
"Mas fotoin aku dong!"
Setelah Ardha mengajukan diri untuk membayar pesanan mereka kali ini, Shanum langsung dapat menemukan kembali semangatnya.
"Sayang banget mas, tempatnya udah aestetic, instagramable tapi ga foto. Mahal lagi bayarnya!" ucap Shanum.
Ardha menyodorkan tangan, meminta handphone Shanum.
"Pake handphone mu lah mas. Hehehe. Kapan lagi aku difotoin pake hp nya menteri."
"Kalo kamu mau, saya bisa fotoin kamu terus." jawab Ardha.
"Bener mas?kok tiba-tiba gitu, padahal biasanya cuek banget."
Ardha hanya mengangkat bahu menjawab shanum.
"Fotoin ala candid gitu ya mas, yang banyak sekalian jangan satu-satu. Ntar aku liatnya di akhir aja."
Ucap Shanum.
Shanum pun mulai berpose. Ardha tersenyum kecil melihat Shanum di layar handphone nya. Shanum begitu manis dengan memakai gaun off shoulder hitam nya malam ini. Rasanya Ardha ingin menyeretnya pulang kerumah. Ehh!
Saat asik berfoto, pelayan datang membawakan pesanan mereka.
Shanum memegang garpu dan pisau ditangannya, "Selamat makan." ucapnya pada Ardha.
Lelaki itu hanya diam tak bersuara. Memakan makanannya tanpa bicara sedikit pun.
Setelah beberapa saat menyantap makanan tersebut, Shanum melihat Ardha selesai dan sedang mengusap mulutnya dengan lap tissu.
Kenapa laki-laki selalu makan dengan cepat? Apa mereka tidak bisa makan dengan menikmati rasanya pelan-pelan?. Kalau makan bersama begini kan kesannya para wanita yang makannya lama, padahal kalian para lelaki saja yang terlalu cepat makannya.
"Mas, kan ini mas yang bayar. Trus aku gimana?"
Ardha mengerutkan dahi.
"Kan tadi rencana awalnya aku yang bayar sebagai tanda maaf dan makasih." jelas Shanum.
"Makan saja dulu."
Mendengar itu, Shanum diam dan melanjutkan makannya. Ardha memperhatikan Shanum yang makan sambil melihat kesana kemari. Sangat lucu bukan?.
Tatapan Shanum berhenti pada Ardha yang sedang melihatnya juga. "Awas ntar jatuh cinta loh mas, sama aku." goda Shanum.
"Aku ga tanggung jawab yah kalo semisal mas ntar malem ga bisa bobo mikirin aku." Shanum terkekeh kecil.
"Aku ga terima jasa sleepcall pokoknya." tambahnya lagi.
Ardha salah tingkah, telinganya memerah, jantungnya berdetak kencang melihat shanum yang menggoda dan menertawakannya.
Shanum semakin tertawa melihat Ardha yang malu. Kapan lagi bisa menggoda dan melihat Ardha malu pikirnya.
"Makan faresa!" Ardha menegur Shanum untuk menutupi rasa malunya.
"Mas, aku mau tanya tapi sedikit privasi sih. Boleh ga?" tanya Shanum saat dia sudah menyelesaikan makannya.
Ardha mengangguk, memajukan badannya lebih dekat kearah Shanum bersiap mendengarkan gadis itu bicara.
__ADS_1
"Mas gaada cewe? Pacar gitu atau gebetan lah?"
"Kenapa kamu tanya begitu?"
"Yah ga kenapa-kenapa sih, bisa aja mas udah punya cewe tapi backstreet gitu ala-ala novel."
"Trus dia marah liat berita kemaren akhirnya ngelabrak aku ntar kalo ketemu di jalan. Kalo gitu kan aku malu mas" lanjut Shanum.
Ardha mendorong dahi Shanum dengan jari telunjuknya, "Jangan menghayal!"
"Ishh beneran ini mahh." Shanum mencebikkan bibirnya. Bukannya terlihat jelek, gadis itu malah terlihat lucu dan imut, dimata Ardha tentunya.
"Gaada! Jadi gaakan ada drama seperti di otakmu itu!" jelas Ardha.
"Oh." jawab shanum singkat, dia sudah kesal dengan Ardha.
Ardhewangga_
2.598.046 suka 0 komentar
Ardhewangga_ Like a starπ«
Komentar dinonaktifkan
πππ
Setelah sampai di kos, Shanum mengganti dress nya dengan pakaian tidurnya. Sambil rebahan di kasur, Shanum membuka aplikasi instagram.
