
Shanum sedang sibuk mengoleskan krim malamnya didepan meja rias sekarang. Sementara Ardha sibuk dengan ipadnya duduk bersandar diatas kasur.
"Yang."
"Hmm."
"Kamu mau liburan kemana?"
Shanum yang matanya semula sudah mengantuk, langsung melebar cerah setelah mendengar kata liburan.
"Liburan? Kamu mau liburan mas?"
"Kita kan belum sempat honeymoon, kamu mau kita pergi kemana?"
Shanum langsung mengingat candaan Dena tadi sore. Sepertinya suaminya ini merasa tersindir dan langsung segera merencanakan kegiatan honeymoon mereka yang tertunda.
"Aku sih sebenernya pengen ke Raja Ampat." ucap Shanum.
"Okee nanti mas cari tau dulu."
Shanum mengangguk. Dia mulai berjalan menuju kasur sisi samping suaminya.
Menarik selimut menutupi sampai atas dadanya. Ardha pun mengikuti sang istri. Dia meletakkan ipadnya keatas meja dan beringsut merebahkan diri.
Saat baru saja memejamkan matanya, Shanum bisa merasakan tangan suaminya yang memeluk dan mengelus pelan lengannya di dalam selimut.
Tak lama kemudian, Shanum juga merasakan Ardha mencium pipinya.
Shanum mendengus paham dengan artinya, "Tunggu bentaran napa mas, aku baru pake lotion sama krim malam. Tunggu 10 atau 15 menit kek gitu biar meresap dulu."
"Kamu mahh, ayolahh sayangkuu." rengek Ardha dengan wajah yang memelas.
Kalau sudah begitu, Shanum tak bisa untuk menolak lagi. Takut-takutnya menjadi dosa karena menolak suami.
"Duhhh yaudah ayooo, ayooo."
Ardha langsung menarik istrinya dalam dekapannya dan bersama-sama melewati malam yang panjang sampai pagi menjelang.
Selang beberapa hari kemudian, Ardha benar-benar menyodorkan dua tiket pesawat untuk liburan berjudul 'honeymoon' yang mereka bicarakan sebelumnya.
"Beneran ini mas?" kata Shanum bersemangat.
Ardha mengangguk.
Shanum melompat riang karena terlalu senang. Lantas beralih memeluk suaminya. Senyuman di bibirnya tak kunjung luntur.
Raja ampat adalah salah satu wishlistnya yang belum tercapai dan sekarang akan segera terwujud berkat suaminya tercinta.
"Berangkatnya kapan ini?" tanya Shanum.
"Besok malam."
"Okehh sipp, aku bisa siap-siap besok aja."
"Gausah bawa banyak barang, nanti waktu pulang biar ga perlu nambah koper." kata Ardha mengingatkan.
Ardha sangat tau persis, istrinya adalah tipe orang yang harus membawa semua barang yang dia gunakan tiap harinya saat bepergian.
Saat pergi liburan, dia harus membawa banyak pasang baju. Itu dia samakan dengan berapa hari dia akan pergi. Kalau pergi dua hari yaa harus bawa empat pasang.
Sebenanrnya tidak masalah, tapi yang masalah adalah saat akan pulang, istrinya pasti kalap belanja oleh-oleh. Sementara koper awalnya sudah penuh, berakhir harus membeli satu koper lagi.
__ADS_1
Sampai sekarang istrinya memiliki delapan koper saking seringnya beli koper setiap travelling.
"Hehehe okee, siap bos." Shanum tertawa kecil menjawab Ardha.
🕊🕊🕊
Shanum dan Ardha akhirnya sudah tiba di Raja Ampat, Papua.
Seperti liburan biasanya, mereka berdua akan ke penginapan terlebih dahulu baru setelah itu mereka akan explore kepulauan raja ampat ini.
Sebelum berangkat, Shanum sudah membuat wishlist tempat-tempat yang akan mereka berdua kunjungi.
Shanum juga sudah menyesuaikan urutannya dengan maps. Supaya jadwal mereka teratur dan tidak bolak-balik.
Ardha sebagai suami yang baik dan penurut hanya mengikuti keinginan sang istri. Saat istrinya bahagia, dia juga ikut bahagia. Sangat.
3 hari 2 malam adalah waktu yang sangat singkat bagi Shanum menjelajahi raja ampat ini. Tapi pekerjaan sang suami yang mengharuskan mereka kembali ke Jakarta. Menjalani kehidupan dan kesibukan yang semestinya.
Shanum saat ini berdiri di balkon kamar penginapannya, memandang keindahan malam raja ampat yang entah kapan bisa dia kunjungi lagi.
