My Dreamless Wedding

My Dreamless Wedding
Mie, Teh, dan Dena


__ADS_3

Sudah dua minggu sejak kejadian live instagram yang sempat membuat publik heboh itu. Sejak saat itu, Shanum sedikit mengurangi waktunya bermain sosial media. Takut-takut membuat heboh warganet lagi.


Sejak saat itu pula Shanum tak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan Ardha. Entah dimana sekarang dia berada.


Untuk kejadian hari itu, Shanum merasa dirinya tak melakukan kesalahan apapun. Ardha lah orang yang harus bertanggung jawab. Ardha lah yang salah disini. Ardha yang membuat semua orang heboh bukan dirinya.


Siapa yang menyuruhnya berkomentar di live nya. Malah mengomentari suaranya. Bahkan Shanum tak menyadari kapan Ardha bergabung kedalam live nya.


Dihari minggu, didalam minggu terakhir bulan pertama tahun ini. Yang artinya bulan januari, Shanum memiliki janji syuting untuk konten youtube nya dengan Dena.


Tentu saja dan sudah pasti di rumah Dena yang luas dan mewah itu. Mereka berencana untuk masak satu camilan yang sedang ngetrend akhir-akhir ini.


Shanum melihat bahan-bahan untuk memasak kali ini sudah lengkap diatas meja keramik dapur. Kali ini mereka ingin membuat mie varian pedas dengan dicampur susu. Katanya rasanya lebih enak.


Shanum sekarang sedang membantu Dena menyiapkan kamera. Juga menyiapkan mic kecil yang akan mereka gantung di baju atas mereka masing-masing nantinya.


"Okee dah siap."


"Dah lah gausah banyak cincong langsung sat set aja, laper gue nih" oceh Dena.


Dasar anak satu itu memang tak pernah sehari saja bersifat baik, lembut, seperti anak gadis pada umumnya. Dena lebih bawel, ceplas ceplos dan apa adanya.


"Hai everyone, back with me Denadaaa pastinya bersama sahabat tercintah aku, Shanum." Dena membuka video dengan ceria.


"Hari ini kita mau buat apa?" Dena bertanya pada shanum. "Hari ini kita mau ngikutin trend yang lagi viral di tiktok nih. Kita kan gamau ketinggalan ngikut trend ya gak?"


"Iyaa dong."


"Jadi disini kita udah siapin mie instan varian korean spicy. Disini juga asa susu fullcream. Nah udah pasti tau lah kita mau buat apa."


"Yapp kita mau bikin mie yang dimasak pake susu itu, gue gatau sih namanya apa tapi masa bodo lah ya nama doang juga. Pokoknya hari ini gue sama shanum mau nyoba bikin itu." Shanum mengangguk mengiyakan.


Mereka mulai memasak sesuai dengan video yang mereka lihat di tiktok.


"Nah sekarang masukin susunya deh." Dena menuangkan susunya.


"Kebanyakan bego! Udahh anjir lo mau masukin semua seliter susu buat dua bungkus mie?" Cecar Shanum. Pasalnya Dena membeli susu kemasan besar yang berisi satu liter.


"Gue gatau, yaudahh sihh marah-marah mulu lo."


"Gue baru marah sekarang ya Dena! Lo gausah sok melas gitu." kesal Shanum.

__ADS_1


Setelah matang mereka memindahkannya ke satu mangkok kaca besar.


"Num goreng telur juga dong masa makan mie doang ga sehat amat lo, minimal pake vitamin dikit kek." ucap Dena.


"Telur tuh protein bukan vitamin nyet!" jawab Shanum. Dena hanya tertawa mendengar jawaban Shanum.


Shanum mengambil dua butir telur di kulkas yang pastinya milik Dena. Setelah matang, Shanum meletakkan telur itu diatas mie. Jadilah mie nya tertutup dengan telur sepenuhnya.


"Jelek banget sih, Ga estetik buat di foto nyet!" ucap Dena.


"Lo bacot banget sih Dena. Yah lo benerin dong."


Mereka sudah terbiasa dengan pertengkaran seperti ini, bahkan saat membuat video.


Banyak orang yang mengira mereka ini bertengkar sungguhan, tapi tentu saja itu tidak benar. Mereka sudah terbiasa dengan panggilan atau ucapan kasar dari masing-masing.