Dia berencana mengupload foto nya di restoran tadi.
Fareshanum__
Fareshanum__ Dinner with uπ₯
more comments
Nabilla32 Cantik bangett kak!
Veveliaa Nge date sama siapa lo?!
Panjitampan Masyallah masa depan cerah banget
NaDenadaa Gaya lo dinner segala :)
Ardhewangga Beautifull
NaDenadaa Apa-apaan inihh?
Itulah beberapa komen yang Shanum baca di kolom postingannya.
Ardha memintanya menemani lelaki itu ke suatu acara besok pagi. Sebagai rasa terimakasih nya Shanum pun menerima dengan senang hati.
Hanya menemani saja tidak akan membuat nya keluar uang. Ini lebih baik dari pada mentraktir Ardha. Yang ada nanti dia dibawa ke restoran mahal lagi seperti tadi.
__ADS_1
Katanya acara nya tidak begitu formal tapi juga tidak terlalu santai. Jadi Ardha akan menyuruh asistennya memberikan Shanum baju untuk dipakai besok.
Shanum sendiri mengiyakan saja, lumayan pikirnya. Dia tak perlu repot dan pusing memikirkan akan memakai baju apa besok. Sekarang dia bersantai saja dan tinggal langsung berangkat besok.
πππ
Shanum yang sedang enak-enaknya scroll twitter sambil rebahan dikagetkan dengan bunyi ketukan di pintu kamar kos nya.
Saat dibuka ternyata Dimas yang berdiri didepan pintu sambil membawa paperbag. Rupanya itu adalah pakaian yang akan diberikan padanya untuk acara nanti.
"Ini dari bapak." kata Dimas sambil menyodorkan bag yang ia bawa.
"Oke jam sepuluh kan, makasih yaa."
Dimas pun langsung pergi begitu saja. Padahal Shanum mau menawarkan kopi padanya. Tapi...ya sudahlah sepertinya dia sangat sibuk.
Didalam bag itu ada atasan kaos dan blazer lalu juga ada jins 3/4 sebagai bawahan. Okee baiklah pilihan yang lumayan bagus dan simple.
Shanum akan memadukan dengan sepatu putih dan tas kecil sebagai pelengkap.
Tepat jam sepuluh lebih delapan menit, Ardha menelfonnya. Lelaki itu rupanya sudah sampai di depan gerbang kos.
Shanum heran kenapa ada dua mobil yang terparkir, rupanya Ardha akan membawa mobil sendiri sementara asisten dan ajudannya berada di mobil yang lain.
Maka dari itu, otomatis Shanum akan berdua saja dengan Ardha di satu mobil yang sama. Ga mungkin kan Shanum satu mobil dengan para ajudan. Yang benar saja!.
"Acaranya kayak gimana sih mas?" ucap Shanum saat mobil sudah melaju.
"Acara sosial ke panti." jawab Ardha.
"Wahh seru kayaknya. Panti mana mas?"
"Hari ini kebetulan pantinya di luar kota, sekitar dua jam perjalanan."
"Jauh dong. Mampir beli jajan dulu dong mas." pinta Shanum.
Memang dasarnya Shanum ini bocah yang doyan ngemil. Jadi jangan salahkan dia kalau kebiasaannya jajan terus.
Ardha tak menjawab tapi tak lama kemudian dia membelokan mobilnya ke arah minimarket.
Shanum pun langsung masuk mengambil keranjang dan dengan semangat berkeliling. Ardha yang melihat itu tentu saja hanya geleng-geleng kepala.
Shanum mengambil banyak sekali makanan, dia juga membeli berbagai macam minuman. Jangan lupa juga banyak sekali ice cream.
Ardha hanya mengikuti kemana gadis itu berjalan.
"Mas kamu mau beli sesuatu?"
Ardha mengangguk, "Beli kopi dan air putih aja."
Shanum mengangguk dan mengambil kopi kemasan botol juga air putih untuk Ardha.
"Sudah?" tanya Ardha. Shanum mengangguk.
"Ajudan kamu ga dibeliin mas?" tanya Shanum.
"Dimas sudah beli." jawab nya.
__ADS_1
Lalu keduanya pun berjalan kearah kasir untuk membayar belanjaan mereka. Lebih ke belanjaan Shanum sih sebenarnya, tapi tak apa. Toh ada kopi dan air putih milik Ardha di keranjangnya. Jadi bisa dikatakan belanjaan itu milik mereka berdua.
Setelah membayar mereka pun keluar dan melanjutkan perjalanan.