My Enemy My Sweet Heart

My Enemy My Sweet Heart
"My Enemy My Sweet Heart" Special Features Inside Story "Bimbim Jangan menangis"


__ADS_3

"Jadi apa keluhan anda pak Bimma?" Tanya Dr.Vio mengulang pertanyaannya karena Bimbim terlihat terdiam


"Eh...ada ruam dipergelangan tangan, jari dan punggung saya Dok"


"Coba saya lihat" Violette lalu memeriksa pergelangan tangan dan jari Bimbim


"Sudah berapa lama?"


"Beberapa hari ini Dok, munculnya"


"Apa pekerjaan anda?" Tanya Violette sembari tetap memeriksa pergelangan dan jari Bimbim


"Penyiar radio dan desain grafis"


"Wah anda pekerja keras ya?, bisa double job begitu"


"Nggak juga Dok, pekerjaan utama saya penyiar radio kalau Desain grafis cuma sampingan dan freelance aja".


"Penyiar radio mana?"


"Casanova"


"Kalau Desain grafis berarti mengedit gitu ya?"


Kali ini Violette berdiri dan memeriksa area leher Bimbim yang terdapat ruam.


"Iya Dok"


"Berarti termasuk mengedit payudara untuk majalah?


"Menghapus jerawat juga termasuk Dok"


Violette selesai memeriksa dan kembali ketempat duduknya lalu menulis hasil diagnosanya di lembar pasien.


"Jadi payudara siapa yang paling sulit bagi anda untuk diedit?"


"Saya tidak bisa mengatakannya Dok"


Violette menoleh kearah Bimbim dan tersenyum


"Berarti sudah banyak hal yang anda edit?"


Bimbim hanya tersenyum mendengar pertanyaan Violette.


Bimbim mulai merasakan gatal dan menggaruk lehernya.


"Jangan digaruk pak" ujar Violette melarang Bimbim

__ADS_1


Bimbim tidak jadi melanjutkan aktifitas menggaruknya


"Berarti anda pandai menggunakan program Photo shop ya?"


"Dokter pernah memakai Photo shop juga?"


Violette yang masih menulis hanya mengangguk.


"Terkadang ketika saya ingin mengepost foto di medsos dan saya lagi ada jerawat saya mencoba mengeditnya, tapi ya itu. Pada akhirnya saya tidak bisa mengeditnya dengan baik karena susah banget".


"Kalau mau mengedit jerawat lebih baik pake clone stamp"


"Tetap saja hal yang sulit untuk saya"


"Nggak kok Dok"


Violette hanya tersenyum dan terus menulis


Bimbim menggunakan kesempatan itu untuk menggaruk lengannya yang terasa gatal.


"Baiklah saya akan memeriksa tangan dan jari anda lagi" ujar Violette yang telah berhenti menulis.


Bimbim secara tidak sengaja melihat sebuah buku dengan beberapa kalimat yang telah ditandai dengan spidol stabillo berwarna merah muda.


"Anda masih belajar Dok?"


"Iya, untuk latihan spesialis saya"


"Kalau bapak merasa kurang nyaman, bapak bisa mengganti dokter"


"Oohhh...nggak Dok, nggak usah. Saya sempat mengira kalau rata-rata Dokter itu umurnya sudah tua dan tidak muda seperti anda" jawab Bimbim dengan tidak enak hati telah membuat Dr.Violette menjadi minder.


Violette menjadi tersenyum dia lalu melanjutkan pemeriksaannya diwajah Bimbim. Dia memperhatikan wajah Bimbim dengan teliti mencari ruam yang mungkin terlewat darinya.


Bimbim menjadi merasa aneh karena dia bisa melihat dengan jelas wajah dokter muda yang cantik ini. Kedua mata indahnya, wajah yang bersih alami tanpa makeup,bibirnya yang tipis berwarna merah tanpa lipstick.


"Anda benar-benar kurang tidur kan?"


Pertanyaan Violette membuyarkan konsentrasi Bimbim.


"Bagaimana anda bisa tau?"


"Terlihat sangat jelas dari mata anda"


Violette kembali menulis dilembar pasien


"Busyet dah ah, kenapa gue jadi malu?" Gerutu Bimbim dalam hati. Baru kali ini dia merasakan ada wanita cantik yang memperhatikan wajahnya secara detail.

__ADS_1


Keringat dingin mulai mengalir diwajahnya


"Weeiii, kenapa bisa keluar keringat begini sih??" Bimbim kembali menggerutu dalam hati


Violette yang selesai menulis kembali menatapnya.


"Anda kepanasan pak?"


"Hah?"


"Anda berkeringat begitu pak"


"Iya Dok ya?"


"Iya, apa Ac nya kurang dingin?"


"Nggak Dok"


"Anda benar-benar tidak sehat pak" ujar Violette


Bimbim hanya terdiam terpaku


"Sekarang angkat baju anda pak"


"Eeee..untuk apa Dok?"


"Saya akan memeriksa anda pak, nggak perlu malu" jawab Violette sambil tertawa kecil melihat wajah Bimbim yang malu-maluin


Bimbim perlahan mengangkat bajunya sampai sebatas dada.


"Ini adalah hal paling kacau dalam hidup gue" Bimbim lagi-lagi menggerutu. Dia harus memperlihatkan perutnya yang semi buncit.


"Anda bilang cuma di leher dan punggung, ini juga banyak ruamnya pak" ujar Violette sambil menyentuh ruam-ruam itu dengan telunjuknya.


"Anda menggaruknya juga kan?"


"Sial, rasanya gue pingin sit up saat ini juga. Biar perut gue nggak terlihat seperti om om gini, buncit nggak jelas" Gerutu Bimbim. Yang merasa minder dengan perutnya.


"Jadi anda merasa gatal diseluruh tubuh ya?"


"Eee...iya Dok"


"Bagaimana dengan bagian pribadi anda? Apakah terdapat ruam juga?"


"Pa..aa?? Eh..ap..aaa?? Bagian itu gue juga ditanya???" Bimbim menjadi panik


__ADS_1


__ADS_2