka tak pernah mempertanyakan hal itu." Ucap Violeta.


" Aku pun khawatir bagaimana aku bisa memberinya makan minum dan memberi nya kehidupan yang layak. Tapi aku bangkit dari kekhawatiran itu aku melihat sekeliling ku apa yang bisa ku lakukan. Aku pun mencoba merintis bisnis dan akhirnya itu berhasil dan bahkan maju. Aku berhasil memberi kehidupan yang layak pada anak-anak ku." Ucap Violeta sambung nya. Air matanya mengalir deras seperti arum jeram.


Sungguh lega rasanya ia bisa meluapkan semua unek-unek yang selama ini ia pendam seorang diri. Violeta begitu rapuh dan tertekan, ia memang sempat berpikir untuk mengugurkan janinnya dan bunuh diri.


Hati mana yang tak kecewa. Sebuah hal yang ia jaga di rebut oleh orang yang tak pernah ia kenal. Dan sekarang orang itu menjadi suaminya. Takdir apa ini.


Seperti itulah takdir. Hanya tuhan yang maha tau.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


DON'T FORGET TO LIKE, COMMENT, VOTE , AND FAVORITE THIS STORY.


( JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAVORIT KARYA INI )


.


.


.


HAPPY READING

__ADS_1


IG : @Vanesaefkm_


__ADS_2