
"Malam harinya dikediaman Ayra"
Tania berjalan berhati-hati mendekati "Milo" anjing peliharaan Ayra. Walaupun sudah sering melihat Tania A.K.A Tanson, Milo tetap saja menunjukkan sikap tidak bersahabat dengannya. Padahal Tania yang memberikan makanan dan air minum untuk Milo selama Ayra dirumah sakit. "Milo...aku kesini untuk memberimu makan, jangan galak-galak begitu melihatnya. Dasar Anjing Alzheimer (penyakit hilang ingatan) ibumu lagi dirumah sakit".Gerutu Tania.Milo hanya menggonggong tanpa peduli dengan ketakutan Tania.
Setelah memberi makanan Milo, Tania dengan cepat keluar dari rumah Ayra. Dia tidak mau mengambil resiko digigit Milo jika rantai yang mengikatnya lepas.
"Ditempat dan waktu yang sama"
Juna yang merasa bersalah telah membuat Ayra cedera. Dia lalu membuka gembok dan melepaskan rantai yang dia lilitkan dipintu pagar Ayra. Juna menjadi terkejut melihat seseorang yang keluar dari rumah Ayra melalui tembok yang lumayan tinggi, wajar saja bila Ayra tidak mampu untuk turun dengan baik dan terjatuh. Orang itupun terlihat dengan susah payah untuk turun,Orang itu tak lain adalah Tania. "Eh..Juna ya?" Tanya Tania begitu melihat Juna. "Iya aku Juna".
"Kamu tau nggak siapa yang tega berbuat seperti itu ke Ayra?, pasti orang psikopat. Sampai tega begitu menggembok pintu pagar Ayra". Juna hanya menunduk dan tidak berani untuk menjawab perkataan Tania.
"Setahu ku, Ayra nggak punya masalah ataupun musuh dengan siapapun" ujar Tania lagi.
Perkataan Tania membuat Juna semakin merasa bersalah, karena rupanya Ayra tidak pernah bercerita kepada siapapun selain dirinya kalau musuh bebuyutannya adalah dirinya. Selama ini orang yang menjadi curhat Ayra adalah dirinya.
__ADS_1
"Eee..aku minta maaf". Ujar Juna sambil cepat-cepat berlalu dari Tania.
Tania menatap Juna dengan bingung, "kenapa dia minta maaf denganku?" Gumannya dalam hati. "Eh?? Rantai dan gemboknya sudah nggak ada??" Tania menjadi bertambah bingung.
Ayra membeli makanan kecil (snack) dikantin lantai bawah rumah sakit. Karena hari mulai larut malam suasana dirumah sakit menjadi sangat sepi. Dia lalu cepat-cepat menuju kedalam lift, ketika didalam lift bulu kuduknya menjadi berdiri karena lampu didalam lift berkedip-kedip seperti mau mati. Lift juga berhenti dilantai 2, namun ketika pintu lift terbuka tidak ada seorangpun didepan lift itu hanya gang rumah sakit yang sunyi dan lampu yang redup. Ayra memberanikan diri untuk menekan tombol menutup pintu, namun tiba-tiba seraut wajah muncul dengan dingin dan mengagetkan Ayra yang membuatnya terduduk dan berteriak "aaaahhh, hantuuuuu!!!!".
"Loh?? Non Ayra?? Ujar seseorang yang disangka hantu oleh Ayra. Orang itu rupanya kakek Darmo.Ayra yang masih shock dengan penampakan itu membuka matanya secara perlahan dan bernapas lega. Karena wajah yang dilihatnya bukan hantu melainkan manusia beneran yang masih hidup dan sangat dikenalnya.
"Besok aku akan mengunjungi kakek ya".
"Juna sudah datang tiap hari untuk melihat keadaan kakek".
Ayra tersenyum dan mengangguk.
"Kakek fikir, si Juna itu lucu. Non Ayra percaya nggak? Dihari aku kena serangan jantung. Dia malah membopongku menuju jalan raya untuk mencari taksi. Padahal kakek kan lumayan berat, mana waktu itu katanya sedang hujan lebat. Kakek nggak tau darimana dia mendapat kekuatan seperti itu, padahal kan mobil ada. Ketika kakek bertanya mengapa dia tidak menggunakan mobilnya, dia tidak menjawab dan hanya diam saja".ujar Kakek Darmo.
__ADS_1
Ayra menjadi tertegun mendengar cerita kakek Darmo, dia menyadari alasan Juna yang menjadi marah dan kesal terhadapnya. Ayra menjadi merasa bersalah juga dengan sikapnya yang sengaja memarkiran mobilnya didepan pintu pagar rumah Juna.
"Ini kamar kakek".ujar kakek Darmo
"Eh..iya kek".Jawab Ayra sedikit tergagap
"Terimakasih sudah nemanin kakek sampai didepan kamar,Jadi merepotin".
"Nggak apa-apa kek, aku nggak merasa direpotin kok".
"Ya udah kalau begitu,selamat malam non Ay"
"Iya kek, selamat malam juga".
Ayra kembali menuju kamarnya dilantai tiga kali ini melalui tangga sambil merenungkan sikapnya yang harus lebih baik terhadap Juna untuk menebus kesalahannya.
__ADS_1