My Enemy My Sweet Heart

My Enemy My Sweet Heart
"My Enemy My Sweet Heart" Special Features Inside Story "Bimbim Jangan menangis"


__ADS_3

"Ruang pemeriksaan"


Bimbim terlihat galau diatas tempat tidur pemeriksaan, dia hanya duduk terdiam.


Didepannya Dr.Violette terlihat menatapnya dengan sabar ditemani seorang suster yang usianya lebih tua.


"Ayolah pak Bimma, barang pribadi juga anggota tubuh sama seperti tangan dan kaki"


"Bagaimana bisa sama Dok? Bentuknya aja beda?! Bimbim berusaha untuk membantah perkataan Violette.


"Anda sudah 30 tahun"


"Nggak hubungannya kali Dok ama umur"


"Saya sudah melihat lebih dari ratusan laki-laki, saya biasa saja kok pak" ujar Suster senior yang akhirnya ikut bersuara untuk membujuk Bimbim


"Saya sudah pernah melihat sekali tanpa sengaja, dan hal itu nggak biasa buat saya sus" ujar Bimbim masih bertahan dengan kekeuhnya.


"Pak Bimma kita sedang sibuk sekarang.Banyak pasien yang sedang menunggu untuk diperiksa"


"Saya mengerti Dok, anda bisa periksa tangan dan badan saya, bentuk ruamnya sama saja.Anda sudah lihat sendiri tadi, nih Dok lihat" Bimbim memperlihatkan ruam di pergelangan tangannya.


Violette terlihat tidak peduli dengan perkataan Bimbim dan memakaikan sarung tangan karet ditangan kirinya yang akan dipakai untuk memeriksa bagian pribadi bimbim.


Dia lalu menatap Bimbim tanpa berkedip dan tidak mau mendengarkan kata-kata dari Bimbim


Bimbim yang menyadari situasi itu hanya bisa pasrah dan menurunkan celana panjangnya sebatas paha.


Violette mendekat kearah Bimbim dan memperhatikan Barang Pribadi Bimbim dengan cermat. Bimbim merasa malu dan hina sekali karena harus memperlihatkam *********** dihadapan Dua wanita. "Buju busyeeettt bukan satu tapi dua". Dia seperti mengikuti audisi untuk aktor utama film dewasa menggantikan "Kakek Sugiono"

__ADS_1


Tiba-tiba dia teringat pesan paman Andri


Bahwa kalau dia sedih, dia harus mengeluarkan kesedihannya, tapi kalau dia sedang malu jangan pernah mengeluarkan *********** (inga..inga...tiiiinnnggg) ingat pesan ku Bim, ujar paman Andri. Pada saat itu Bimbim malah tertawa terbahak-bahak tidak mengindahkan pesan paman Andri. Dia malah meremehkan pesan itu. Karena baginya tidak mungkin dia melakukan hal itu pada saat merasa malu malah mengeluarkan ***********. "Tidak mungkin seumur hidup gue bakal begitu paman"jawabnya dengan yakin.


Paman Andri hanya tersenyum dan terharu biru dengan jawaban Bimbim.


Namun hari ini dengan sangat menyesal Bimbim harus menjilat ludahnya sendiri.


Pemeriksaan itu hanya berlangsung tidak lebih dari satu menit namun akan diingat seumur hidup Bimbim.


"Oke" ujar Violette


"Apanya yang oke Dok??"


Violette hanya diam dan melepaskan sarung tangan karetnya lalu membuangnya di dustbin (tempat sampah) kecil disamping suster


Bimbim menaikkan celananya dengan wajah muram rasa malu dan kesal masih terlihat diwajahnya.


"Apaan lagi pake senyum-senyum nggak jelas gitu??" Gerutu Bimbim dalam hati.


"Mereka berdua lebih cocok jadi asistennya Mak erot" gerutu Bimbim lagi.


 


Bimbim masih terlihat murung dikursinya,


"Pasti begini rasanya kalau laki-laki diperkaos"


Violette yang sedang menulis resep tersenyum melihat tingkah Bimbim yang masih terlihat galau. "Anda seperti habis diperkosa saja Pak Bimma".

__ADS_1


"Sial, ni Dokter anaknya professor X kali ya? Bisa baca fikiran gue?". Tanya Bimbim dalam hati


"Sudah selesai kok pemeriksaannya, selanjutnya satu minggu lagi anda kesini".


"Satu minggu lagi Dok?"


"Resep obat yang saya tulis nanti penggunaannya akan dijelaskan Apoteker"


"Saya ingin anda melakukan 3 hal ini,dengarkan bail-baik".


"Pertama obatnya harus diminum secara teratur dan dihabiskan"


"Kedua jangan makan-makanan yang banyak mengandung minyak dan hindari makan seafood"


"Ketiga anda harus tidur 8 jam sehari, tidak boleh kurang"


"Waduh Dok banyak sekali aturannya, saya saat ini banyak dapat job dari client dan dikejar deadline".


"Jangan sering menggaruk ruamnya"


"Gini deh Dok, saya ingin obat paten yang bikin sembuh lebih cepat"


"Pak bimma nggak ada obat yang menyembuhkan secara instan begitu, saat ini tubuh anda sedang berperang melawan penyakit didalamnya.Tubuh anda sedang berkomunikasi dengan anda kalau tubuh anda sedang tidak sehat".


"Seperti ancaman yang bisa membuat saya mati ?". "Tepat sekali pak, itu yang saya maksud.Ini brosur kesehatan yang harus anda baca beserta resep obat dan kartu berobat anda, Sampai ketemu minggu depan dan cepat sembuh".


"Baiklah Dok, terimakasih.Sampai jumpa lagi"


"Sampai jumpa"

__ADS_1


Bimbim meninggalkan ruang pemeriksaan dan pergi menuju apotik didekat loket pendaftaran untuk menebus obatnya.



__ADS_2