My Enemy My Sweet Heart

My Enemy My Sweet Heart
"My Enemy My Sweet Heart" Special Features Inside Story "Bimbim Jangan menangis"


__ADS_3

Chapter (Reuni)


Page : 23


Hari berikutnya


Radio Casanova


"Na, lu pernah periksa kangker prostat?"


Juna yang sedang sibuk mempersiapkan hal-hal untuk siaran menoleh kearah Bimbim dengan bingung.


"Kenapa Bim? Lu kena kangker prostat?"


"Husshh ngaco, nggaklah gue cuma nanya doang"


"Pertanyaan lu absurd gitu soalnya"


"Gue penasaran aja, kalau lu diperiksa Dokter yang seorang cewek, dan harus melihat punya lu. Perasaan lu gimana Na? malu nggak sih?"


"Dokternya sudah sering melihat yang begituan Bim, mereka nggak peduli dengan punya gue"


"Nggak malu beneran?, kalau dilihat cewek?".


"Malu sih pas Ayra yang melihat"


"Dasar sampah! Malah terlalu banyak informasi yang lain".


Juna hanya tertawa memdengar gerutuan Bimbim.


"Yeeehhh, lu yang nanya duluan.Malah lu yang protes"


"Gue nanya kalau dilihat ama Dokter, bukan tentang hubungan lu!"


"Ya udah gue salah, maaf dah"

__ADS_1


"Lalu kenapa lu harus malu Na? Kalau Ayra yang ngeliat?"


"Tadi katanya lu nggak mau tau?! Gimana sih??"


"Udah jawab aja"


"Ya..itu karena gue suka sama Ayra,orang biasanya bakalan malu sama seseorang yang dia suka dalam hal begitu".


Bimbim hanya mengangguk tanda tak dalam


"Memangnya lu nunjukkin kesiapa Bim?"


"Nggak ada, gue cuma habis baca artikel kesehatan" jawab Bimbim ngeles seperti Bajai kalau nyalip kendaraan.


"Terus hal positif lu baca artikel itu?"


"Gue nggak mau lagi baca artikel kesehatan"


"Eh bujugggg" Juna jadi spontan mengumpat


Diwaktu yang sama


"Rumah sakit Tiara Patrin"


"Selamat sore Dokter wijaya"


"Selamat sore, Bapak dan Ibu"


"Kimberly, saya mengucapkan selamat karena hari ini kamu diperbolehkan keluar dari rumah sakit ini".


"Saya sangat berterimakasih karena Dokter sudah dengan sabar mau mengawasi dan merawat anak kami"


"Jangan begitu Pak, Bu, ini memang sudah kewajiban saya. Anda tidak perlu merasa sungkan begitu".


"Kimi, kamu harus mengucapkan terimakasih dengan Dokter Wijaya karena diurus secara khusus dan baik olehnya" ujar Ibu Kimberly

__ADS_1


Kimberly mengucapkan terimakasih sambil sedikit membungkukkan dirinya dengan mengatupkan kedua tangannya didada.


Dokter Wijaya tersenyum dan membalas dengan menepuk pundak Kimberly dengan lembut, ada rasa haru melihat Kimberly bisa pulang kerumah


tanpa harus menjalani perawatan di Rumah sakit.


--------------------------------------------------------------------------


Sudah satu tahun Kimberly tidak pulang kerumah karena harus menjalani perawatan yang intensif dirumah sakit.


Kimi melihat kesekeliling kamarnya yang seingatnya lebih rapi daripada setahun yang lalu Kimi mempunyai penyakit "Hipertensi Arteri Paru" yang 99% tidak bisa sembuh.


Penyakit ini bisa diidap 1-2 orang / 1 juta orang.


Resiko terbesar adalah kematian mendadak, dan diprediksi penderita hanya bisa bertahan 10 tahun dari gejala awal.


Tahun ini adalah tahun ke 9 dari Kimberly untuk bertahan. Dan karena penyakitnya dia tidak pernah merasakan untuk semangat dalam menjalani hidup dan tidak takut untuk menghadapi kematian.


---------------------------------------------------------------------


Esok Harinya


19.57 Wib


Kimberly sedang menikmati kebersamaan menonton acara favoritnya di Chanel flora dan fauna bersama ayah dan ibunya ketika Trinity kakak perempuannya memberikan sebuah kartu undangan Reuni dari teman masa SMU nya dulu untuknya.


"Kamu tidak perlu datang kalau tidak merasa sehat Kim" ujar ayah Kimberly


"Aku akan baik-baik saja kok Yah" jawab Kimi


Ibu kimi yang duduk disebelahnya menepuk tangan ayah Kimi dengan lembut mengisyaratkan untuk jangan terlalu khawatir.



Kimberly Okantara Character (Kimi)

__ADS_1


__ADS_2