
Maunya sih melupakan, tapi nyatanya terus saja kepikiran.
Shanum sedang duduk di sofa ruang tengah kos nya.
Kos nya ini berbentuk rumah, jadi tersedia juga ruang tamu, ruang tengah dengan tv 24 inch, dapur, juga musholla bersama.
Kali ini Shanum duduk di ruang tengah sendirian, entah yang lain pada kemana. Sejak tadi sore tidak ada suara sama sekalim Entah keluar, entah tidur, atau sedang pulang. Shanum tak tau.
Duduk merenung sambil memencet acak tombol pada remote tv, berusaha mencari tontonan yang seru.
Walau raganya sedang duduk, tapi jiwanya dan pikirannya berkelana jauh.
Memori saat liburan kemarin seakan ter replay di otak nya.
Di bandara, saat dia tidur di bahu Ardha. Ardha yang selalu cuek itu, tak mungkin mau meminjamkan bahu nya pada seorang gadis sembarang. Apalagi pada Shanum yang statusnya hanya teman Dena. Kalau bukan karna suka, lalu apa?.
Juga, saat di pulau padar. Saat Dena dan Velia terang-terangan berusaha mendekatkan mereka. Menyuruh mereka berfoto berdua. Ardha tak mungkin mau-mau saja kalau seandainya dia tak suka. Lalu kenapa waktu itu dia diam saja?.
Berlanjut di pulau komodo. Mulai dari memberinya es kelapa lalu menyeka keringat di dahinya. Bahkan dengan tangannya sendiri. Mengapa dia lakukan itu kalau dia tak menyukai Shanum?. Apa dia tak tau kalau gadis seperti Shanum ini mudah terbawa perasaan?.
Bahkan, paling parah adalah Snorkeling. Mustahil Ardha terus berusaha menenangkannya dan menjaganya kalau saja tak memiliki perasaan apa-apa. Biarkan saja Shanum waktu itu panik dan trus takut, apa masalahnya dengan Ardha?. Tapi dengan semua perlakuannya pada Shanum, bukankah sangat jelas kalau Ardha menyukainya.
Tapi mengapa lelaki itu pergi berdua dengan wanita lain?. Apa mereka terlibat kerjasama? Tapi mereka terlihat hanya keluar berdua tanpa asisten Dimas.
Perasaannya sangat bingung. Seakan tak ada habisnya, pikiran-pikiran baru terus bermunculan.
Menjadi seorang wanita memang menyusahkan, apalagi mengenai perasaan. Saat ada lelaki bersikap cuek, pasti para wanita berfikir dia tak bisa bersikap manis. Tapi kalau diperlakukan manis, langsung baper. Haishh!
Shanum berhenti menekan tombol remote. Tayangan tv show di depannya sedikit menarik perhatian. Rupanya bintang tamu malam ini adalah Ardha Dewangga.
Terdapat seorang pembawa acara wanita disana. Di dalam studio juga terdapat space penonton live, tepatnya dibelakang kamera. Jadi penonton tersebut tak selalu terlihat di layar tv. Hanya beberapa kali saja tersorot.
Si pembawa acara terlihat mengucap beberapa kata sambutan dan sedikit berbasa-basi. Menanyakan kabar dan perasaan Ardha saat ini.
Lalu si pembawa acara itu mulai bertanya tentang rencana kerja Ardha sebagai menteri sosial.
"Dengar-dengar bapak sedang menjalankan proyek panti saat ini?" tanya pembawa acara tersebut.
Ardha tampak mengangguk, "Benar. Saya dan beberapa rekan saya mengumpulkan dana sosial. Dana tersebut akan kami kelola dan salurkan kepada panti-panti sosial. Bukan hanya panti asuhan."
"Wahh hebat sekali." ucap si wanita pembawa acara.
Obrolan itu dilanjut sampai pembahasan proyek tahunan. "Nah kalau saya boleh tau, misi bapak di tahun ini seperti apa?" tanya si wanita.
"Untuk tahun ini masih seputar kegiatan sosial panti, sekarang masih di sekitar sini saja. Untuk kedepannya saya berencana mengunjungi daerah-daerah terpencil juga daerah pelosok indonesia. Insyaallah akan tercapai, mohon doanya." ucap Ardha.
__ADS_1
"Wahh, saya semakin nge fans nih sama bapak. Kalau rencana menikah?bagaimana pak?apakah sudah ada?" pertanyaan mulai melenceng dari topik menteri sosial nih. Tapi Shanum ingin mendengar jawaban Ardha.
"Untuk saat ini belum. Tapi diusahakan tahun ini." jawab Ardha membuat para penonton bersorak keras.
