My Enemy My Sweet Heart

My Enemy My Sweet Heart
"My Enemy My Sweet Heart" Chapter 2 ( Elok ) Page : 13


__ADS_3

Juna mencoba menerka-nerka sifat Ayra dari garis tangannya. "Menurutku kamu itu orangnya pemberani" ujar Juna.


"Mmm...iya sih" jawab Ayra


"Sekaligus galak" Juna melanjutkan


"Yeeee..kalau itu sih sama kamu aja" jawab Ayra tertawa.


"Keras kepala dan kesepian?"


"Ah..nggak juga!" Ayra tampak protes


"Bentar dulu Ay, aku kan belum selesai. Kamu itu masih sendiri karena nggak bisa terlalu percaya dengan orang kan?"


Ayra tertegun dan mencoba tetap tenang karena apa yang dikatakan Juna ada benarnya dia mencoba menutupinya dengan tersenyum.


Semenjak putusnya hubungan dengan Gibran karena ditinggal menikah, dia belum bisa untuk percaya dengan laki-laki dan membuka hatinya.


"Pembacaan karaktermu payah sekali Na, apalagi meramal masa depan".ujar Ayra


"Oohh..jadi nggak ngakui ya?"


"Ngakui apa sih?"


"Ada trauma dari masa lalu".Juna mencoba menebak


"Sok tau...banget, memang terlihat dari mananya?"


"Cewek secantik kamu belum punya pacar itu sesuatu banget loh Ay" Juna keceplosan memuji Ayra.


"Mulai deh, mancing-mancing" jawab Ayra kembali tertawa.


"Ya udah kalau nggak mau cerita"


Ayra menatap Juna beberapa saat, dan entah mengapa dia mulai bercerita tanpa rasa canggung mengenai masa lalunya.


"Pada awalnya ia mencintai dan menyayangiku".


"Sangat buruk" jawab Juna

__ADS_1


"Tapi kemudian dia akhirnya meninggalkanku dan menikah dengan orang lain".


"Sangat Bagus" jawab Juna.


"Pada saat itu terjadi aku merasa tidak bisa hidup tanpanya".


"Buruk sekali" jawab Juna


Ayra hanya tersenyum pahit dan menatap kearah Juna.


"Maaf aku jadi curhat yang tidak penting" ujar Ayra. "Aku tidak merasa keberatan Ay" jawab Juna sambil tersenyum.


Ayra ikut tersenyum dan merasa sedikit lega bisa menceritakan sesuatu yang pribadi kepada orang lain. Sejak malam itu mereka menjadi lebih akrab.


----------------------------------------------------------------------------


"Keesokan malamnya"


Ayra terlihat gelisah karena mobilnya susah untuk dihidupkan. Dia lalu turun dan membuka kap mobilnya, walaupun dia juga bingung karena tidak tau sama sekali mengenai mesin mobil. Juna yang kebetulan akan pergi kestudio untuk siaran melihat hal itu dan menghampiri Ayra. "Mobilnya kenapa Ay?" Tanya Juna


"Susah distater Na"


"Coba aku periksa Ay"


Ayra menstater mobilnya dan mesin mobilnya langsung hidup, namun tidak berapa lama terdengar suara ledakan di knalpot mobilnya.


Ayra lalu turun dari mobil dan menelfon Tania.


"Halo...Tania, sepertinya gue bakalan telat nih. Mobil gue mogok!.Pipa knalpotnya bisa meledak gitu, sorry ya Tania". Ayra menutup telfon dan terlihat kesal, karena bakalan terlambat ke acara peragaan busana yang diadakan Tania disebuah Hotel.


Juna melihat hal itu dan menelfon ke radio Casanova.


Sementara itu diradio Casanova Bimbim yang menerima telfon dari Juna terlihat cemas.


Bos Andri yang melihat hal itu bertanya dengan Penasaran.


"Kamu kenapa jadi cemas begitu Bim?"


"Juna...man..Juna"

__ADS_1


"Iya..Juna kenapa??"


"Dia nggak bisa masuk hari ini" jawab Bimbim dengan bertambah cemas.


"Buju busyet..kirain apaan, biasa aja Bim. Kan kamu bisa gantiin kerjaan dia" jawab Bos Andri setengah kesal.


"Aku bakalan capek man" jawab Bimbim


Bos Andri hanya menggeleng kesal dan meminta Bimbim untuk tetap menggantikan tugas Juna. "Sudah kerjain aja, ntar gaji Juna yang dipotong aku kasih kamu". Ujar Bos Andri.


Dengan berat hati Bimbim terpaksa merangkap menjadi operator dan memutar lagu request dari pendengar.


--------------------------------------------------------------------------


"Grand Alyia Hotel"


"Ayra aku cuma mengantar mu saja, nggak ikut keacaranya Tania" ujar Juna


"Aku nggak ada pasangan Na, tolong temenin ya" Ayra berusaha membujuk Juna.


"Gini deh, aku akan menunggu kamu di lobby sampai acaranya selesai dan mengantar kamu pulang" jawab Juna menolak ajakan Ayra, lagipula Juna tidak memakai pakaian yang pantas untuk menemani Ayra yang memakai gaun merah maroon sesuai dengan acara pesta malam ini.


"Aku ketoilet" ujar Juna meninggalkan Ayra yang terdiam dengan penolakan Juna.


Ayra memahami penolakan Juna karena dia tidak memakai baju yang pantas. Dia tiba-tiba menemukan akal karena melihat seorang bellboy mendorong trolly berisi pakaian laundry dengan beberapa stel jas dan gaun.


----------------------------------------------------------------------------


Juna yang baru keluar dari bilik toilet terkejut melihat Ayra yang berada didepannya dengan tersenyum. "Ayra?? Kamu ngapain didalam sini??" . "Nggak ada orang juga" jawab Ayra


"Tapi inikan toilet untuk cowok Ay".


"Udah..jangan bawel, nih aku bawain jas satu stel untuk mu"


"Waduh...nggak dah Ay, aku nunggu di lobby aja" Juna tetap menolak.


"Oke...kalau kamu nggak mau, aku mau disini aja, nggak jadi ke acaranya Tania" jawab Ayra.


Juna menghela nafas dan terpaksa mengalah menuruti kemauan Ayra.

__ADS_1


"Kamu memang benar, aku memang keras kepala" ujar Ayra tersenyum dan memberikan jas yang dibawanya ( lebih tepatnya diambil dari trolly) kepada Juna.



__ADS_2