
Crown Hotel Sydney
Seorang wanita terlihat setengah tergesa-gess mengenakan pakaiannya, "sayang...aku bakal terlambat" ujarnya. Dia berkata kepada seorang laki-laki yang sedang mandi dengan shower air panas. Laki-laki itu tampaknya tidak mendengar perkataan wanita itu dia tidak menjawab perkataan wanita itu. "Uangnya aku letakkan diatas meja ya, aku akan menghubungi mu lagi" ujar wanita itu sambil mengambil kalung mutiaranya yang berwarna putih dan mengenakannya. Dia merapikan beberapa sisi dari gaun yang dikenakannya yang terlihat sedikit kusut. "Sampai bertemu lagi sayang" dia mengetuk kaca di tempat shower dimana laki-laki itu mandi, melihat dirinya dikaca sambil tersenyum karena, dirinya sudah terlihat rapi dan cantik. Laki-laki itu baru menyadari kalau wanita itu mengatakan sesuatu. Tapi setelah dia mematikan shower dan mengambil handuknya, wanita itu sudah pergi meninggalkan kamar itu. Laki-laki itu melihat kearah amplop yang berisi segepok uang diatas meja, dia melihat dan tersenyum. Meneguk sampagne dan melihat suasana diluar dari balik tirai dikamarnya.
-------------------------------------------------------------------------
Bandara Internasional Sydney
( 3 jam kemudian )
"Juna Dimana posisi mu?" Seseorang menelfon Laki-laki tersebut.
"Aku dibandara" jawab laki-laki itu.
__ADS_1
"Suami Michelle mencarimu, dia akan membunuhmu!".
"Kenapa??"
"Michelle kabur dari rumah dan mengambil uang, kamu tau suaminya kan? Dia mengira kamu kabur bersama istrinya".
"Aku tidak akan melakukan hal ini lagi Jay, Rachel adalah pelanggan terakhirku hari ini dan selanjutnya".
"Oke Juna, tapi kamu tetap harus berhati-hati karena suami Michelle menyewa orang untuk menemukanmu".
--------------------------------------------------------------------------
Jakarta, Indonesia
__ADS_1
1 tahun kemudian
Ayra berjalan dengan hati-hati sambil menenteng sekantong besar plastik berwarna hitam yang berisi banyak sampah, bahkan saking banyaknya sampah di plastik tersebut membuat bagian samping kantong plastik itu sedikit robek dan meneteskan air dan serpihan kecil sampah-sampah. Dia lalu dengan cepat meletakkan sampah yang dibawanya ditempat sampah tetangganya yang menumpuk. Sedangkan tempat sampah miliknya terlihat bersih tanpa sampah. Ayra cepat-cepat berbalik untuk pergi agar tidak ketahuan oleh tetangganya, kalau dia ikut meletakkan sampah miliknya ditempat tetangganya. Namun belum beberapa langkah dia berjalan, terdengar seseorang berteriak memanggilnya. "Hei Non..non, kamu apa-apaan buang sampah ditempat ku!!??".Terlihat seorang Kakek dengan wajah merah padam meminta Ayra untuk berhenti. Dengan perasaan malu karena kepergok dengan tetangganya Ayra terpaksa menoleh kearah kakek tersebut dan berusaha menghilangkan rasa malunya dengan memasang wajah tersenyum manja ( Mandi Jarang ). "Eh Kakek Darmo, aku fikir si Juna". Ayra tersenyum.
"Eh Non Ayra toh?, tenang aja non anak itu pasti belum bangun pagi-pagi begini". Ujar Kakek Darmo yang tiba-tiba berubah ramah begitu mengetahui kalau Ayra yang membuang sampah ditempat sampahnya.
"Maaf kek, aku salah buang sampah lagi ketempat kakek".ujar Ayra ngeles.
"Ah..nggak apa-apa Non Ay, kamu boleh buang sampah sebanyak yang kamu inginkan, tempat sampah kami lebih besar dan sudah lama. Tempat sampah non Ay kan baru beli, pasti sayang sekali kalau dikotori kan?".
"Kakek Darmo kok pengertian sekali ya, lain dengan cucu kakek yang galak banget" jawab Ayra. Kakek Darmo hanya tertawa mendengar pujian dari Ayra.
"Ada apa ini pagi-pagi sudah ngerumpi??" Ujar Juna yang tiba-tiba sudah berada dibelakang kakeknya dengan tatapan sinis kearah Ayra. Ayra langsung membalikkan badan tanpa basa-basi dengan cuek begitu melihat Juna dan pergi kembali kerumahnya. Setelah Ayra tidak terlihat lagi, Juna lalu mengambil semua sampah dari tempat sampahnya dan memindahkannya ketempat sampah Ayra. Kakek Darmo hanya mengelengkan kepalanya melihat tindakan Juna.
__ADS_1
Ayra Soetedjo Character