My Enemy My Sweet Heart

My Enemy My Sweet Heart
"My Enemy My Sweet Heart" Chapter 3 (Ruang --untuk--sendiri) Page : 16


__ADS_3

Ayra membuat kue Nastar untuk diberikan kepada Auriga, dia dengan semangat membuat kue itu. Dua toples berukuran sedang, satu toples untuk Juna dan satu toples lagi untuk Auriga. Ayra sengaja tidak memberitau Auriga akan kunjungannya ke radio Casanova, dia ingin membuat kejutan untuk Auriga, teman dekat yang hanya dia kenal melalui suara saja. Hari ini Ayra bakalan tau wajah Auriga dan itu membuatnya bersemangat.


--------------------------------------------------------------------------


Beberapa jam kemudian di Radio Casanova


Bimbim yang sedang istirahat diluar studio terlihat fokus dengan majalah dewasa kegemarannya , menjadi terkejut karena ditegur oleh seseorang. Wanita cantik dengan senyum yang menawan wanita itu adalah Ayra, "maaf mas, Auriga masuk kerja nggak hari ini?".


"Eee...mbaknya nyari siapa?"


"Auriga"


"Oohh...Auriga?, dia masuk kerja mbak. Silahkan langsung kedalam aja. Tapi Mbaknya mau kenalan sama saya juga nggak?" tanya Bimbim.


Kecantikan Ayra membuatnya salah tingkah.


Ayra hanya tersenyum dan masuk ke dalam studio tanpa menjawab pertanyaan Bimbim.


"Busyet, itu penggemar Juna bisa cantik gitu ya? Menang banyak tuh anak".gerutu Bimbim


Ayra menutup pintu ruangan dan menyapa seseorang yang memunggunginya karena tengah menyusun berkas-berkas.


"Maaf mas, penyiar Auriganya yang mana ya?"


Orang itu berbalik dan terlihat sangat terkejut melihat kehadiran Ayra.

__ADS_1


"Ayraa??


"Junaa??" Ayra tidak kalah kaget melihat Juna dihadapannya. Toples yang berisi kue nastar buatannya langsung dia buang begitu saja kelantai dan pecah berantakan


Dia menjadi marah dan kesal karena Juna ketahuan berbohong kepadanya, jadi selama ini Auriga adalah Juna??.


Juna meletakkan berkas-berkas dan berlari menyusul Ayra keluar studio. Bahkan dia menabrak Bimbim yang masuk keruangan karena penasaran melihat Ayra yang berlari keluar terburu-buru dengan wajah kesal.


"Eh...Na, kenapa tuh cewek??"


Bos Andri yang juga melihat hal itu menjadi bingung dan penasaran.


-------------------------------------------------------------------------


"Ay...Ayra tunggu!!"


"Ay..tolong dengerin aku dulu, aku bisa jelasin"


Ujar Juna yang akhirnya bisa menyusul Ayra dan memegang tangannya.


"Kamu mau jelasin apa??"


"Aku sebenarnya mau ngomong..tapi.."


"Tapi apa??, tega bener kamu bohongin aku!! Kamu tau kenapa semua laki-laki brengsek??"

__ADS_1


"Ay..please, jangan marah dulu"


"Karena kalian semua pembohongg!!!"


Ayra tidak peduli dengan permintaan Juna, dia melepaskan tangan Juna yang memegang tangannya. Lalu menyetop taxi yang kebetulan lewat. "Ay...aku minta maaf"


Ayra tidak mempedulikan apapun perkataan Juna dan segera naik kedalam taxi dan pergi meninggalkan Juna yang juga basah kuyup dipinggir jalan dengan perasaan yang merasa amat sangat bersalah.


--------------------------------------------------------------------------


Jalanan di Jakarta saat ini sangat padat dan macet, dan kebetulan taxi yang dinaiki Ayra sedang mendengarkan acara di radio Casanova. "Pendengar yang budiman, beberapa minggu yang lalu kami pernah menyiarkan tentang seorang bapak yang mencari keberadaan putrinya". Suara Bos Andri yang mengudara terdengar lembut dan menenangkan, "kali ini ada seseorang yang mencari pujaan hatinya".


"Mohon untuk mendengarkan isi hatinya".


Ayra yang mendengarkan acara itu masih belum ngeh kalau itu acara radio Casanova menjadi tersadar karena mendengar suara Juna yang memelas. "Aku...mau minta maaf kepada seseorang karena telah menutupi sesuatu darinya, yang membuat perasaannya tersakiti. Aku melakukan hal itu karena...dulu setiap kali kami bertemu kami terus saja bertengkar.Tapi ketika kami berbicara ditelfon, saat dia tidak mengetahui kalau itu adalah aku. Kami berbicara dengan sangat baik dan membuatku sangat nyaman, aku tidak ingin kehilangan hal itu".


"Ceweknya kok kejam gitu ya? Ketika tau hal yang sebenarnya malah ninggalin" ujar supir taxi yang secara tidak sadar berkomentar.


"Bisa diam nggak pak? Matiin aja radionya. Berisik sekali" Ayra menjadi protes dengan perkataan supir tersebut. Supir itu lalu mematikan radionya dan merasa tidak enak hati karena keceplosan berbicara. Ayra sebenarnya masih ingin mendengarkan acara tersebut cuma perkataan supir taxi itu membuat hatinya menjadi tambah kesal.


("Sekarang terserah padamu Ay...sejak acara peragaan busana itu, aku merasakan sesuatu yang beda denganmu. Aku tidak tau bagaimana cara mengungkapkannya denganmu, tapi aku hampir mengatakan padamu bahwa aku...Aku Mencintaimu Ayra") perkataan dari Juna yang ini tidak lagi didengar oleh Ayra.


Ayra yang merasa masih merasa penasaran dengan apa yang akan dikatakan Juna, menghidupkan kembali radio di taxi itu. Namun suara Juna tidak terdengar lagi dan hanya musik instrument yang mengalun lembut yang terdengar.


"Udah habis mbak mungkin acaranya, sekarang mungkin cowok tadi menunggu telfon dari ceweknya" ujar supir taxi itu.

__ADS_1


Ayra melihat kearah ponselnya untuk menelfon Juna, tapi mengurungkan niatnya karena rasa kesal dan ego yang masih menguasai hatinya.



__ADS_2