
Di malam hari yang cerah ini, Shanum sedang berkeliling mall ditemani oleh pacar tersayangnya. Siapa lagi kalau bukan Ardha Dewangga.
Tujuannya berkeliling di mall ini untuk mencarikan Velia kado ulang tahun. Velia akan berulang tahun yang ke dua puluh lima, besok. Yahh, Shanum dan Velia berbeda dua tahun.
Sebenarnya Velia akan mengundangnya untuk merayakan ultahnya di akhir minggu. Karna hari ulangtahunnya di hari Rabu. Tepatnya adalah besok. Hari nya kami para pencari uang sibuk bekerja.
Tapi Shanum dan Dena memutuskan untuk memberi Velia suprise nanti malam. Dena sudah membeli beberapa hiasan dan perintilan yang di perlukan. Mereka akan menghias di unit Dena.
Karena unit itu jarang dikunjungi, jadi meminimalisir kecurigaan Velia.
"Mau cari kado yang bagaimana?"
"Ehmm sebenernya tas, cuma tas dia udah banyak."
"Baju, udah pernah tahun lalu."
"Trus apa dong, kira-kira apa ya mas?" Shanum bertanya.
"Saya ga pernah ngasih hadiah ke cewe."
"Masa sih mas?kamu ga pernah punya pacar?minimal crush gitu?"
Ardha menggeleng.
Mereka masuk ke store Dior. Shanum melihat ke area baju.
"Ini bagus ga mas?"
"Bagus." Ardha mengangguk.
Shanum membawa baju itu, lalu memilih baju yang lain lagi.
"Okee ini dulu deh." Sambil memegang tiga baju.
"Kamu ngado segitu banyak?" Heran Ardha.
Shanum menggeleng, "Bukan buat kado ini mas, ini buat aku sendiri. Kita keliling lagi buat cari kado nya."
Ardha melongo, "Hah?"
Shanum melenggang menuju kasir.
"Totalnya Lima juta delapan ratus tiga puluh lima ribu rupiah."
Shanum membuka tas untuk mengambil dompetnya. Tapi Ardha dengan cepat menyerahkan card nya ke kasir.
"Loh."
"Kok mas yang bayar?"
"Stt..." Ardha mengisyaratkan Shanum untuk diam.
Ardha juga membawakan paperbag belanjaannya.
"Aku ganti ya mas?"
Kalo disuruh ganti awas aja. Batin Shanum.
"Ngga perlu." Shanum menghela nafas lega mendengar jawaban itu.
Bukan apa-apa, menurut Shanum lelaki yang berinisiatif lebih dulu seperti Ardha tadi, adalah laki-laki yang gentle.
Kalau misalkan setelah itu kita disuruh bayar ganti, ngapain bayarin kan tadinya.
"Mas kita ke store itu aja, mau liat sepatu."
Ardha mengangguk.
Shanum melihat-lihat, "Ini bagus ga mas?"
Ardha menggeleng, "Warnanya terlalu mencolok."
"Ehmm kalau ini?"
"Nanti ceper kotor kalau putih."
Shanum menghela nafas, "Kalau ini?"
Ardha mengangguk, "Bagus."
Shanum juga mengangguk, "Okee ini aja dehh."
Pilihan Shanum jatuh ke sepatu cream tanpa hak.
"Ini buat kado Velia. Jadi aku yang bayar sendiri."
"Iyaa, saya cuma nafkahin kamu aja."
"Hah?" Shanum menatap Ardha cengo.
๐๐๐
Saat ini Shanum dan Dena sedang menghias ruangan. Tepatnya unit apartment Dena.
__ADS_1
Shanum memasang rumbai-rumbai di tembok, dengan tulisan 'Happy Birthday'. Juga menata meja dan kue kecil berwarna putih beserta lilin nya.
"Denaa mana pompa balon nya?"
Setelah selesai menghias tembok dan kue, mereka akan menyiapkan balon-balon.
"Pompa apaan anjir, kaga ada."
"Lah trus, tiup pake apaan?"
"Yah tiup pake mulut lah nyet! Gunanya punya mulut buat niup balon juga bisa, lo pikir mulut dipake buat ******* doang?"
Shanum berdecak, "Yang bener dong Den."
"Yee si babi, beneran gaada. Udahlah niup biasa apa susahnya."
"Gamau ah, takut meledak ntar."
"Gue ke bawah dulu lah, pinjem security siapa tau dia punya."
Shanum bergegas turun untuk meminjam pompa.
"Pakk...maaf ganggu yahh." sapa Shanum.
"Ohh iyaa mbak gapapa, ada apa?"
"Itu bapak ada pompa ga? Saya mau pinjem."
"Pompa?ada sih mbak tapi buat ban sepeda."
"Iyaa gapapa pak."
"Yaudah saya ambilin dulu ya diparkiran."
Shanum mengangguk, lalu menunggu.
Selang beberapa saat kemudian, Shanum melotot kaget melihat Velia berjalan masuk ke gedung.
"Aduhh alasan apa gue ketemu dia." gerutu Shanum.
"Lo ngapain disini?" ucap Velia.
"Ohh itu, gue mau..."
Duh alesan apa gue anjing. Batin Shanum.
"Mau?"
