
Seperti hari-hari sebelumnya, beberapa jam sebelum siaran "Ancur" dimulai, Ayra selalu menelfon Auriga A.K.A Juna.
"Jadi ceritanya hari ini aku dan bajingan disebelah cekcok lagi, karena dia mencoba mebuat pemandangan dirumah seperti dipenjara" beber Ayra.
"Wah parah juga ya tetanggamu". Jawab Juna
"Tapi jangan khawatir, aku belajar ilmu beladiri kok. Jadi walaupun dia laki-laki aku bisa menghajarnya Kalau dia sudah kelewat batas".
"Wah kalau butuh bantuanku aku akan membantumu menghadapinya" ujar Juna
"Nggak perlu Ga, aku bisa menjaga diriku dengan baik, tapi aku berterimakasih atas tawaranmu untuk membantuku menghadapinya". Sahut Ayra tulus.
Entah mengapa dia merasa nyaman bila ngobrol dengan Auriga. Menurutnya Auriga pasti laki-laki yang sangat mengerti perasaan wanita.
Bimbim yang sedari tadi merasa iri karena melihat Juna terlihat asyik bertelfonan, melempar pop corn yang seharusnya untuk camilannya. Satu persatu pop cornnya dilempar kearah Juna. Sehingga pop corn itu banyak berserakan disekitar Juna. "Eh...Tania, sudah dulu ya.Aku harus nyiapin lagu buat acara nanti". Ujar Juna beralasan untuk menutup telfon Ayra. Padahal itu hanya alasannya saja. Karena dia sudah merasa kesal dengan sikap reseh dari Bimbim.
"Iya Ga, nggak apa-apa".
"Ok, bye Tania".
Juna menutup telfon dan segera menghampiri Bimbim dan menumpahkan seluruh pop corn yang dipangku Bimbim ke atas kepala Bimbim.
----------------------------------------------------------------------------
__ADS_1
Hari ini Juna tidak pulang pagi seperti biasanya, karena ingin cepat beristirahat untuk mengimbangi jam begadangnya selama siaran. Bos Andri sudah mengetahui kebiasaan Juna dan mengizinkannya untuk pulang lebih cepat.
"Kek, kakek sudah makan?, kok makanannya masih kelihatan utuh?". Tanya Juna sambil berjalan menuju lantai atas dimana kamar Kakeknya berada. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar kakek Darmo.
Juna menjadi sangat terkejut dan panik melihat kakeknya tergeletak tak sadarkan diri.
"Kek..kakek..!!, bangun kek!!..bangun". Teriak Juna dengan cemas bercampur panik.
Tampaknya kakek Darmo terkena serangan jantung lagi. Penyakit yang sudah lama tidak kambuh, selama Juna tinggal dengan kakeknya setahun belakangan ini.
Hujan masih sangat deras ketika Juna memasukkan tubuh kakeknya kedalam mobil. Namun ketika pagarnya dibuka, terlihat sebuah mobil terparkir didepan pintu pagar sehingga Juna tidak bisa mengeluarkan mobilnya. Dia mencoba mendorong mobil tersebut namun sia-sia karena mobil itu rupanya direm tangan.
Juna segera menghampiri rumah Ayra dan berteriak-teriak memanggil Ayra. Mobil yang terparkir itu memang kepunyaan Ayra.
"Heii!!! Ayra...mobil lu ngalangin jalan!!!".
"Mobil lu pindahiiiinnnn!!".
Ayra seperti mendengar seseorang diluar yang berteriak memanggilnya, namun dia mencuekkannya dengan mendengarkan lagu diponselnya menggunakan headset dengan volume yang keras, agar tidak mendengarkan apapun dari luar.
Merasa sia-sia dengan semua teriakannya,karena Ayra tidak juga keluar dari rumahnya. Juna lalu menggendong tubuh kakeknya dibelakang dan berlari menembus hujan untuk mencari taksi atau tumpangan dijalan untuk mengantar kakeknya kerumah sakit.
---------------------------------------------------------------------------
__ADS_1
Keesokan paginya..
Ayra terlihat tergesa-gesa pergi kekantor, namun menjadi kaget dan kesal ketika dia tidak bisa membuka pintu pagarnya. Sebuah rantai yang besar ditambah gembok yang besar terlilit dipintu pagarnya. "Sial, gue dikerjain balik" gerutu Ayra. Dia bisa melihat Juna dengan tangan berdekap didada dirumahnya seolah memang menunggu Ayra yang protes kepadanya.
"Eh..lu ngapain ngunci pagar gue, mau balas dendam ya??" Tanya Ayra
"Ngapain balas dendam?? Memangnya lu ada melakukan sesuatu dengan gue??" Juna bertanya balik.
Ayra terdiam sejenak, karena pertanyaan Juna sangat menjebak. Dia tidak ingin mengakui kalau semalam dia sengaja memarkir mobilnya didepan pintu pagar rumah Juna.
"Aku harus segera berangkat kerja!!". Jawab Ayra ngeles.
"Kalau telat kerja paling lu dipotong gaji, atau paling berat dipecat.Kalaupun dipecat lu bisa dapetin pekerjaan baru, tapi nyawa seseorang itu nggak bisa diganti tau??!!" Juna membalas dengan emosi.
"Lu ngomong apaan sih?? Gue nggak ngerti??"
Ayra sedikit bingung dengan jawaban Juna, karena menurutnya nggak ada nyawa yang terancam dengan ulah isengnya.
"Lu mau bukain tuh gembok atau gue laporin polisi??".ancam Ayra
"Laporin aja!!, lu pastiin punya bukti kuat terhadap gue!!" Ujar Juna menantang balik ancaman Ayra dan melengos pergi meninggalkan Ayra yang terdiam dan semakin kesal karena kalah berargumen dan yang pasti terlambat masuk kerja.
---------------------------------------------------------------------------
__ADS_1
Dengan terpaksa Ayra harus bersusah payah keluar dari rumahnya dengan melewati tembok yang lumayan tinggi didepan rumahnya. Dengan baju kerja yang menggunakan rok, sangat sulit untuknya memposisikan diri yang baik ketika harus menuruni tembok, dan hal yang tidak diinginkan itu terjadi. Ayra jatuh dengan posisi tangan kanannya yang menyentuh tanah dengan keras. "Bruuukkkk....aduhhhhh!! bunyi jatuh dan teriakkannya sangat keras sehingga membuat Juna keluar dari rumah namun tidak mengetahui asal suara yang keras itu.