Ardha memeluk Shanum dari belakang, menghalau udara dingin malam dengan menyelimuti istrinya dengan pelukan.
"Jangan sedih, kapan-kapan kita kesini lagi." ucap Ardha yang berusaha menghibur istrinya.
Shanum mengangguk, "Iyaa mas, makasih yaa udah diajak kesini. Aku seneeeengg banget."
"Iyaa sama-sama sayang."
"Nanti kalau ada jadwal luang lagi, kita kesini lagi yaa." kata Ardha lagi meyakinkan istrinya.
Malam harinya, mereka berdua sudah berada di bandara untuk bertolak ke jakarta sebentar lagi.
"Mas, aku mau ke toilet bentaran dong." pamit Shanum.
"Engga, gausah."
Di toilet, Shanum mencuci tangannya di wastafel setelah selesai buang air kecil. Juga touch up sedikit karena bibirnya sudah mulai kelihatan pucat.
Setelah selesai, Shanum berjalan keluar dari toilet. Saat sedang enak-enaknya berjalan, Ada seseorang yang memanggilnya dari belakang. Reflek Shanum menoleh dan mencari orang yang memanggilnya.
Laki-laki yang memanggilmya tadi mendekat.
"Shanum kan?"
"Kamu?" dahi Shanum sedikit berkerut.
"Masa kamu sudah lupa sama aku?"
"Orang ga penting buat apa di ingat." sinis Shanum.
Laki-laki itu tertawa kecil, "Aku Haris, orang yang kamu tolak di lapangan basket Fakultas waktu semester 2 kuliah."
Shanum mencoba untuk mengingat dan perlahan dia mulai menemukan memori yang dimaksudkan.
"Ohh."
"Kamu apa kabar?"
"Baik." Shanum sudah akan berbalik dan pergi, tapi laki-laki yang mengaku bernama haris ini terus bertanya lagi.
"Kamu liburan disini?"
__ADS_1
"Iya."
"Sendiri?"
"Apa urusannya sama kamu!"
"Santai Nummm, kenapa kamu jadi lebih galak dari pada dulu." Haris tertawa lagi.
Shanum memutar mata malas, "Trus tujuan lo sekarang ngomong sama gue apa?"
Shanum menggunakan lo-gue untuk membuat kesan lebih kasar dalam obrolan mereka. Shanum ingin menunjukkan ketegasannya dan maksudnya yang malas menanggapi laki-laki ini.
"Aku inget kamu pernah bilang pengen menjelajah berbagai tempat. Selama ini aku di Australia, tapi aku ga pernah sedikitpun melupakan kamu. Aku selalu mengunjungi banyak tempat di Indonesia dan berharap bertemu kamu di salah satu tempat itu."
Haris tersenyum, "Dan akhirnya kita ketemu."
Sudut bibir Shanum terangkat, "Trus gunanya lo ngomong gitu ke gue apa?"
"Lo pikir gue bakal terharu, terkesan, tersanjung gitu?"
"Gue ga suka sama lo entah dulu, sekarang, maupun di masa depan."
"Jadi lo gausah ngarep!"
Lantas Shanum pun pergi menjauh dari Haris.
"Kok lama yang?" tanya Ardha yang sudah menunggu sang istri. Hampir saja dia akan menyusul ke toilet.
"Iyaa tadi sedikit nyasar mas."
"Bisa bisanya kamu nyasar padahal ada penunjuk jalannya."
Shanum menggaruk dahinya yang tak gatal, "Hehehe ga baca mas."
"Yasudah, kamu laper ga?"
"Ehmm, engga laper banget sih. Mau jajan aja boleh?"
"Jajan terus, makan dulu sayang."
"Ga laper mas."
"Ga laper kok mau jajan."
"Yaa kan pengen ngemil aja."
Setelah menempuh waktu yang lumayan lama, akhirnya mereka sampai di Jakarta dengan selamat.
Di Bandara, Dimas dan ajudan lainnya sudah siap menyambut kedatangan atasannya beserta sang istri.
Untung saja Bandara di malam hari tidak terlalu ramai. Jadi tidak banyak orang yang memperhatikan mereka.
Di perjalanan pulang, Shanum yang kelelahan akhirnya tertidur lelap di pelukan suaminya.
Ardha juga yang menggendong dan membawa istrinya masuk ke dalam rumah.
🕊🕊🕊
Fareshanum_
__ADS_1
2.379.341 likes 0 comment
Fareshanum_ Jomblo dilarang iri!🙏