
Seperti biasa Tania menelfon Auriga ketika jam senggang di radio Casanova.
"Jadi kamu dan tetanggamu sudah akur?" Tanya Juna pura-pura tidak tau.
"Iya Ga, malahan dia kalau baik jadi kelihatan sweet banget loh".jawab Ayra.
"Maaf ya Tania".
"Maaf untu apa Ga?"
"Kemarin-kemarin aku mengajarimu untuk berani dengannya" ujar Juna jujur.
"Hahahaha...biasa aja kali Ga, dia memang weird gitu awalnya. Tau nggak waktu dia mengunjungi ku dirumah sakit, dia bawain bunga dan coklat kayak hari Valentine".
"Mungkin dia tulus,makanya nggak memandang hari untuk ngasih hal yang romantis gitu Tania" Juna mencoba membela diri.
"Iya sih Ga, nggak apa-apa. Cuma kok bisa romantis begitu kesannya, padahal aku kan musuh bebuyutannya, aneh tapi nyata".
"Dia akan menyesal kalau tau kamu berkata seperti itu loh Tania".
"Yang kedengaran menyesal dan protes sepertinya kamu deh Ga, bukan si Juna" ujar Ayra sambil tertawa.
Juna terpaksa mengalihkan pembicaraan karena takut keceplosan dengan sikapnya yang terbawa suasana.
"Pingin diputerin lagu apa Tania?"
"Mmm...lagu apa ya?, eh...lagu itu ding. "Terbang" dari grup band Gigi.
"Siap nyonya" jawab Juna
"Makasih tuan Auriga".
--------------------------------------------------------------------------
Beberapa jam kemudian
__ADS_1
Bos Andri membawa minuman beralkohol yang mahal dan enak untuk diminum bersama Juna dan Bimbim selepas siaran, namun satu jam kemudian Juna menelfon Bimbim via "watsup".
"Bim, kayaknya lu mabuk berat deh"
"Nggak apa-apa Na, gue dah naik Taxi online biat balik kerumah, lu bilallngin Paman Andli tenangggg aj"
"kita kan minumnya distudio Bim, lu kan tinggalnya disini".
"Alamak jang!!, jadi gue mau kemana ini?" Bimbim terperanjat walaupun sudah muabuukk.
"Suruh drivernya putar balik kestudio"
"Ok...Oc"
Bimbim lalu meminta driver taxi online untuk kembali ke studio Casanova.
"Kembali pak ke radio Casanova, kucing saya mau lahiran" ujar Bimbim sekenanya.
Sang Driver hanya mengganguk mengikuti kemauan Bimbim.
--------------------------------------------------------------------------
"Kamu kerja dimana Na, pulangnya sering pagi begitu?" Tanya Ayra
"Ohhh...aku kerja di hotel jadi Night Audit".
"Dulu ngambil sekolah hotelnya di Australi ya?"
"Iya...tau darimana Ay?"
"Kakek pernah cerita sedikit sih tentang mu".
"Pasti kamu kepo ya denganku?" Goda Juna
"Yeee...nggaklah, kan kebetulan kakek nyerempet ceritanya mengenai kamu" jawab Ayra.
__ADS_1
"Beneran??"
"Iihh..apaan sih?, Ge-Er banget Lu" Ayra jadi sewot karena digoda Juna.
"Eh..iya..Ay, tumben nggak pake Lu -Gue ke aku?".
"Ya nggak apa-apa, kan kita sudah nggak bertengkar lagi, atau kamu mau aku pake Lu - Gue lagi?".
"Sebenarnya aku lebih seneng kalau kita begini" jawab Juna jujur.
"Aku juga" sahut Ayra
"Damai itu indah".
"Kamu mau dilamar?" Tanya Juna
"Lamar gimana Na?"
"Waduh, maksudku Diramal...ramal, jadi keseleo lidah nih" jawab Juna grogi. "Kenapa bisa belepotan ngomong gini sih?" Gerutu Juna dalam hati.
"Emang bisa kamu meramal?"
"Aku juga bisa tau karakter orang dari garis tangan".
"Ah, paling juga kamu mau megang tanganku kan?".
"Ayra..bisa nggak fikirannya yang positif?, aku nggak seburuk itulah".
"Lebih buruk ya?" Jawab Ayra
Juna malah tertawa dengan jawaban Ayra.
"Iya deh..., coba baca garis tanganku". Ujar Ayra sembari memberi telapak tangan kanannya untuk dibaca.
__ADS_1