"Ohh, ngapain di tungguin. Semangat amat lo, biasanya juga langsung ke apart lo."
"Ohh, dia ga mampir. Cuma mau ngasih barang ke gue. Makanya gue tungguin disini."
"Ehmm gitu." Velia mengangguk.
"Iyaa. Lo masuk duluan aja. Gue sendiri gapapa kok." usir Shanum.
"Yeee siapa juga yang mau nungguin lo. Gue keatas duluan." pamit Velia. Shanum hanya tersenyum dan mengangguk.
Setelah itu, Shanum segera memberi pesan ke Dena bahwa Velia sudah datang. Shanum menyuruh Dena agar tidak keluar Unitnya.
"Curiga ga dia tadi?" tanya Dena saat Shanum sudah kembali.
"Untungnya sih engga."
Sekarang sudah pukul satu pagi. Dena dan Shanum ketiduran sampai terlambat menjalankan rencana selama satu jam lamanya.
"Lo sana gedor dia."
Shanum memencet bel unit Velia. Berkali-kali sampai Velia keluar. Velia keluar masih menggunakan kaos dan celana piama serta rambut yang berantakan.
"Apaan sih Num! ini pagi buta kalo lo gatau."
"Sorry sorry, gue di telfon Dena tadi. Dia suruh gue ambil sepatu di unitnya."
"Buat apaan sih."
"Buat acara dia besok. Gue lupa ambil tadi."
"Yaudah ambil aja apa susahnya sih?"
"Yaa temenin gue lah, selain gue takut. Gue gamau ntar dikira nyolong sesuatu kalau-kalau ada yang ilang. Gue butuh ada saksi."
"Lo ribet banget sih Num ahh. Gue lagi enak-enaknya mimpi juga."
Shanum merengek agar Velia bersedia menemaninya.
"Yaudah yaudah ayok, cepetan."
Saat pintu terbuka, Velia langsung bisa melihat kue dengan lilin yang menyala.
Lalu, dia juga mendengar Shanum dan Dena menyanyi untuknya.
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday Veli..."
__ADS_1
"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday Veli..."
Shanum dan Dena menyanyi bersama-sama, dengan Dena memegang kamera untuk merekam moment itu.
Velia terkejut sampai ingin menangis.
"Aaa thankyou guys." Mereka bertiga berpelukan untuk beberapa saat.
"Selamat ulang tahun Veli, semoga makin sukses yaa." ucap Shanum.
"Makasih yaa, gue kesel banget tadi. Sekarang malah pengen nangis."
"Happy birthday yaa bestie, gue doain lo dapet jodoh tahun ini." ucap Dena.
"Thanks, btw lo sendiri juga belom ada jodoh tuh." Jawab Velia.
Dena memutar mata malas, "Gue mah santui."
"Udah, yukk foto-foto." ajak Shanum.
"Ntar dulu gue ganti baju, masa foto gue kek gembel gini."
Veveliaa
981.683 suka 650.221 komentar
Veveliaa It's my 25th birthday๐ฐ
Fareshanum_ Cie tambah tua
GigiCantik Selamat ulang tahun kak
NaDenadaa Selamat menua bestie
SianakIbuk Happy Birthday kakak cantik
NiswaaCans Panjang umur kak Vel
๐๐๐
Di hari sabtu sore yang cerah ini, Shanum akan pergi ke acara ulangtahun Velia. Ardha juga yang mendapat undangan dari Velia, turut serta pergi bersama Shanum.
Tempat pesta hari ini berada di Cafe yang terletak di lantai 20 sebuah gedung hotel. Pesta yang diadakan Velia kali ini, berbeda dengan pesta biasanya.
Velia memilih pesta tema gelap dengan kostum bebas. Bukan harus dengan dress. Velia bilang dia ingin pesta yang biasa saja tapi memberikan kesan yang dewasa mengingat usianya yang sudah dua puluh empat.
Ardha yang sebelumnya tak membelikan hadiah untuk velia, kali ini membawa hadiah berupa parfum.
Ardha menyerahkan hadiah itu kepada Shanum.
"Berikan ke Velia."
"Lah kok aku?"
"Dia kan temanmu."
"Iyaa deh." Shanum memilih mengalah toh hanya memberikan hadiah, tidak susah.
Shanum mencari keberadaan Dena dan Velia. Ardha yang melihat banyak sekali tamu, memilih menggandeng tangan Shanum agar tak kehilangan gadis itu.
"Baru dateng?" tanya Dena yang sudah datang lebih dulu.
Shanum mengangguk, "Iyaa, Vel nih kadonya dari mas Ardha."
"Wah makasihh yaa."
Ardha yang mendengar itu mengangguk singkat.
"Udah kali gandengannya, bukan mau nyebrang juga." sindir Dena.
Ardha tak mengacuhkan, Shanum tersenyum malu memukul tangan Ardha yang tak mau melepaskannya.
Fareshanum_
1.795.032 suka 853.028 komentar
Fareshanum_ Otw Velia birthday party๐ฅณ
Veveliaa Aturannya posting foto gue, trus ucapin
Celililia Couple gols banget
FinaRia Arsha semakin di depan
NaDenadaa Memang agak laen anak satu ini
GheaFitri So sweet banget sihh
Kilandra Mau dong jodoh yang kayak begituuu
__ADS_1