"Untuk calonnya sendiri, apakah sudah ada nih?" dasar pembawa acara ini!. Tanya macam-macam aja sih.
Shanum jadi deg-deg an menunggu jawaban Ardha, apakah benar kalau wanita di resto tempo lalu adalah calon istri Ardha.
"Ehm...sebenarnya sudah ada." riuh sorakan penonton semakin terdengar keras. Bahkan rasanya sampai terdengar di kos Shanum. Yaiyalahh kan lewat tv.
"Tunggu...tunggu...sabar dulu. Kita dengar lanjutannya dulu." si pembawa acara mencoba menenangkan penonton.
Ardha tertawa kecil, "Hanya saja kami sekarang tidak terlibat dalam hubungan apapun."
Si pembawa acara tampak menutup mulutnya, "Jadi, ceritanya pak Dewa belum confess nih?"
"Yaa begitulah." jawab Ardha sambil mengangguk singkat.
Gempar! Bukan hanya penonton disana yang gempar. Tapi hati Shanum juga!.
Bisa-bisanya Ardha bersikap abu-abu seperti ini. Membuat hatinya berkecamuk tak tenang.
🕊🕊🕊
Internet saat ini sedang dihebohkan dengan wawancara Ardha dalam tv show kemarin. Banyak spekulasi tentang siapa calon pendamping Ardha Dewangga.
Aku yang dicap sebagai gadis labuan bajo pun tak ketinggalan. Tapi banyak orang yang lebih pro pada si gadis resto kemarin. Katanya terlihat pas dan cocok. Apa mereka pikir mencari pasangan seperti mencari baju? Pas dan cocok!.
Shanum tampak lesu di jam istirahat pertama kerja nya. Kali ini ia tak memiliki nafsu hunting jajanan seperti biasanya.
Kali ini Shanum memilih live instagram untuk menghilangkan suntuknya. Menyandarkan handphone di sebelah komputernya.
"Hai...kalian semua." sapa Shanum.
'kak shanum'
'keliatan lesu kak'
'kenapa kak?'
'kaka sakit yaa?'
"Hai guys aku baik kok, cuma lagi mager plus bosen aja."
"Kalian siang-siang gini lagi apa?" tanya shanum.
__ADS_1
'kerjaa'
'rebahan'
'scroll tiktok'
'ngebabu dirumah'
'kerja lembur bagai kuda'
Shanum sedikit teralihkan pikirannya dari Ardha sekarang.
"Enak banget yang lagi rebahan scroll tiktok nih."
"Yang lagi kerja, semangatt yaa. Aku lagi kerja juga nih."
"Ngobrol apa yah, yang seru."
'Kak aku mau curhat. Masa dari pagi ibuku marah-marah mulu padahal mah aku ga ngapa-ngapain. Tapi salah mulu di mata dia'
"Sabarr...siapa tau ibu kamu lagi masa haid. Moodnya lagi berantakan. Jadinya pengen marah-marah mulu." Shanum terkekeh.
'Kak kucing ku abis lahiran. Anaknya delapan. bingung pilih nama. Ada satu warna orange sama satu warna item. Padahal emak bapaknya warna putih. definisi anak tiri yang terkandung'
"Loh...loh...ga bahaya ta?"
"Aku bantu kasih nama dua aja yah. Sisanya kamu pikirin sendiri." Shanum tertawa. Mana ada anak tiri yang terkandung.
"Aku kasih nama Labu, buat kucing kamu yang orange. Trus nama Abu buat yang warna item."
'Kak aku lagi galau nih'
"Galau kenapa? Jangan galau-galau. Ntar galau gamau makan. Kesehatanmu lohh." Shanum mengikuti kata-kata yang pernah viral di tiktok waktu lalu.
'kak aku penasaran, gimana kabar kapal couple Arsha?'
"Arsha apaan?" tanya Shanum bingung.
'Ardha Shanum dongg!'
"Ada-ada aja kalian. Kita tuh gaada hubungan guys. Kalian jangan begitu...ntar kalo cewe nya liat bisa cemburu." ucap Shanum. Padahal mah di dalam hati beda lagi.
'Yahh masa belum berlayar udah karam aja'
"Udah skip aja, Kalo emang jodoh ntar juga pasti ada jalannya. Kalo ngga jodoh yahh mau gimana lagi." Ucap Shanum bijak.
__ADS_1
Padahal dalam hatinya, Shanum berharap kalau itu benar-benar terjadi. Tapi apa daya, manusia biasa seperti kita hanya bisa berangan dan berencana tapi tuhan yang menentukan semuanya.