
"Rumah sakit Cinta Bunda"
Bangsal kasih 09
Juna mengecek keadaan kakeknya yang agak mendingan. "Juna, kakek mau pulang saja". Ujar kakeknya setengah memaksa.
"Belum bisa kek, kata dokter kakek mesti banyak istirahat dulu"jawab Juna.
"Tapi kakek bosan Na"
"Disini kakek ada yang merhatiin, ada dokter dan perawat. Kalau dirumah pas aku kerja kakek nggak ada yang merhatiin. Kalau terjadi apa-apa lagi aku bakalan menyesal seumur hidup kek". Juna mencoba membujuk kakeknya agar mau tetap dirawat dirumah sakit.
"Mmm..baiklah kalau begitu, kakek nggak mau buat kamu khawatir". Ujar kakek Darmo yang akhirnya mau menuruti perkataan Juna.
Satu jam sebelum masuk kerja, Juna pun meninggalkan kakeknya yang sudah terlelap.
Dia tidak menyadari bahwa Ayra berada dirumah sakit yang sama dengan gips ditangan kanannya. Ayra berada dibelakang Juna dengan seorang suster yang mendorongnya dengan kursi roda.
---------------------------------------------------------------------------
Sudah dua hari Ayra (Tania) tidak menelfon Juna (Auriga) membuat Juna tidak bersemangat dan menolak ajakan Andri dan Bimbim untuk makan malam bersama.
"Eh semprul..Tania nggak bakalan nelfon. Sudah larut malam begini, ayolah ikut sudah lama kita nggak makan bareng" ujar Bimbim.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu...jadi akhir-akhir kamu nggak semangat karena Tania nggak nelfon?" Tanya Andri.
Juna hanya mengangguk lesu. "Gitu deh man".sahut Bimbim
"Ya sudah, kalau kamu nanti pulang sebelum Bimbim dateng jangan lupa matikan lampu-lampunya" ujar Andri mengingatkan.
"Yok Bim".ajak Andri
"Yes sir" Bimbim menjawab dengan semangat. Paling tidak hari ini dia bisa menghemat uang makan karena ditraktir Bos Andri.
Belum lima menit Andri dan Bimbim pergi, Juna memutuskan untuk pergi kerumah sakit dan mematikan semua lampu. Telfon di studio berbunyi tak lama Juna pergi,Telfon dari Ayra.
--------------------------------------------------------------------------
Juna sedang mempersiapkan lagu-lagu untuk siaran diacara tembang lawas, dan telfon distudio berbunyi. Dia dengan semangat mengangkat telfon tersebut, "Auriga disini" ujarnya. "Eh..seneng banget akhirnya penyiar idolaku yang ngangkat". Terdengar suara penelfon yang cucok meong.
"Bim..telfon untukmu" ujar Juna
"Haloooo...dengan Bimbim" ujarnya dengan semangat 45 karena mengira ada penggemar yang menelfonnya.
"Aiiihhh...Bang Bimbim yang ganteng itu ya?" Jawab cucok meong tak kalah semangat dan heboh.
"Eee...ini kantor pemadam kebakaran" ujar Bimbim yang shock mendengar suara penelfon
__ADS_1
"Ada kebakaran dimana ya pak?" Ujar Bimbim lagi. "Tunggu ganteng, aku mau bicara" jawab cucok meong.
"Mohon ditunggu" sahut Bimbim, dia langsung menutup telfonnya dan memandang dengan kesal kearah Juna yang melihatnya dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Tunggu pembalasanku" Bimbim bersumpah dalam hati.
--------------------------------------------------------------------------
Keesokannya lagi
Kali ini Juna kalah cepat mengangkat telfon dari Bimbim. "Haloooo...." jawab Bimbim dengan semangat. "Kangenlah, kan kamu nggak nelfon-nelfon selama beberapa hari.Sampai dia nggak masuk loh". Ujar Bimbim lagi.
Juna yang memperhatikan Bimbim berusaha merebut telfon darinya. Dia yakin kalau Tania yang menelfon, Bimbim mencoba untuk tetap menjawab telfon dan seperti berat hati dan kesal ketika Juna berhasil merebut telfon itu darinya. "Halo, aku masuk kok. Aku fikir kamu lupa dengan ku". Ujar Juna.
"Bagaimana aku bisa lupa say? Suara kamu yang lucu tak terlupakan". Ujar penelfon yang cucok meong.
"Telfon kemarin terputus sebelum aku sempat berbicara denganmu". Ujar cucok meong lagi
Juna melihat kearah Bimbim yang tertawa lebar dan pergi dengan nyanyian yang mengejek
(Posisi imbang 1 - 1). Akhirnya Juna kena juga dikerjain.
__ADS_1