
"Halo selamat sore Radio Casanova"ujar Andri
"Maaf, aku ingin berbicara dengan penyiar Auriga". Sahut penelfon
"Oh..tunggu sebentar".
"Telfon untukmu na" ujar Andri memberikan telfon ke Juna.
Juna meraih telfon itu dengan senyum terkembang. Telfon dari Tania memang sangat dinantikannya.
"Hei ...harusnya gue yang dapat telfon dari cewek, kan gue penyiar kedua setelah paman Andri". Bimbim terlihat kesal. Karena Juna yang duluan mempunyai penggemar daripada dirinya.
"Ngerusak mood gue hari ini".
"Ya halo" ujar Juna
"Aku pingin cerita sesuatu denganmu, kamu nggak sedang sibuk kan?" Tanya Ayra.
"Oh, nggak kok. Kamu cerita aja. Aku pasti dengerin".jawab Juna.
"Aku punya tetangga yang nyebelin, dia musuh terbesarku saat ini".Ayra bercerita dengan semangat.
Belum sempat Juna mendengarkan kelanjutan cerita Ayra. Seorang bapak-bapak masuk ke ruangan mereka dengan wajah cemas dan memelas. "Maaf nak, saya boleh minta tolong" ujarnya kepada Bimbim dan Juna.
"Ee...Tania, maaf ya nanti aja kamu lanjutin telfonnya. Tiba-tiba aku ada kerjaan nih" ujar Juna menutup telfonnya.
Ayra menjadi penasaran dengan kerjaan yang dimaksud Auriga jadi dia menghidupkan radio dikamarnya untuk mencari tau.
"Apa yang bisa kami bantu pak?" Tanya Bos Andri kepada bapak tersebut.
"Saya ingin mencari anak perempuanku pak".
"Maksudnya bagaimana ya pak?"Tanya Juna
__ADS_1
"Anak perempuanku sering mendengarkan acara diradio ini, dan dia sudah dua hari tidak pulang kerumah.Jadi aku fikir kalau anda bisa membantuku untuk menyiarkan tentang anak perempuanku. Siapa tau dia mendengarkan dan memberi kabar". Ujar bapak itu.
-----------------------------------------------------------------------------
"Untuk adik Kinan..,siapa tau dik Kinan mendengarkan siaran ini silahkan menghubungi kami di nomor 999-474 radio Casanova" ujar Andri yang bersedia membantu bapak tersebut untuk menemukan anaknya yang kabur dari rumah. "Ayah dik Kinan ada distudio kami sekarang, berdebat dengan orangtua adalah hal lumrah. Kemarahan orangtua tujuannya baik, untuk melindungi anaknya untuk tidak salah jalan. "Kalau ayah dik Kinan tidak sayang, dia tidak mungkin susah-susah datang kesini untuk meminta kami membantu mencari keberadaanmu. Nanti kalau dik Kinan sudah menjadi orang tua juga, pasti tidak mau diperlakukan seperti ini dengan anaknya kan?".
"Jadi kami mohon jika adik Kinan atau pun sahabatnya yang tau keberadaannya untuk menghubungi kami di nomor 999-474".
Ayra yang mendengar siaran itu menjadi tertegun dan berharap anak perempuan yang kabur dari rumahnya mau untuk menghubungi ayahnya.
-------------------------------------------------------------------------
Setengah jam telah berlalu namun telfon yang diharapkan belum juga menelfon.
"Kamu kok ikut sedih begitu Bim?" Tanya Andri
"Aku berharap masih punya ayah dan rumah untuk bisa kabur paman". Ujar Bimbim.
Andri hanya menepuk-nepuk pundak Bimbim untuk menguatkan. "Aku pengganti ayahmu dan kantor ini adalah rumahmu" ujar Andri.
"Halo..Radio Casanova"
"Aku pingin request lagu"
"Maaf saat ini kami tidak menerima permintaan pemutaran lagu, mungkin nanti kami buka kembali untuk hal itu" jawab Juna
Beberapa telfon yang masuk meminta hal yang sama, hingga akhirnya ketika Bimbim yang mengangkat telfon. Karena Juna menemani Bapak Kinan diruang belakang.
"Maaf kami tidak bisa melayani permintaan request lagu saat ini" jawab Bimbim tanpa terlebih dulu menanyakan keperluan si penelfon.
"Aku ingin berbicara dengan ayahku, apakah dia masih disana?" Ujar sipenelfon yang ternyata adalah Kinan.
Andri yang mengetahui hal itu meminta Juna untuk menghentikan alunan musik instrument dan menyiarkan telfon antara ayah Kinan dan Kinan. "Tolong jangan ditutup, ayahmu masih disini". Ujar Bimbim.
__ADS_1
"Pak ini putri anda yang menelfon" ujar Bimbim
Ayah Kinan terlihat senang bercampur haru, akhirnya putrinya mau untuk menghubunginya
"Kamu dimana nak?,ayah akan datang menjemputmu".
"Nggak usah Yah, biar Kinan yang kesana. Kinan mau pulang dengan ayah".
Ayra yang sedari tadi mengikuti siaran di radio Casanova ikut senang mengetahui akhir bahagia dari pencarian ayah yang kehilangan anak perempuannya.
"Syukurlah pak, akhirnya anak bapak mau untuk kembali pulang kerumah" ujar Andri
Bapak tersebut berkali -kali mengucapkan terimakasih kepada Andri, Bimbim dan Juna. Dia juga memberikan kartu namanya. "Kalau butuh bantuan dari saya, mohon untuk tidak segan menghubungi saya" ujar Bapak tersebut sebelum pamit ditemani Kinan yang juga ikut mengucapkan terimakasih.
--------------------------------------------------------------------------
Keesokan paginya
Juna dan Ayra kembali terlibat percekcokkan
"Kamu berani sekali merusak pagar kayuku?"
"Hei..lu ngapain nutupin pagar orang pakai kayu?" Ayra protes dengan Juna yang menutup pagarnya dengan kayu-kayu.
"Supaya tidak mendengar suara bising dari rumah lu" jawab Juna tak kalah sewot.
"Lu tu ya, selalu cari gara-gara" Ayra semakin emosi.
"Kalau lu laki-laki dah lama gue hajar".ujar Juna
Tanpa babibu, Ayra langsung menampar pipi Juna dan melengos pergi.
Juna hanya terdiam dan menahan rasa sakit dipipinya. "Tamparannya lumayan keras juga,dasar cewek singa" Juna hanya bisa mengumpat dalam hati.
__ADS_1