
Selama liburan di Thailand kali ini, Shanum tak bisa menikmati sama sekali. Pikirannya terus tertuju pada Ardha.
Sampailah pada hari terakhir mereka di Thailand.
"Si Shanum mentang-mentang mau merried, bawaannya risau mulu. Nikmatin kek. Ntar kalo dah merried belom tentu lo bisa liburan kek gini lagi bareng kita." ucap Velia.
Dena menggangguk mengiyakan, "Tapi ntar kalo lo ga dibolehin liburan lagi. Kita pergi diem-diem aja Num."
"Sesat banget lo Den."
Mereka bertiga tertawa. Sekarang mereka ada di dalam pesawat kembali menuju Jakarta.
Selamat datang di kehidupan penuh huru-hara. Batin Shanum saat melihat pesawat landing di bandara.
Mereka bertiga keluar dengan menyeret koper masing-masing. Shanum membawa totebag kertas berukuran sedang berisi banyak oleh-oleh juga makanan khas Thailand. Walaupun hatinya sedang gundah gulana, pikirannya kemana-mana. Tapi masalah jajanan tak bisa disingkirkan begitu saja.
"Aduhh ada yang di jemput calon suami tuh." goda Velia saat melihat ada Ardha yang berdiri di samping mobil.
"Ehemm...aku ada kerjaan penting, jadi gue duluan deh yaa. Byee byee." ucap Velia lagi.
Velia sudah menemukan taksi dan masuk kedalamnya.
Sementara Shanum dan Dena mendekat ke arah Ardha.
"Ngapain disitu?" tanya Dena.
"Jemput Faresa."
"Ohh gitu...adeknya terlupakan."
Shanum memutar bola mata malas mendengar ambekan Dena. Biasanya Dena tak pernah seperti itu.
"Udah lahh, aku pulang sendiri aja. Dari pada jadi nyamuk." melihat Dena akan pergi, Shanum memegang lengan Dena untuk menahan.
"Ehhh...mau kemana. Masa lo tega ninggalin gue sendirian."bisik Shanum.
"Itu ada calon laki lo."
"Yaa minimal temenin gue kek."
"Ogah. Udah ahh, lo kayak anak kecil aja."
Shanum mencebikkan bibirnya, melepas pegangan tangannya pada lengan Dena. Dena pun langsung melangkah pergi.
πππ
Di mobil Shanum tak tau mau mengobrol hal apa dengan Ardha. Sampai Ardha yang memulai obrolan.
"Minggu depan, kita foto prewed."
Shanum menoleh kaget, "Hah?"
Ardha juga menoleh menatap Shanum, "Kenapa?"
"Mas...ini...apa ga terlalu cepat?aku aja belom ngasih tau orang tua ku."
"Saya sudah kasih tau."
"Apa?!"
"Kok bisa?"
"Kemarin saya ada kerjaan di Surabaya jadi sekalian ke rumahmu."
Shanum melotot tak percaya, "Trus apa kata mama papaku?"
"Mereka setuju."
__ADS_1
"Haa? Mereka setuju gitu aja? Gaada penolakan gitu?" Ardha menggeleng menjawab Shanum.
"Sudah kita putuskan bersama, minggu depan Prewed, bulan depan pernikahan."
Putuskan bersama apaan bambang, lo ga nanya gue sama sekali. Batin Shanum.
"Tapi mas, aku belum setuju menikah sama kamu."
"Orangtuamu sudah setuju."
"Ya tapi kann..."
"Kamu keberatan?"
"Engga, tapi..."
"Ya sudah, minggu depan kita prewed."
Disaut mulu heran gue. Batin Shanum.
Setelah itu mereka sampai pada lobby apartment Shanum.
"Langsung istirahat saja." kata Ardha mengusap kepala Shanum.
Shanum yang sudah lelah hayati itu hanya mengangguk pelan.
"Duluan ya mas, makasih byee byee."
πππ
Shanum melemparkan diri keatas kasurnya.
"Bisa-bisanya gue tiba-tiba diajakin nikah, udah gitu minggu depan prewed katanya. Trus nikah bulan depan."
"Yaampunn gue otw lepas perawan ini. Gimana dong."
"Ini emak bapak gue malah setuju-setuju aja sih."
"Anaknya mau di kawin orang, kok malah iya iya aja. Nolak dulu kek, biar ada gregetnya."