Hal itu tidak terus saja mereka masukkan hati, mereka sama-sama mengerti bahwa itu hanya guyonan belaka. Masih batas normal dalam pertemanan mereka.


Setelah di pindah beberapa kali, akhirnya telur itu sekarang sudah ditata dengan bagus.


Shanum menyiapkan dua piring kecil beserta garpu untuk mereka makan. Tak lupa juga dua gelas berisi sirup jeruk sudah tersedia diatas meja makan.


"Langsung aja kita cobain gausah banyak bacot, gue laper." Dasar Dena ini.


Dena mengerutkan dahi, "Kok gini rasanya?"


"Enak kok." Saut Shanum.


"Malah jadi lebih pedes anjir." Dena langsung meraih gelas minumnya.


"Lebih creammy sih, kalo kalian suka yang creamy pasti suka ini, rasa pedesnya kan jadi nyerep ke susu kayaknya jadi buat makin pedes. Maybe gitu deh teori asal-asalannya." Shanum terkekeh kecil.


Walaupun Dena berkata rasanya aneh tapi tetap saja dia terus memakannya sampai habis.


Apa memang ada di dunia ini manusia seperti Dena?


atau memang Dena satu-satunya di dunia?


🕊🕊🕊


Dena sudah bolak-balik toilet sebanyak tujuh kali. Terhitung dari lima belas menit setelah makan. Perutnya mulas tapi tak bisa mengeluarkan apapun katanya.

__ADS_1


Shanum merasa tak ada yang salah dengan makanannya karna dia kan juga ikut makan dan tidak ada tanda-tanda sakit perut seperti Dena.


Sepertinya perut Dena saja yang tidak tahan dengan makanan pedas.


Dena menghela nafas lelah sambil duduk di sebelah shanum. Shanum berinisiatif mengambil kamera untuk mengabadikan momen lucu Dena.


"Guys ada yang mules abis makan mie." ucap Shanum.


Dena hanya diam, terlalu lemas untuk sekedar menjawab shanum. Sungguh dia tak punya tenaga lagi.


"Mukanya kasian banget, btw gue aman-aman aja guys cuma si Dena nih kayanya ga tahan perutnya. Jadinya mules gitu dehh."


Shanum sebenarnya kasian melihat Dena seperti itu, tapi dia tak bisa menahan tawa melihat wajah Dena. Padahal Dena sedanh diam menutup mata.


Shanum menutup kamera, "Udah lo istirahat aja."


Shanum berdiri melangkah ke arah dapur. Membuka handphonenya dan mulai mengetik di kolom pencarian google.


Mencari tau minuman atau obat untuk pereda sakit perut. Beberapa minuman herbal muncul. Ada teh, ada juga susu, ada jahe dan mint.


Shanum lantas melihat ke sekeliling rak dapur apakah ada yang dapat dia buat untuk membantu Dena.


Teh Chamomile akhirnya ditemukan oleh shanum setelah mengubek-ubek dapur selama delapan menit lebih.


Tak banyak omong, lantas Shanum menyeduh teh itu kedalam gelas kecil dan membawanya untuk Dena.


"Dena, nih gue buatin teh spesial buat lo. Walaupun lo sering jahatin gue, tapi gue yang baik hati dan tidak sombong ini gabakal dendam dan biarin lo mati sendirian di rumah besar nan megah ini." cakap Shanum.


Dena memutar mata malas, "Alay banget dah lo."


Dena mengambil dan meminum teh yang dibuat oleh Shanum.


"Lo emang gaada makasih-makasih nya yah nyet ke gue. Udah gue bantuin juga."


"Udah sana lo pulang, makin bikin gue mules liat kelakuan lo." Usir Dena.


Kann. Memang anak setan.


"Udah dibantuin juga, minimal makasih lah Dena. Minimal lo tawarin gue nginep lo kan sendiri. Emang lo ga takut ntar malem kenapa-kenapa gaada yang bisa bantuin."


"Gaada, udah lo pulang sekarang." ucap Dena masih dengan keadaan lemas.

__ADS_1


"Giliran gue ga mau nginep lo paksa. Sekarang gue mau nginep lo usir. Emang gaada ahlak lo Den." kesal Shanum.


__ADS_2