
Halaman depan kediaman Ayra
"Jadi non Ay, nggak ngajak temennya buat ngerayain tahun baru?" Tanya kakek Darmo.
"Aku cuma punya satu sahabat yang sangat baik denganku, hanya Tania kek.Dia sekarang kebetulan merayakan tahun baru diluar kota dengan relasi-relasinya". Ayra menjawab dengan memelas.
"Hanya ada beberapa yang benar-benar bisa disebut sahabat, selain Juna cucuku. Aku punya sahabat dipanti jompo".
"Panti jompo?".
"Iya, dia teman sekelas ku di SMA, sayangnya dia menderita Alzheimer selama bertahun-tahun. Anak-anaknya tidak ada yang sanggup untuk merawatnya dan menitipkannya dipanti jompo".
"Sedih juga ya kek mendengarnya".
"Aku minta berkat dari kakek boleh?" Pinta Ayra
"Sangat boleh non Ay, kakek doakan semoga kamu mendapat berkat kebaikan sepanjang tahun".
"Terimakasih banyak kek. Aku berharap hal sama untuk kakek".
"Ayo kita bersulang kek".
"Bersulang untuk kebahagiaan dan kebaikan" ujar Kakek Darmo.
Belum sempat Ayra dan kakek Darmo meminum minumannya. Juna mendatangi mereka dan terlihat tidak suka.
"Lu ngapain ngundang kakek gue kesini hah?".
"Gue cuma minta kakek untuk menemaniku merayakan tahun baru disini. Itu aja kok". Ayra menjawab dengan tak kalah ngegas.
"Lu tau nggak gue sampe bingung nyariin kakek kemana-mana?, orang seperti elu tu selalu menganggap enteng segala sesuatu".
"Loh? Emang salahnya dimana ngundang kakek lu kesini?. Kan nggak pergi jauh-jauh dari rumah, cuma sebelah rumah doang".
"Lu mau pesta sepanjang hari, gue nggak peduli!. Tapi jangan ajak kakek gue!!".
"Ayo kek kita pulang". ajak Juna.
__ADS_1
"Maaf Non Ay, kakek permisi pulang". Kakek Darmo terlihat tidak enak hati dengan Ayra.
Ayra hanya tersenyum dan mendiamkan kakek Darmo yang diajak pulang dengan Juna.
"Ni cowok ngeselin banget!!..iihhhhhh" Ayra menggerutu dalam hati.
------------------------------------------------------------------------
Radio Casanova (malam harinya)
"Oleh-oleh dari Papua cuma buku dan tas rajut begini paman?" Tanya Bimbim yang sudah membuka isi kotak oleh-oleh dari bos mereka
Yang baru datang pagi ini dari Papua.
"Itu bukan buku biasa Bim, itu ensiklopedia tentang Papua loh, sejarah dan ilmu yang bagus". Jawab Paman Andri.
"Mereka nggak jual "Koteka lagi ya?" Tanya Bimbim.
Bos Andri hanya menggeleng menahan emosi dengan pertanyaan Bimbim.
"Ada baju kaos khas Papua untukmu Juna".
Telfon di studio tiba-tiba berdering dan Bimbim segera akan mengangkatnya, namun dicegah oleh bos Andri.
"Sudah biar aku saja yang ngangkat, kamu pilih saja, oleh-oleh yang kamu suka" ujar Bos Andri.
"Radio Casanova ada yang bisa saya bantu?"
"Acara Ancur?, iya nanti malam kami akan menyiarkannya. Selain acara Ancur?".
"Telfon ***?"
Bimbim dan Juna saling berpandangan mendengar percakapan bos mereka ditelfon.
"CELAKA" ......
"Bim..bimmmm, Junaaaaaa...kalian apa-apaan?"
__ADS_1
Bos Andri terlihat sangat marah dengan kedua staffnya namun mereka berdua telah menghilang dengan cepat dari tempat mereka sebelum kena damprat.
---------------------------------------------------------------------------
(1 jam kemudian) Radio Casanova
Juna kembali bertugas sebagai operator dan penerima telfon.
"Halo Selamat malam"
"Mmm...masih inget dengan ku?" Tanya Ayra
"Oo..Tania ya?" Jawab Juna
"Tania?..oh bener-bener aku Tania".
"Masih mengenali suara ku ya?" Tanya Ayra
"Masih inget kok, pengalaman tak terlupakan diawal tahun" jawab Juna
"Lagi dimana nih?"
"Jalan-jalan sendiri" jawab Ayra
"Kok sendiri? Teman-temanmu kemana?"
"Memangnya salah kalau pergi sendiri?, sudah terbiasa sendiri".
"Nggak salah sih, cuma daripada kesepian. Kenapa nggak coba melihara anjing atau kucing biar ada temen". Ujar Juna
"Usulmu boleh juga" jawab Ayra dengan tersenyum.
-----------------------------------------------------------------------
Keesokan paginya
Juna baru saja pulang dari kerjanya dan baru tertidur beberapa saat, harus terbangun dengan kesal karena mendengar suara gonggongan Anjing dari rumah Ayra, "Cewek itu benar-benar ngeselin ya!!, malam-malam karaokean dengan suara cempreng. Sekarang malah melihara anjing. Aarrrrghhhh!!".
__ADS_1