"Kalo nyai gerandong itu tau gue bakal di nikahin mas Ardha gimana yaa." Shanum teringat Gia yang menyebut dirinya saingan terberat Shanum.
"Saingan terberat katanya, gue diem-diem aja di nikahin ama dia. Lah kalo misal dari dulu gue ngebet udah punya anak kali gue ama dia sekarang."
"Haishh pasti tuh orang panas dalam, panas tenggorokan, panas hati tuh pasti."
Shanum tertawa saat membayangkan reaksi Gia saat tau berita pernikahannya dengan Ardha nanti.
Tak terasa seminggu berlalu dengan cepat, saat ini Shanum sedang di make up oleh MUA ternama.
Lokasi prewed kali ini ada di pantai.
Shanum tampak cantik dengan dress putih off shoulder-nya. Ardha pun tak kalah menawan, dia tampil tampan dan gagah memakai jas putih senada dengan dress Shanum.
Setelah beberapa kali mengambil gambar di lokasi pertama, mereka diarahkan untuk berganti baju dan pindah ke lokasi selanjutnya.
Mereka juga memilih berfoto dengan memakai properti mobil berwarna hitam.
Di hari pertama ini, mereka cukup dengan dua lokasi dan dua kostum.
Besoknya mereka akan melanjutkan di tiga lokasi selanjutnya. Salah satunya ada air terjun, hutan, dan ladang bunga.
Shanum cukup kesulitan saat menuju ke lokasi foto di air terjun. Mengingat dia yang memakai dress dan harus menempuh jalan bebatuan.
"Lebih dekat mbak." arah fotografer.
__ADS_1
"Okee, sekarang pak Dewa peluk dari belakang. Kepala mbak nya agak noleh sedikit ya."
Shanum sangat kaku. Dia begitu gugup karena baru kali ini begitu dekat dengan Ardha. Bahkan mereka begitu menempel.
"Nafas faresa." bisik Ardha tepat di telinga Shanum.
"Jangan tegang. Rilex aja."
Di setiap lokasi, ada aja gaya yang membuat Shanum menjadi gugup dan kaku. Apalagi begitu Fotografer mengarahkan gaya yang sedikit intens.
Tapi bersyukurnya, foto prewed mereka sudah selesai dilakukan dengan lancar.
Mereka tinggal menunggu bulan depan untuk acara pernikahan.
Di malam hari, setelah sesi prewed mereka selesai. Shanum sedang menonton drama di laptopnya.
Handphonenya bergetar terus menerus. Shanum yang penasaran langsung membuka dan mencari tau penyebab hal itu.
Ternyata Dena dan Velia yang heboh di grup, mereka mengirimkan ss an postingan di instagram Ardha. Itu adalah salah satu foto prewed mereka.
Denaa : Gercep amat ngepost nya dia
Velia : Ga bisa nahan dia
Denaa : Mana si Shanum nih, ada berita heboh begini kok ga nongol
Velia : Sibuk telponan sama bebeb kali
Velia : Ehh, berita udah banyak tuh yang keluar
Denaa : Waduh otw viral lagi nih bocah
Shanum : Ada apaan sih
Denaa : Lah ini bocah nya baru nongol weyy
Velia : Buruan liat ig
Denaa : otw viral lo num
Shanum : Berita apaan sih, lagi enak-enaknya nge-drama juga. Lo berdua gangguin aja dah
Velia : Yeee bocah, kita tuh ngasih tau. Udah tinggal dulu itu drama
Denaa : Lo mending post juga deh
Shanum : Lah ngapain?
Velia : Yaa biar samaan dong, masa bang Dewa doang yang post
Shanum : Iyeee
Setelah itu Shanum menutup obrolan grupnya dan beralih membuka instagramnya.
Di berandanya langsung terpampang postingan Ardha dua jam yang lalu. Di dalam foto itu, wajah Shanum memang sedikit tak terlihat jelas. Tapi Ardha menandai akun instagramnya, sehingga semua orang bisa tau siapa gadis di foto itu.
Ardhewangga_
3.274.906 suka 0 komentar
Ardhewangga_ one step closerπ€π @Fareshanum_
Komentar di non-aktifkan
Shanum pun memilih foto untuk dia post di instagramnya.
__ADS_1