My Enemy My Sweet Heart

My Enemy My Sweet Heart
"My Enemy My Sweet Heart" Special Features Inside Story "Bimbim Jangan menangis"


__ADS_3

Sesi wawancara kerja satu minggu kemudian


---Tower Care---


"### Jadi anda berhenti kuliah di semester 5?"


"Iya pak"


"Ada pengalaman magang?"


"Belum pernah pak"


Pewawancara melihat kearah Kimberly dengan tatapan bingung karena Kimberly tidak satupun memenuhi kriteria untuk bekerja di perusahaan ini.


"Saya mengerti, ngomong-ngomong tentang riwayat penyakit anda apakah sudah dinyatakan sembuh?"


"Mengenai hal itu saya...." Kimi menjawab agak ragu.


---Prima Medica---


Satu jam kemudian


Violette memeriksa ruam di leher belakang Bimbim. "Sudah mulai berkurangkan Dok?"


"Memang berkurang, tapi bukan berarti sudah sembuh" jawab Violette.


"Tapi setidaknya sudah berkurang, terimakasih ya Dok"


"Apa anda sudah melakukan persis seperti apa yang saya katakan?"


"Sudah Dok"


"Benarkah?"


"Iya Dok, sudah kok"


"Hmmm...kalau begitu apanya yang salah ya?" Violette menjadi heran sendiri dengan hasil diagnosanya, karena penyakit Bimbim tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.


"Saya ingin menanyakan hal yang mungkin pribadi"


Wajah Bimbim menjadi merah merona karena senang dan malu, dia berfikir pasti Violette akan menanyakan nomer telfonnya.

__ADS_1


"Apa makanan favorit anda?"


"Eh...lho?" Bimbim menjadi bingung didalam hati


"Nasi Goreng Seafood spesial Cak Noris"


"Nasi goreng Seafood?"


"Iya Dok, itu makanan paling enak kalau disantap malam hari, harganya juga nggak bikin kantong bolong".


"Seenak itu dan murah?"


"Beneran Dok"


"Lalu diwaktu senggang apa yang anda lakukan?"


"Waduh kalau itu sulit untuk dijawab Dok"


"Sulit bagaimana maksudnya pak?, nonton film atau musik? Mall atau kepantai? Tidak ada satupun?"


"Saya bekerja di radio sebagai penyiar dan tiap hari mendengar musik, kalau ke mall juga saya tidak membeli apapun".


"Tidak membeli baju?"


"Anda harus keluar jalan-jalan pak Bimma, itu bisa menyenangkan"


"Saya tidak mengerti maksud pembicaraan anda Dok"


"Bagaimana dengan olahraga?"


"Saya suka main bulutangkis tapi tidak ada yang bisa diajak menjadi lawannya"


"Anda tidak pernah kumpul dengan teman-teman?"


"Bisa dikatakan sangat jarang,paling diacara pernikahan atau acara pemakaman".


"Anda punya pacar?"


"Weeewwww" guman Bimbim dalam hati


"Apa hubungannya dengan penyakit saya Dok?"

__ADS_1


"Gaya hidup seorang pasien dapat berpengaruh pada penyakitnya".


"Jadi begitu ya Dok?, jadi saran medis anda lebih baik saya punya pacar atau tidak?"


"Tergantung juga, ada yang punya pacar hidupnya lebih baik tapi ada juga yang tidak, sehingga saling terganggu dan gagal dalam ujian".


"Ehemm" Bimbim merasa kalau Dr.Violette tidak sengaja seperti curhat dengannya.


"Anda seperti penyelidik di kepolisian Dok"


"Saya sudah terbiasa"


"Pertanyaan anda benar-benar seperti penyelidik handal"


"Maksud anda saya orang yang Kepo?"


"Bukan begitu maksud saya Dok"


"Anda harus menghindari makanan Seafood agar cepat sembuh" Violette lalu menyerahkan resep obat kepada Bimbim.


Bimbim melihat kearah violette dengan ekspresi datar. Pemeriksaan kali ini terasa ambigu.


Bimbim baru saja selesai menebus resep obatnya ketika dia tertegun melihat seseorang bersama ibunya yang sangat dikenalnya, teman sekelasnya diwaktu SMU.


"Anda dapat keruang pemeriksaan dilantai tiga" ujar petugas dibagian pendaftaran. Kepada orang tersebut. Orang itu mengangguk dan berjalan menuju lift untuk kelantai tiga.


Dr.Wijaya Kusuma melihat hasil Rontgen Kimberly. "Kamu dalam kondisi baik Kimi, saya akan mengatur dosis obatmu. Harap terus mengontrol asupan garam dan hindari olahraga berat".


"Baik Dok"


"Jadi bagaimana rasanya setelah kembali kerumah?"


"Jadi punya banyak waktu luang karena tidak ada kerjaan" jawab Kimberly


"Bahkan saya berfikir apakah akan terus begini selamanya?"


"Kimberly, saya tau kalau kamu mencari banyak informasi tentang penyakitmu, banyak kemungkinan bisa terjadi dengan perkembangan medis yang sangat maju dengan pesat jadi jangan pernah putus asa"


"Saya akan menantikan hari dimana saya sembuh Dok"


"Saya akan melakukan hal terbaik untuk kesembuhan mu" ujar Dr.Wijaya

__ADS_1


Kimberly hanya tersenyum datar dengan perkataan Dr. Wijaya yang dianggap semu olehnya.



__ADS_2